
...****************...
Adrean pikir menyatukan daddy dan mommy nya akan mudah. Tapi ternyata salah. Mereka berdua memiliki sifat yang saling bertolak belaka. Dan banyak masalah yang datang silih berganti. Tambah menjauhlah mereka.
Katakan saja, adrean jahat. Dia menginginkan pria yang sudah beristri untuk bisa bersama ibunya. Dan lebih parah, dika memanfaatkan anak dari pria itu yang tak tahu apa pun.
Adrean berhenti di hadapan ruang kerja dika. Dia mau memberikan sesuatu padanya. Enggan mengucap permisi. Adrean masuk kedalam, dan terlihat dika yang sedang memakai kacamata dan fokus akan berkas-berkas di mejanya.
Dia langsung memberikan dua kertas lembar yang berisi design mobil, yang beberapa waktu lalu adrean janjikan pada dika.
“Aku membelikan ide ini, Cuman-Cuman pada uncle. Tapi dengan syalat, uncle halus bebaskan mommy dari gudang.” Ucap adrean. Yang sudah menduduki diri dikursi depan dika.
Dika meneliti dahulu gambarnya. Dan keterangan-keterangan yang adrean tulis disana. “Perfect. Idenya pas dengan keinginanku.” Dika membatin.
Kacamata sudah ia lepaskan dari wajahnya. Dengan fokus dika menatap putranya itu. “okay, seperti maumu. Tapi aku ada satu pertanyaan untukmu,”
“Apa?”
“Kamu telah tahu?”
__ADS_1
“Kalau aku jawab iya, apa uncle akan menikahi mommy?”
Dika terdiam. Dia memilih untuk tidak menjawabnya, yang terpenting kini adrean tahu ia ayahnya. Dan, audina juga sudah tahu, kalo dika tahu identitas aslinya.
“Sudah, kan? Nanti akan aku panggil kau ad, untuk diskusi mobil rumah ini.”
Adrean berdecak lalu pergi dari sana.
...
Setelah kepergian anaknya itu. Dika sudah tak fokus lagi terhadap pekerjaan menumpuk di hadapannya. Entah kenapa, pikirannya bertumpu pada satu orang wanita yang kini sedang dikurung digudang.
Dika ragu, tapi ia tetap ketuk pintu itu.
Butuh beberapa saat, untuk membuat audina menyahut. Hingga suara seperti orang baru terbangun, terdengar.
“Adrean, itu kau?” tanya Audina. Tapi tak ada jawaban. “Sayang, maafkan mom karena tak bisa menceritakan dongeng padamu. Kau pasti tak bisa tidur ya?”
Jelas, Dika dapat merasakan perasaan khawatir dari kalimat yang Audina ucap. Dika masih diam disana, seperti ingin lebih mendengarkan suara Audina.
__ADS_1
“Yah, pasti kalau ad diam, berarti ad lagi sedih. Adrean tahu kan, mom sayang banget ad. Nanti kalau mom udah keluar dari gudang, mom kasih dongeng yang banyak buat adrean. Okay?” ujar audina.
Dika mendekat pada pintu lalu menempelkan tangannya disana. “Kau sayang putraku, tapi mengapa dulu berusaha membunuhnya?”
Seketika tubuh audina kaku.
“Apa kau tahu, bagaimana frustrasinya aku karena kehilangan dia??” tanya lagi-lagi dika. “Hah? Jawab!” intonasi lelaki itu mulai meninggi.
Harga diri audina merasa tergores. Ia seperti disudutkan oleh dika. “Aku tanya, kenapa kau merasa kehilangan?? Padahal tujuanmu malam itu memang membuatku hamil!” Audina mendudukan bokongnya dikursi kayu. Dia menunggu jawaban apa yang akan dika ucap.
“Tujuan apa? Aku benar-benar tak sengaja mengeluarkannya di dalam, audina.”
Bodoh. Audina sudah tak mau tahu alasannya apa. Dia hanya ingin hidup bahagia bersama adrean. “Terserah. Cepat keluarkan aku dari sini!”
Pikir audina lelaki itu tak akan membukanya, tapi salah.
Pintu telah dibuka. Terpampanglah wujud dika dengan rambut acak-acakan. Audina berdiri dari duduknya dan berjalan tanpa memedulikan dika.
Dika mendengus. “Wanginya masih sama, dengan parfum yang kubelikan dulu.”
__ADS_1
...****************...