
Mereka terus mengobrol sambil menunggu Leo memesan makanan.
"Oh jadi kalian emang udah kenal lama ya pantes aja". Ucap Vania antusias.
"Iya gue pindah ke Bali pas gue mau kelas 2 smp waktu itu, biasalah bokap gue di pindah tugasin ke kantor cabang di sana beberapa tahun." Ucap arka menjelaskan dengan senang hati pada mereka.
Mereka hanya mengangguk mengerti.
"Kok loe biasa aja sih sahabat lama loe balik lagi". Ucap Vania pada Kania yang sedang sibuk dengan handphone nya
"Menurut loe gue harus gimana, harus salto atau guling guling di lantai gitu." Ucap Kania malas dan menaruh hp nya di saku seragam nya.
"Ya gak gitu juga Kania, please deh. Seenggaknya kenalin kek kalau loe punya sahabat cowok". Ucap Vania greget , sambil menghadap depan lagi.
"Emang nya kenapa kalau Kania punya sahabat cowok? Mau di kenalin atau gak terserah dia dong" ucap ricard menahan kesal pada vania.
"Ihh kok loe yang sewot sih. Gue kan ngomong sama Kania". Balas Vania tak suka sambil memalingkan wajahnya menghadap arka kembali.
"Dasar loe Vania gak peka, temen gue tuh lagi cemburu.." ucap leo tiba tiba sambil duduk kembali ke tempat nya semula.
"Cemburu apaan sihh,," ucap Vania pura pura tidak tahu masih cemberut.
"Aww.... Ap.. " aduh leo memekik kaget karena betis nya di tendang oleh seseorang.
Saat dia menoleh ke sang pelaku dia mendapati pelototan jengkel dari Ricard, Leo pun hanya mendengus sambil mengusap betis nya dengan cepat.
"Kok loe bawa tangan kosong, mana makanan kita!" Tanya Maya
"Tenang makanan segera datang" ucap leo dengan senyum misterius nya.
Benar saja tak lama makanan mereka pun datang , di bawakan oleh murid lain mungkin suruhan Leo atau apa.
Murid itu pun menaruh makanan nya di meja itu dan segera berlalu dari situ.
"Ambil dah tuh makanan loe masing masing." Ucap leo sambil mengambil jatah makannya serta minuman nya ke hadapan nya.
"Sorry ya gue pesenin sama buat loe, soalnya gue lupa nanya loe mau pesan makanan apa" ucap leo minta maaf pada arka sambil menyantap bakso nya.
"Iya gak masalah, kebetulan gue juga belum tahu makanan yang enak di sini itu apa. Thank ya" ucap arka tulus sambil tersenyum .
Dan mereka pun menyantap makanan mereka masing masing dengan lahap dan sedikit diselingi candaan bersama.
**************
Mereka pun kembali ke kelas dan berjalan beriringan bersama , sedangkan geng Rega mereka berpisah setelah makan tadi entah mau kemana.
__ADS_1
"Eh gue mau ke toilet dulu ya, kebelet nih" ucap Maya buru buru.
"Gue juga deh ikut. Ucap Vania menyusul."
" Ywd gue mau mampir ke perpus dulu mau minjem buku lagi." Ucap Stevy yang pergi begitu saja.
Tinggal lah Kania dan arka berdua berjalan bersisihan di koridor.
Karna bel istirahat 15 menit lagi, jadi mereka masih bisa bersantai dulu.
"Temenin gue keliling mau gak? Mumpung masih ada waktu nih". Tawar arka penuh harap sambil menatap Kania.
Mau tidak mau Kania mengiyakan ajakan arka untuk keliling sekolah ini, di mulai dari lapangan indoor, perpustakaan, koperasi sekolah, ruang lab, ruang komputer dan masih banyak lagi, mereka terus berjalan melewati kelas kelas yang lain sambil mengobrol.
Terakhir mereka melewati ruang guru dan kepala sekolah yang bersebelahan.
Saat melewati ruang guru mereka menemukan seorang cewek yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.
"Eh bukan nya itu Gladys ya? Ucap arka memastikan."
Kania yang tadi nya sedang menjelaskan ruang ruangan yang ada di sekolah pun sontak terhenti mendengar arka menyebut nama Gladys, dia pun ikut melihat ke arah di mana Gladys berada, dan mendengus tak suka.
Hal itu pun terdengar oleh arka, dia menoleh pada Kania dan Gladys secara bergantian, apa yang terjadi? Bukan nya dulu mereka sangat akrab. Pikir arka menerka nerka.
"Gladys..!!"
Merasa nama nya terpanggil Gladys pun mendongakkan kepalanya dan mencari sumber suara itu.
Dia mengernyitkan matanya bingung, seperti nya dia pernah bertemu dengan cowok ini tapi siapa ya. Pikir Gladys.
"Hey... Loe masih inget gue kan" ucap arka bersemangat sambil menunjuk dirinya sendiri dan tersenyum lebar.
Gladys masih berpikir keras mencoba mengingat ngingat, dia memperhatikan wajah cowok itu dengan seksama dan binggow dia langsung melebarkan mata nya senang.
"Kakak.. kak arka beneran ini kakak" ucap Gladys bersemangat sangking semangat nya dia sampai berkaca kaca.
"Iya gue, Gimana tambah ganteng yaa" goda arka sambil menyisir rambutnya menggunakan jari jari nya.
" Iya ,, aku sampai pangling . " Ucap Gladys bersemangat tanpa sadar dia *** surat yang sedari tadi dia genggam.
" Apa kabar ? makin cantik aja" ucap arka tersenyum.
"Baik kak, kakak gimana masih tinggal di rumah lama"tanya Gladys .
"Iya masih,"
__ADS_1
Seakan baru tersadar dia langsung menoleh ke arah Kania yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan sinis sambil bersedekap dada.
"Eh .. Kania sini kok diem di situ aja sihh" ucap arka menyuruh Kania mendekat.
" Ga .. buruan ngobrol nya, bentar lagi bel, loe mau gue tinggal ke kelas" ucap Kania judes
"Eh sebentar dulu ini ada Gladys loh.." ucap arka bingung.
"Ywd gue tinggal , ngobrol aja sendiri." Ucap Kania kesal sambil berbalik pergi sambil menghentakkan kaki nya dengan keras.
"Kenapa sih tuh anak, aneh banget perasaan . " Bingung arka .
Gladys hanya tersenyum menanggapi kelakuan Kania itu.
"Ya udah kak nanti kita ngobrol lagi sebentar lagi bel masuk, aku pergi dulu ya."pamit Gladys sambil berlalu dari hadapan arka.
Arka pun hanya mengedikan kedua bahunya bingung.
Dia segera menyusul Kania yang sudah lumayan jauh juga, dia pun berlari berusaha menjajarkan langkahnya bareng Kania.
"Tunggu dong.. cepet banget jalan nya. " Ucap arka ngos ngosan Karna berlari.
Kania tak merespon panggilan arka, dan terus saja berjalan tanpa perduli keberadaan arka.
"Loe kenapa sih? Loe marah sama gue!." Ucap arka sambil memegang pundak Kania dan membalikan badan Kania di depan pintu kelas nya.
"Apaan sihh.. gue gak apa apa!" Ucap kania memalingkan muka ke arah lain.
"Masa sih semenjak ketemu Gladys mood loe berubah gini, ada apa? itu Gladys lohh, adek kita. Dulu loe selalu antusias kalau ketemu dia?". Heran arka sambil menatap Kania lembut.
Kania membalas tatapan arka dengan pandangan penuh arti.
"Itu dulu arka, semua nya udah berlalu, sekarang udah gak sama lagi." Ucap Kania dalam hati sambil terus menatap mata arka sendu berharap arka mengerti dan membaca arti tatapan itu.
"HEY... NGAPAIN KALIAN MASIH DI DEPAN PINTU, PAKE TATAP TATAPAN SEGALA LAGI, KALIAN PIKIR INI ADEGAN ROMANTIS APA!. tegur guru matematika pak Bandi dengan suara toa nya itu.
Sontak hal itu langsung menyadarkan mereka berdua.
Kania yang salah tingkah pun langsung berbalik dan masuk ke dalam kelas nya dengan menunduk merutuki kebodohan nya yang tidak mendengar bell berbunyi.
Sedangkan arka menggaruk tengkuknya dan meminta maaf pada pak Bandi dan segera masuk kelas.
Dia terus berpikir ada apa, apa ada masalah? Dia belum mengerti arti tatapan Kania tadi.
Tak urung mereka pun menjadi tontonan murid satu kelas karna penasaran.
__ADS_1