
Setelah Amel memasuki rumahnya aku pun segera kembali ke tempat kostku. Ku lihat jam sudah menunjukan pukul 00.33 dini hari. Segera ku menuju ranjang ternyamanku untuk tidur.
Seperti hari-hari biasanya, saat adzan subuh telah berkumandang dan terdengar olehku, aku langsung beranjak dari ranjangku dan segera untuk mandi.
"Penampilanku sudah ok, sudah terlihat tampan juga." ucapku dengan percaya diri.
"Mas Rio, mas Ilham dan yang lain.... segera sarapan ya, ibu sudah siapkan sarapannya di meja makan!" panggil ibu kost padaku dan teman kostku yang lain.
"Segera meluncur bu." sahut salah satu teman kostku.
Kemudian aku berjalan menuju ruang makan dan menyantap sarapan yang sudah disediakan oleh ibu kost.
"Yuk.. semuanya gue jalan dulu." pamit Andra (teman kost) pada kami yang berada di ruang makan.
"Tumben banget loe jalan sepagi ini Ndra?" tanyaku pada Andra.
"Iya, gue ada meeting pagi ini! gak enak rasanya kalau sampai terlambat." jawab Andra padaku
Tak lama berselang Andra pergi, aku pun pamit untuk berangkat.
"Bu, saya pamit berangkat ya!" ucapku pada ibu kost.
"Gue berangkat dluan nih!" pamitku pada teman-teman kost yang lain.
"Nongkrong lah kita nanti malem!" ajak Ilham padaku.
"Siap Ham, gua usahain pulang cepat deh." sahutku pada ajakan Ilham.
Sesampainya di kantor, aku baru ingat bahwa ada beberapa pekerjaan hari kemarin yang sempat tertunda, lalu ku selesaikan segera agar pekerjaanku tidak menumpuk.
Tookk... tookk... tokk...
(Suara pintu ruangan kerjaku diketuk)
"Selamat pagi pak, ini ada berkas administratif yang perlu persetujuan dan tanda tangan dari bapak." ucap salah satu karyawanku.
"Baik, nanti akan saya lihat dan cek kembali." ucapku menanggapi.
Kemudian segera ku baca dan ku lihat kembali beberapa berkas yang perlu persetujuanku. Tiba-tiba saja dering pesanku berbunyi.
"Kamu ke kantin tidak?, aku dari tadi tidak lihat kamu disini." jelas Amel dalam isi pesannya.
Saat membaca pesan dari Amel, aku terkejut karena melihat waktu sudah pukul 12.14.
"Ya ampun,ternyata ini sudah jam istirahat!" ucapku kaget.
Dengan sesegera mungkin aku pergi ke kantin dan membeli makan siang.
__ADS_1
"Nah itu Amel!" ucapku sambil melihat Amel yang saat itu juga sedang menyantap makan siangnya.
"Sudah selesai makannya?" tanyaku pada Amel dan duduk di depan kursinya.
"Oohh... kamu! belum selesai juga sih."
"Kamu baru pesan makan?" tanya Amel padaku.
"Iya, aku baru sadar sudah jam istirahat saat kamu mengirimkan pesan tadi." jelasku pada Amel.
"Gak perlu terburu-buru, masih ada waktu 27 menit lagi kok." ucap Amel menenangkanku saat aku makan
"Ehhmm.... aku gak sedang terburu-buru kok!" ucapku pada Amel.
"Iya mungkin aku salah, kamu bukan sedang terburu-buru tapi sedang sangat lapar." ucap Amel meledekku.
"Sok tau kamu!" ucapku dengan perasaan malu.
Selesai menyantap makan siang di kantin, aku mengajak Amel untuk segera kembali ke kantor.
"Sudah jam 12.53 nih, balik ke kantor bareng gak?" tanyaku pada Amel.
"Sebentar aku bayar tagihannya dulu ke kantin." jawab Amel.
jawabku singkat.
Setibanya di kantor, aku pun langsung memasuki ruangan kerjaku, begitu pula dengan Amel yang langsung menuju meja kerjanya.
Rutinitas pekerjaan kantor ku selesaikan dengan baik hingga waktu pulang tiba. Ku rapikan meja kerja dan memasukan laptopku ke dalam tas. Kemudian aku berjalan menuju area parkir dan ku lihat Amel sedang berdiri di samping mobilku.
"Kamu belum pulang Mel?" tanyaku padanya.
"Aku sengaja tunggu kamu disini." jawab Amel padaku.
"Kamu tunggu aku!, ada apa Mel?" tanyaku heran.
"Aku boleh kan ikut pulang bareng sama kamu?" tanya Amel dengan diiringi senyumannya.
"Argghh... aku takut semakin sering dia bersama ku, semakin sulit Amel untuk melepaskan dan membuka hatinya untuk yang lain." ucapku dalam hati.
"Hhmm.. boleh aja kok tapi aku cuma bisa antar kamu sampai depan, gimana?" tanyaku pada Amel.
"Kamu gak mau mampir dan masuk ke rumahku dulu?" tanya Amel.
"Lain kali ya, aku baru ingat kalau aku sudah ada janji dengan teman kostku." jelasku pada Amel.
"Ya sudah kalau begitu." jawab Amel dengan wajah sedikit murung.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Amel, aku dan Amel tidak saling bicara sepatah kata pun. Sepertinya Amel berharap aku bisa ikut berkunjung ke rumahnya.
"Kamu gak apa-apa kan?, dari tadi aku lihat kamu diam terus!" tanyaku pada Amel.
"Aku gak apa-apa kok." jawabnya singkat.
"Syukurlah kalau begitu." ucapku menanggapi Amel.
"Alhamdulillah, sampai juga kita." ucap syukurku di depan Amel.
"Terima kasih ya sudah mau antar aku pulang." ucap Amel sambil turun dan menutup pintu mobil dengan wajah cemberutnya.
"Haaaahhh.... apa semua cewek begini ya?, bilang gak apa-apa tapi wajahnya bilang ada apa-apa" tanyaku dengan heran.
"Belum punya aja sudah pusing begini, gimana nanti saat sudah punya." ucapku sambil termenung.
"Ahhh.. tapi mudah-mudahan saja orang yang ku pilih nanti tidak seperti itu." ucapku dengan penuh harap.
Akhirnya ku lanjutkan kemudiku menuju tempat kostku, aku ingat pada janjiku untuk ikut kumpul bersama teman-teman kostku yang lain.
Pada pukul 19.33 aku pun tiba di tempat kostku, segera aku mandi untuk membersihkan dan menyegarkan tubuhku yang lelah seharian bekerja.
"Mana tuh si Rio?, katanya mau ikut kumpul dia." terdengar tanya salah seorang teman kostku dari dalam.
"Udah pulang kok dia, gua liat mobilnya ada di depan." terdengar sahutan dari salah seorang lainnya.
Segera ku buka pintu dan menghampiri mereka.
"Begini nih nasib jadi orang penting, sampe-sampe dicariin dan di tungguin yang lain, hahahaa.... " ucapku sambil tertawa dan menghampiri mereka.
"Hahahaa.. sa ae loe bro." jawab Andre saat itu.
"Gitu dong, kumpul-kumpul ama kita disini, dari pada di dalem mulu, yang ada lama-lama loe bulukan." ucap teman kostku yang lain.
"Iya lah, ngapain lagi kita?, pacar gak punya, istri apalagi, susah senang hanya sendiri, hehee..." ucap Ilham menanggapi.
"Gimana mau punya istri loe Ham, pacar aja gak pernah dapet, hahaha..." ledek Andre pada Ilham saat itu.
"Anjjirrr... bukan ga bisa dapet gua bro, tapi tipe cewe gua high class." sahut Ilham menanggapi Andre.
Hahaaa.....hahaaa...
(Tawa kami semua yang mendengar celotehan Ilham)
Saat itu aku pun ikut merasakan kebersamaan dengan mereka teman-teman kostku. Perasaan yang jarang sekali aku temukan setelah masuk perguruan tinggi dulu. Aku hanya fokus pada belajar dan tidak pernah lagi kumpul bersama dengan teman seperti saat masa SMA.
Tujuanku saat kuliah adalah menjadi orang sukses yang akan membayar semua jerih payah dan pengorbanan kak Naya selama mengurus dan menyekolahkan ku hingga aku bisa seperti sekarang ini.
__ADS_1