Kania

Kania
10.TEMAN BARU


__ADS_3

"silahkan masuk nak.." ucap Bu inggrid keras mempersilahkan murid baru itu untuk segera masuk.


Pintu yang awal nya terbuka sedikit pun, perlahan terbuka lebar dan menampakan sesosok lelaki tampan dengan pakaian yang terlihat masih baru dan rapih itu sedang berjalan pelan ke dalam kelas, memberi kan senyum manis dan sopan nya pada Bu Inggrid selaku guru di situ, dan setelah itu dia berbalik menghadap siswa siswi yang ada di kelas itu hendak memperkenalkan diri .


Decakan demi decakan kagum pun terlontar dari bibir para siswi di situ, membuat para lelaki itu iriĀ  melihat nya.


"Ya ampun ganteng banget, kayak opa opa Korea" ucap siswi cewek di kelas itu


"Stok cowok ganteng di sekolah ini makin banyak aja beruntung banget nyokap gue dulu daftarin gue di sini". Ucap siswi satu lagi


Membuat sorakan riuh dari murid di kelas itu..


"Sudah sudah... Tenang dulu biarkan dia memperkenalkan diri dulu baru kalian boleh tanya tanya lebih lanjut" lerai Bu Inggrid menenangkan muridnya.


"Perkenalkan nama gue ARKA ILHAM PUTRA pindahan dari Bali. Kalian bisa panggil gue ARKA saja. Senang bisa bergabung di kelas ini dengan kalian semua. Salam kenal dari gue." Ucap arka panjang lebar memperkenalkan diri nya, dengan mengedarkan ke segala penjuru kelas dengan senyum manis nya dan terakhir menatap Kania dengan intens dan tersenyum misterius.


Membuat teman teman Kania repleks menoleh pada Kania yang sedang mematung menatap ke depan seakan terkejut dengan kehadiran murid baru itu.


Mereka menyipitkan kedua mata nya menatap curiga pada Kania dan arka.


"Ok.. silahkan kamu duduk di bangku kosong di belakang bersama andri."


Arka pun berpamitan dengan sopan pada Bu Inggrid, dan berjalan sesuai instruksi sang guru.


Berjalan melewati bangku demi bangku saat berada di barisan bangku Kania tak lupa dia menoleh dan memberikan kerlingan mata menggoda dan senyum manisnya membuat Kania mendengus kasar di buat nya.


**************


"Arka loe beneran pindahan Bali kenapa pindah sih?" Ucap salah satu siswi yang mengerubungi arka.


"Loe mau lihat lihat sekolah ini ga, ayo gue anterin mumpung gue free nihh". Ucap siswi yang bernama Sonya dengan bersikap centil itu..


"Huuu gue juga mau kali nganterin arka.." sorakan itupun di lontarkan pada Sonya membuat Sonya merenggut kesal.


Dengusan kesal terdengar dari kania, karna kerumunan itu dia jadi tidak bisa keluar, sedangkan teman teman nya Vania dan Maya malah ikut ikutan kepoin anak baru itu, kalau Stevy dia mah asik asik aja baca novel sambil dengerin musik di hp pake earphone nya.


Tanpa mereka sadari ke empat cowok tampan mulai memasuki kelas mereka dengan gaya cool nya.


Setelah sampai di kelas Kania Rega pun menyipitkan mata nya heran kenapa banyak kerumunan siswi di bangku kania dia tetap berjalan pelan sambil memperhatikan.

__ADS_1


"Wow.. tumben gue Dateng pada diem diem aja" ucap leo sambil menyisir rambutnya dengan tangan nya.


"Ehmm..." Alvin sengaja batuk kecil untuk menyadarkan pacar nya yang ikut ikutan menghadap belakang,


Deheman itu bukan hanya menyadarkan Maya tapi juga menyadarkan para cewek yang menggerubungi itu,


Yang awalnya mereka fokus pada seseorang sekarang mereka telah menatap kepada empat cowok ganteng itu, membuat mereka memekik tertahan di buat nya.


"Ohh my good... Sempurna sudah kelas kita kedatangan cowok cowok ganteng." Ucap salah satu siswi sambil berbisik pada teman nya


"Ehh.. sayaaaangg.. sudah lama di situ,, aduuh maaf ya aku ga sadar hehehe..." Ucap Maya merasa bersalah sambil memamerkan cengiran manis nya.


Alvin hanya mampu menggelengkan kepalanya malas melihat tingkah pacar nya itu.


Rega menatap pada seseorang yang dari tadi menjadi pusat perhatian itu bingung.


"Loe bukan nya yang malam itu ya."


"Waaahhh bener nihh ini kan orang yang bisa ngalahin Rega itu"ceplos Leo keras yang langsung mendapatkan geplakan dari Ricard .


Sontak saja hal itu membuat siswi di situ melebarkan mata nya terkejut, mengalahkan ? Mengalahkan apa pikir mereka menerka nerka.


Membuat Rega dan Alvin melorotkan mata nya pada leo memperingati.


"Mulut loe, ga bisa pelan dikit apa" ucap ricard memperingati.


"Hehe.. sorry.. my bro.. hehe.." ucpa leo sambil tertawa garing dan membuat huruf v pada tangan nya.


"Hay.. ga nyangka ya kita bisa ketemu lagi" sapa arka ramah .


"Jadi loe sekolah di sini juga ya akhirnya"ucap ricard to the point.


"Waktu itu kita belum kenalan resmi, jadi kenalin nama gue Rega, dia Alvin dan mereka Leo dan Ricard, gue harap kita bisa berteman baik nanti nya." Ucap Rega memperkenalkan diri dan teman teman nya.


Arka hanya membalas dengan senyuman ceria nya dan menyapa mereka satu persatu.


"Udah yuk kita ke kantin gerah gue dari tadi ga bisa keluar." Ucap Kania bete sambil mengibaskan kerah seragam nya cepat.


"Ayo.." ucap Rega dan arka bersamaan.

__ADS_1


Hal itu membuat tatapan curiga dari teman Teman mereka.


"Wooww.. bau bau saingan baru nih" ucap leo sambil menatap ke segala arah


Dan kembali mendapatkan cubitan maut dari Maya saking gemas nya dengan ceplosan leo.


Membuat leo mengaduh sakit mengusap lengan nya dengan kesal dan membalas melotot pada Maya.


"Apa loe mau gue tambah lagi ha.. nih nih nih" sewot Maya sambil kembali mencubiti lengan leo membuat leo menghindari Maya dan bersembunyi ke belakang Ricard minta perlindungan.


"Udah sayang kamu ini agresif banget sih" lerai Alvin memegangi kedua lengan Maya gemas karna kasihan juga melihat teman nya tersiksa seperti itu


"Awas aja ya Loe nenek lampir gue bales loe" ucap leo sambil meringis di balik punggung Ricard sambil melotot pada Maya galak.


Rega pun menyipitkan mata nya pada arka dan Kania.


"Eh maksud gue, gue boleh ikut kan, gue kan anak baru jadi belum punya teman, kalian ga keberatan kan?" Ucap arka salah tingkah sendiri


"Oh.. oke bareng aja ga masalah." Ucap Rega sambil tersenyum simpul.


*************


Merek pun sampai pada area kantin dan kembali menjadi pusat perhatian tak jauh berbeda dengan kejadian yang ada di koridor tadi , ada rasa heran di benak mereka, kok geng Rega bertambah satu orang, anak baru kah karna mereka merasa asing dengan sosok cowok tinggi dan tampan itu.


Mereka pun duduk di bangku panjang di pojok kantin itu di tempat biasa mereka duduk .


"Leo tolong pesankan kita makanan seperti biasa ya" titah Rega santai.


Leo pun yang baru saja duduk menatap tak percaya ke arah Rega,


"Gue ... Tunjuk Leo pada diri nya sendiri sambil melotot tak percaya ."


"Iya loe.. siapa lagi yang nama nya Leo di sini emang ada kloningan Leo yang lain " ucap Maya songong


"Loe mau protes". Ucap Alvin penuh arti.


"Kagak kok, gue mau, ini baru mau pesan seperti biasa kan." Pasrah Leo dengan lesu dan memaksakan senyum nya.


Membuat Alvin dan yang lain mengangguk puas.

__ADS_1


Leo pun segera beranjak dari kursinya dan berjalan kedepan stand stand makanan yang teman teman nya ingin kan dengan perasaan dongkol luar biasa .


Ini semua gara gara taruhan sialan itu, dia harus rela jadi babu mereka selama satu bulan penuh, sialan beribu sialan awas saja cewek itu kalau ketemu bakalan leo balas berkali kali lipat, rutuk Leo dalam hati.


__ADS_2