Kakakku Wanita Yang Ku Cintai

Kakakku Wanita Yang Ku Cintai
Episode 22. Sikap buruk Sapta


__ADS_3

Kediaman Naya


Setelah menelpon Sapta dan cukup membuatnya sedikit lebih tenang akhirnya Naya melakukan aktivitasnya seperti biasa. Dengan baju daster dan sendal jepitnya khasnya, didukung oleh wajah yang teramat cantik tidak mengubah sedikitpun penampilannya. Naya memang sosok wanita sempurna.


Sinar matahari nan cerah hingga teriknya mulai memancar masuk ke dalam rumah, Naya masih sibuk membereskan dan merapikan seisi rumahnya. Sesekali hatinya teringat dan memikirkan adiknya yang juga belum memampakan batang hidungnya kala itu.


Hingga pukul 11.19 terdengar suara ketukan pintu di rumahnya.


Tok... tok... tok


(suara pintu di ketuk)


"Siapa ya? tunggu sebentar!" ucap Naya seraya berjalan menghampiri pintu depan rumahnya.


Naya kemudian membuka pintu rumahnya, ketika pintu terbuka ia dapati seorang bapak tengah berdiri dengan setelan jas cukup rapi. Naya pun penasaran siapa orang tersebut dan ada apa tujuan datang ke rumahnya.


"Ada apa ya pak?" tanya Naya dengan wajah penasaran.


"Apa betul ini rumahnya Rio?" tanya bapak tersebut pada Naya.


Rasa penasaran dan cemas Naya terlihat dari raut wajah cantiknya, namun setelah bapak tersebut menjelaskan maksud dan tujuannya mencari Rio, akhirnya Naya dapat mengurangi dan meredam kekhawatirannya itu.


Naya takut bahwa orang yang datang tersebut membawa berita buruk tentang adiknya, dia tidak ingin kehilangan adik satu-satunya yang ia miliki. Adik angkat yang sudah seperti kandung baginya.


Rasa cemasnya akan kabar adiknya, membuat ia lupa untuk mempersilakan masuk pada bapak tersebut.


"Oh ya maaf pak, saya sampai lupa mempersilakan bapak untuk masuk, ayo silahkan masuk pak!" ucap Naya mempersilakan masuk, namun bapak tersebut menolak dengan halus dan mengatakan bahwa ia ada keperluan lain yang tidak bisa ia tinggalkan.


Akhirnya percakapan Naya dan bapak tersebut berakhir setelah ia berpamitan.


"Baik, saya permisi dulu bu," ucap bapak tersebut berpamitan dan bergegas pergi dari rumah Naya.


Naya yang kala itu berdiri di depan pintu, kemudian bergegas masuk dan kembali menutup pintu rumahnya. Saat ia tengah menutup kembali pintu rumahnya, ia melihat bapak tadi sedang berbicara dengan seorang pria.


Pandangannya terhalang oleh gorden jendelanya, ia pun menggeser gorden tersebut dan mengintip dari celahnya.

__ADS_1


"Itu kan Sapta! aku gak salah lihat kan?" ucapnya heran saat melihat Sapta tengah berbicara dengan bapak tadi yang datang ke rumahnya.


"Engga... engga... aku gak salah lihat, itu benar- benar Sapta!" ucap Naya meyakinkan atas pandangannya tersebut pada apa yang di lihatnya.


Naya tambah dibuatnya kaget, saat melihat Sapta tengah mencengkeram kerah kemeja bapak tersebut. Ini kali pertamanya ia melihat sikap Sapta yang begitu kasar, terlebih orang tersebut usianya terpaut jauh dengannya.


"Ya ampun, itu Sapta kenapa kasar seperti itu sih?" ucap Naya heran dan cemas melihat kelakuan Sapta dari balik gorden jendelanya.


Naya yang cemas melihat kelakuan Sapta, akhirnya memutuskan untuk keluar dan melerainya. Namun ia urungkan niatnya itu dan tetap dalam posisinya.


"Enggak, aku gak boleh keluar! aku harus tahu apa hubungan Sapta dengan semua ini," ucap Naya sesaat setelah mengurungkan niatnya untuk keluar.


Naya kemudian mencari gadgetnya, ia berencana menelpon Sapta saat itu. Tiba-tiba saja terdengar kembali suara ketukan pintu rumahnya.


Tok... tok... tok...


(suara pintu di ketuk)


Naya bergegas menghampiri pintu, dan ia kaget ternyata calon tunangannya datang. Naya pun berusaha bersikap seperti biasanya, seolah ia tak melihat kejadian yang baru saja terjadi di depan rumahnya.


"Kok kamu kaya gak seneng gitu aku datang! aku pulang lagi saja kalau begitu," ucap Sapta mengancam pada Naya atas sikapnya yang di nilai kurang suka dengan kehadirannya.


Sikap Naya saat itu memang sedikit berbeda dari biasanya, walaupun ia sudah berusaha menutupinya tetapi rasa kecewa atas sikap buruk Sapta masih menjadi hal baru baginya.


"Sorry... sorry, bukan maksud aku kaya gitu! mungkin karena aku kurang tidur semalaman jadi mood aku juga jelek hari ini," ucap Naya beralasan pada Sapta.


"Kan aku udah bilang semalam, kamu harus tidur!" ucap Sapta sambil memeluk Naya dari belakang.


Naya yang kaget dengan pelukan Sapta saat itu, mencoba berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Sapta.


"Sapta... apa-apaan sih kamu! aku gak suka kamu kaya gini, tolong jangan kurang ajar sama aku," ucap Naya berteriak sambil melepaskan tangan Sapta dari tubuhnya.


"Aku gak mau kamu ngelakuin hal kaya tadi lagi! disini kita hanya berdua, jadi tolong hormati aku," ucap Naya dengan nada kesal.


Teriakan dan bentakan dari Naya, cukup membuat Sapta heran. Dengan segera ia melepaskan tubuh Naya dari pelukannya.

__ADS_1


"Maaf.. maaf... aku udah lancang sama kamu," ucap Sapta meminta maaf pada Naya sambil memalingkan wajahnya.


"Kamu benar-benar buat aku penasaran dan gak sabar Nay, tunggu waktunya yang tepat sampai kamu benar-benar miliku nanti," gumam Sapta dalam hati.


Naya pun kemudian berjalan dari ruang tamu menuju halaman depan, disusul Sapta yang mengikuti di belakangnya.


"Aku bingung, saat ini sama sekali belum ada kabar tentang Rio," ucap Naya dengan raut wajah sedih.


"Kamu sudah coba hubungi ponselnya lagi?" tanya Sapta menimpali ucapan Naya.


"Sudah tapi nomornya masih tidak aktif," sahut Naya dengan wajah lemas.


"Kemana ya dia, kenapa bisa-bisanya dia buat kamu khawatir seperti ini!" ucap Sapta terlihat khawatir.


"Kamu gak akan pernah lagi ketemu sama dia Nay, dia sudah aku singkirkan! aku bisa pastikan mayatnya sudah di makan cacing tanah saat ini," gumam Sapta dalam hati, dengan wajah yang seolah ikut bersedih atas keadaan yang Naya alami.


"Sap, apa aku lapor polisi saja ya, siapa tahu ada kabar atau info di sana," ucap Naya dengan antusias.


"Kamu tetap harus menunggu 1x24 jam dulu sayang, baru laporan kamu bisa di proses," ucap Sapta menimpali rencana Naya yang akan melaporkan kasus adiknya itu.


"Jadi aku harus tunggu sampai nanti malam baru bisa lapor ke pihak kepolisian, begitu? gimana kalau saat ini Rio benar-benar membutuhkan kita, apa harus tunggu sampai nanti malam?" ucap Naya dengan nada kesal.


"Kita bisa apa sayang? kamu tenang saja ya dan tunggu sampai nanti malam, semoga ada kabar dari Rio," ucap Sapta berusaha menenangkan kekasihnya.


"Sudahlah Nay, kita nikmati saja masa-masa berdua kita ini tanpa pengganggu," gumam Sapta dalam hati sambil melirik ke arah Naya yang tengah terlihat cemas.


"Rasanya gak mungkin Rio di temukan, mereka sudah pastikan bahwa mayat Rio sudah tak ada saat mobilnya habis terbakar," ucap Sapta dalam lamunannya.


"Kalau sampai malam ini Rio belum ada kabar juga, kamu temani aku ya nanti malam ke kantor polisi," ucap Naya meminta Sapta menemaninya melakukan pelaporan atas hilangnya Rio.


"Iya sayang, aku akan temani kamu selalu jadi kamu tenang aja ya," sahut Sapta menenangkan Naya kala itu.


***To be continue....


Penasaran gak apalagi yang Sapta bisa lakukan untuk melancarkan setiap rencananya dan menyingkirkan segala sesuatu yang akan menghalanginya, jangan berpaling ya karena akan ada banyak konflik setelah ini.

__ADS_1


Happy reading 🤗☺***


__ADS_2