
"Udah... udah... udah... ga usah pada ngeledek gue deh!, emang yang jomblo disini cuma gue doang!" ucap Ilham yang terlihat sedikit serius.
"Tuh si Rio juga jomblo dia, hahahaa... " ucap Ilham sambil tertawa.
Aku pun tersenyum mendengar ucapan Ilham saat itu.
"Rio gak punya pacar tapi udah cakep pada dasarnya bro!, nah kalau loe?, ganteng kagak, kusut iya." ledek Andra sambil menertawakan Ilham.
Kami berlima (aku, Ilham, Andra dan dua teman lainnya) pun melanjutkan perbincangan kami yang tak tentu arah. Ya, obrolan para pria dewasa yang tidak jauh dari wanita dan pekerjaan.
Tak terasa obrolan kami kala itu sudah melewati tengah malam. Ya, saat itu sudah pukul 00.49 dini hari. Segera aku berpamitan pada mereka untuk masuk dan tidur lebih dulu.
"Sorry banget nih, mata gue udah gak kuat lagi nahan ngantuk, gue masuk duluan ya." pamitku pada ke empat orang teman kostku.
"Santai aja Yo, bentar lagi juga kita masuk." jawab Ilham padaku.
Mataku yang sudah lelah seperti mengajak diriku untuk larut dalam alam bawah sadarku. Aku pun tertidur dengan pulasnya malam itu.
Tok... tok... tok...
(terdengar suara ketukan pintu)
"Mas Rio..... Mas.... sudah bangun belum ya?, sarapannya sudah ibu buatkan, segera sarapan ya". panggil ibu kost membangunkanku.
Suara ibu kost memanggil dan membangunkanku membuatku langsung beranjak dari tidur dan segera mencari gadgetku untuk melihat pukul berapa saat itu.
"Ya ampun ini sudah jam 6 pagi, dan aku belum siap-siap untuk mandi." ucapku khawatir.
Segera aku mengambil handuk dan memasuki kamar mandi. Saat aku sedang membasuh tubuhku dengan air tiba-tiba keran air yang sedang aku tampung mendadak berhenti dan tidak mengeluarkan air.
"Lho.. lho... kok airnya berhenti sih?" tanyaku dengan heran.
"Aduh gimana ya ini?, badanku masih penuh dengan sabun tetapi airnya hanya ada sebanyak ini." ucapku sambil memegang bak mandi yang volume airnya tidak terlalu banyak.
Aku pun tidak ingin membuang waktu, akhirnya ku putuskan melanjutkan mandi dengan air seadanya.
Burrr.... Burrr...
Ku basuh tubuhku yang bermandikan sabun dengan air. Setelah selesai mandi aku segera mengenakan pakaian dan menuju ruang makan rumah ibu kost.
"Pagi bu." sapaku pada ibu kost.
"Oh iya bu, saya mau kasih tahu kalau air keran di kamar mandi sebelah kamar tiba-tiba tadi mati, kenapa itu ya bu?" tanyaku pada ibu kost.
"Mati...?" tanya ibu kost dengan heran.
__ADS_1
"Iya, mana saya belum selesai mandi tadi tuh, eh tiba-tiba saja airnya berhenti" jelasku pada ibu kost.
"Lhaa... terus loe mandi gimana Yo barusan?" tanya salah seorang teman kostku.
"Ya gimana lagi, gue mandi dengan air seadanya, nih badan aja masih licin-licin begini." sambungku menjelaskan.
"Ya sudah sekarang kalian sarapan dulu ya!, masalah air nanti ibu panggil orang untuk mengeceknya." ucap ibu kost padaku dan penghuni kost lainnya.
Aku yang sudah merasa terlambat segera menyelesaikan sarapanku agar aku bisa bergegas ke kantor.
"Bro gue duluan yaa, udah kesiangan nih." pamitku pada teman -teman kost yang lain.
"Bu saya pamit ya." ucapku pamit sambil mencium tangan ibu kost.
"Siap Yo, hati-hati loe di jalan." ucap Ilham padaku"
"Iya mas, hati-hati bawa mobilnya, ga perlu buru-buru yang terpenting adalah keselamatan." pesan ibu kost padaku.
"Hehe... siap bu." jawabku
Aku berjalan menuju halaman depan, tempatku menyimpan mobil. Segera ku lajukan kendaraanku menuju ke kantor. Sesampainya di kantor ku lihat seluruh teller sudah mulai merapikan meja kerjanya untuk bersiap menerima para nasabah yang datang.
Ku duduk di depan meja kerjaku sambil menyimpan tas yang ku bawa. Lalu terdengar nada pesan whatsapp ku berbunyi. Ku raih handphoneku dari saku celana dan ku buka.
"Pesan dari kak Naya, ada apa ya?" tanyaku penasaran.
"Kakak mau mengingatkan kamu, kalau nanti malam akan ada syukuran 12 tahun meninggalnya almarhum bapak dan ibu, kakak harap malam ini kamu bisa pulang ya!" ucap kak Naya dalam pesannya.
"Waalaikumsalam, alhamdulillah Rio baik dan sehat-sehat aja kak." jawabku pada pesan kak Naya.
"Ya ampun aku hampir lupa kak, kalau hari ini acara syukuran 12 tahun meninggalnya almarhum bapak dan ibu."
"Aku akan usahakan pulang cepat malam ini." balasku pada pesan kak Naya.
"Syukurlah kalau kamu sehat dan baik disana, ya sudah kakak tunggu kamu di rumah ya." balas kakak pada pesanku.
"Baik kak." balasku pada kak Naya.
Kujalani rutinitas pekerjaanku seperti biasa, hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12.00 siang saat itu.
Tok... tok...tok..
(Suara pintu ruanganku di ketuk)
"Siapa?" tanyaku singkat.
__ADS_1
"Saya Amel pak!" jawab Amel.
"Silahkan masuk Mel." sahutku kemudian.
"Ada apa?" tanyaku.
"Bapak tidak pergi ke kantin untuk makan siang?" tanya Amel padaku.
"Iya, saya tidak ke kantin siang ini karena ingin segera menyelesaikan pekerjaan agar bisa pulang lebih awal." jelasku pada Amel.
"Kalau boleh saya tahu, ada apa ya bapak berencana pulang lebih awal?, apa bapak ada masalah di rumah?" tanya Amel penasaran.
"Gak ada masalah apa-apa sih, hanya malam ini ada acara syukuran memperingati 12 tahun meninggalnya almarhum bapak dan ibu, jadi saya berencana pulang lebih awal." ungkapku pada Amel.
"Jadi hari ini peringatan 12 tahun almarhum bapak dan ibu dari pak Rio?" tanya Amel dengan terkejut.
"Iya Mel." jawabku
"Kalau bapak tidak keberatan, saya ingin ikut hadir di acara itu, semoga bapak mengizinkan saya." tanya Amel dengan sedikit berharap.
"Silahkan saja, dengan senang hati!" jawabku atas pertanyaan Amel.
"Wah, terima kasih banyak pak, bapak sudah mengizinkan saya untuk bisa ikut hadir" ucap Amel padaku.
"Ya sudah, saya mohon izin pamit kembali ke meja kerja saya pak." pamit Amel padaku.
"Iya silahkan Mel." jawabku pada Amel.
Dengan kesibukan yang kujalani, tak terasa waktu sudah berlalu dan mendekati pukul 16.00. Aku segera merapihkan meja kerjaku dan bersiap untuk pulang.
Aku pun menunggu Amel yang masih menyelesaikan pekerjaannya.
Kurang lebih 30 menit lamanya aku menunggu Amel, akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkan pesan padanya.
"Mel... aku tunggu kamu di mobil ya." pesanku singkatku pada Amel.
Tidak lama Amel pun membalas pesanku
"Iya pak, saya segera keluar." jawab Amel dalam pesannya".
Amel pun terlihat keluar dan menghampiriku yang sudah berada di dalam mobil.
"Maaf ya, aku udah buat kamu jadi nunggu lama." ucap Amel.
"Iya Mel gak masalah kok." jawabku pada Amel.
__ADS_1
Aku pun langsung menuju perjalanan pulang ke rumah bersama Amel.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, aku dan Amel tiba di rumah. Terlihat dari dalam mobilku, kak Naya sedang memasang alas untuk para tamu yang akan hadir.