Kakak Iparku Ayah Dari Anakku

Kakak Iparku Ayah Dari Anakku
mbak cinta


__ADS_3

...****************...


“Terimakasih.” Ucap Kirani langsung keluar dari mobil tanpa menatap Kaivan sedetik pun.


Merasa ada yang janggal dari keter diaman Kirani, Kaivan ikut mengejar perempuan itu dan menyangkal lengannya kala akan membuka gerbang. “Kamu kenapa? Ada yang salah dari saya?” tanya cepat Kaivan. Mengemukakan isi pikirannya sejak tadi.


Kirani menggeleng. Dan berlalu melepas cekalan tangan Kaivan. Lalu masuk kedalam rumahnya.


Meninggalkan Kaivan yang terdiam, bingung. Lelaki itu membawa ponselnya dari saku dan menelepon seseorang. “Club malam ini.” Kata Kaivan. Dan kembali ke mobil.


Sedangkan di rumah milik Dika. Kirani berkoar-koar penuh amarah, mendatangi ruang kerja lelaki itu, tapi kosong. Membuat Kirani langsung menghadap Nesi, ketua pembantu dirumah ini. Sekedar informasi, keduanya sudah kembali lagi ke rumah tempat awal menetap.


“Di mana Dika?!”


Nesi menunduk sopan. Sudah bukan hal aneh lagi melihat hubungan Nyonya dan Tuannya yang tak berlandasan cinta. “Tuan, sedang keluar sejak tadi, nyonya.”


“Ck! Lelaki sialan itu, bisanya berkeliaran!” teriak Kirani dengan mengacak rambutnya frustasi. “Telepon aku jika dia sudah kembali.” Setelah mengatakan pesannya, Kirani keluar rumah kembali. Pergi dengan mobil lamborgini nya.


...


“Kamu bohong.”


Penuh santai, Lelaki berbaju sederhana dengan hoodie hitamnya, duduk kembali di sofa ruang televisi. Menghiraukan, tatapan permusuhan dari sang wanita yang sudah berdiri garang didepanya. “Makan sini, aku udah beli salad buah kesukaan kamu,” Bujuk lelakinya.


Audina mendengus. “jangan mau disogok sama salad doang, Na! Please, harga diri kamu lebih tinggi!” mohonnya dalam hati. Meski mulutnya sudah ngiler melihat tampilan buah-buah yang dicampur cairan kental putih dengan setumpuk keju yang banyak.


“Seriusan nih gak mau?”


Audina berdecak keras, dia duduk di samping Dika dan bawa salad buahnya. “Aku serius, Dika. Kita bukan remaja lagi yang bisa main-main. Kita, dua orang dewasa yang harusnya udah paham, bahwa hubungan ini terlarang.” Kali ini, Dika ikut menatap kosong, Audina. “Aku tahu, perilaku kakak aku, dibelakang kamu, suka main dengan banyak pria. Tapi itu, bukan berarti kamu juga berhak kaya gitu,” Audina, genggam tangan Dika dan tersenyum pada laki-laki itu. “Semua ada ditangan kamu. Kalo kamu mau aku, berarti kamu harus lepas pernikahan kamu dan kakakku.”

__ADS_1


Audina langsung menjauh dari jangkauan Dika setelah mengucapkannya.


“Sialan.”


“Tuan, maaf mengganggu. Saya mau mengkonfirmasi, jika kami telah menemukan masalah nyonya Resca dan nyonya Rosi di masa lalu.” Jazz datang dan membungkuk hormat pada Dika.


“Sekarang berikan padaku.”


Di hadapan layar komputer, terpampang jelas video CCTV di tahun Resca diperlakukan tak pantas oleh ayahnya sendiri yang tak lain adalah kakek Dika.


Dika menggeram marah, tak sadar tangannya terkepal. Dia memukul keras tembok di sampingnya. Dan berteriak kesal. “Arg! Kalau tahu begini, aku akan balas dendam pada wanita tua sialan itu. Jazz!”


Jazz datang.


“Suruh semua anak buahku ke ruang bawah tanah. Kita buat perhitungan ke Rosi!”


“Baik, tuan.”


Dengan lesu, Audina naik ke ranjangnya yang sudah tertidur Adrean di sana. Dia tarik selimut sampai menutupi setengah tubuh Adrean. Kala akan mematikan lampu kamar, Sebuah batu besar berhasil memecahkan jendela yang menghadap langsung ke halaman belakang.


Audina langsung waspada, matanya juga tiba-tiba tak dapat melihat apapun. Namun tangan Audina coba meraga semua barang yang ada di sekelilingnya. “Ad ... Ad, wake up!” bisik Audina kala tangannya merasa itu tubuh Adrean yang sedang tertidur.


“Yeah, aku cudah bangun mamih... HAHAHAHAHA!”


Seketika itu juga, bertepatan dengan jawaban dari seseorang yang entah siapa menirukan anak kecil, Kepala Audina rasanya sangat sakit.


Dan lalu tubuhnya diangkat entah kemana, Audina harap Adrean-Nya tidak apa-apa.


“Dika, sekarang perlihatkan rasa cintamu padaku.”

__ADS_1


...


“Di mana, papah?”


“T-tuan besar sedang tidak bisa diganggu Nona,”


Mata Kirani menyelidik kearah pembantu itu sebab kegugupannya. “Kalau kau tak mau menjawabnya. Biar aku yang mencari.” Maka tanpa kata, Kirani dengan gaun merah yang melekat pas ditubuhnya berjalan lebih memasuki rumah sang papah. Tempat ia merencanakan segala rencana busuk dengan papah.


Oh iya, tentang semua yang ia bicarakan kepada Kaivan kala itu, semua hannyalah tipu daya. Itu suruhan dari papah untuk menyuruh Kirani berpura-pura tersakiti agar Kaivan memihak mereka.


“Papah! Kirani di sini!” kirani masuk ke ruang bawah tanah. Biasanya papah diam di sini untuk bekerja—setelah kepergian sang mamah, atau sedang membicarakan hal serius. Kirani pun, biasanya selalu berada di sini jika ingin memberitahu hal-hal rahasia—


“Mas delan, stop,”


“kenapa, Hm, bukannya kamu suka kalau saya sentuh kaya gini?”


“Suka banget. Tapi aku takut mas, Kirani lihat...”


“Ah, sialan anak itu! Dia akan kusingkirkan secepatnya seperti istriku yang tak berguna!”


“Oke, tapi di dalem kamar rahasia mas ya?”


“Siap sayang.”


Sama seperti halnya saat di kastel kosong tadi. Reaksi Kirani terkejut dan marah. Tak dapat dibayangkan, jika Mbak cinta—Seseorang yang selalu merangkap menjadi ibu bagi Kirani sedari dulu, memang benar ibu kandung.


Selain ibu kandung Kirani, wanita gatal itu, selingkuhan dari papahnya juga. Tadinya, Kirani tak akan percaya akan foto pernikahan antara papah dan mbak cinta dikamar kosong yang ada di kastel itu. Tapi melihat, bagaimana keduanya bercinta penuh mesra, dibelakang Kirani, membuat ia berahlih mempercayai hal itu.


“Apa katanya, papah akan menyingkirkanku?” Kirani tertawa. “Aku duluan yang akan membuat lelaki tua penggila harta dan wanita itu ke jurang!” dia langsung menjauh dari rumah itu.

__ADS_1


Camkan ini, Kirani tak akan sudi melangkahi kakinya kembali ke rumah ini, dan juga dia tak akan mengikuti dan berada dipihak papah lagi.


...****************...


__ADS_2