
Kania's VOC
Setelah perkenalan dadakan itu, kania mengajak Rega untuk pulang karna sudah hampir pagi.
Mudah mudahan mamah nya masih tidur dan tidak tau kalau anak perempuan nya pulang pagi seperti ini ,,
Di perjalanan tampak hening, tidak ada yang memulai percakapan antar keduanya, mereka sibuk dengan pikiran masing masing.
Sesampai nya di rumah Kania Rega memberhentikan motor nya di ujung pagar dekat pohon besar guna menghalau orang rumah untuk melihat,, karna pohon itu lumayan besar dan tinggi jadi bisa di gunakan dalam si tuasikal seperti ini untuk bersembunyi.
Kania melepaskan pelukan nya pada pinggang Rega, dan segera turun dari motor besar itu dengan pelan.
"Kamu kenal sama cowok itu, kok dia ngelihatin kamu kayak tadi". Tanya Rega sambil menatap lurus penuh selidik.
Kania yang baru turun dari motor pun langsung menatap Rega kembali.
"Dulu dia tetangga aku, mungkin dia kaget lihat aku di sana". Ucap Kania sambil mengangkat kedua bahu nya cuek.
"Ya udah, aku masuk dulu ya. Kamu hati hati bawa motor nya ." Ucap Kania menyuruh reg segera pergi dari sana.
Sebelum pergi Rega pun mencium kening Kania singkat, mulai menstater motor nya cepat meninggalkan Kania sendiri di depan gerbang rumah nya..
***
Setelah sampai di kamar dia langsung mengganti pakaian nya dengan piyama tidur tak lupa mencuci muka nya, bisa gawat kalau mamah nya tahu dia tidur pake baju seperti ini.
Dia pun membaringkan badan nya di atas kasur empuk nya, sambil mengingat kembali pertemuan pertama nya dengan laki laki tadi setelah 5 tahun tidak bertemu rasanya ada yang aneh dengan perasaan nya.
Tak sadar Kania pun memejamkan kan mata nya tertidur...
***
"Kania bangun nak, kamu ga pergi sekolah" ujar mamah kania sambil menggoyang kan badan nya pelan.
"CK.. anak perawan kok kebo banget sihh buruan udah jam setengah 7 Kania....." Omel mamah kania sambil mengguncang kan badan Kania kencang..
"Iya mah iya.. ini udah bangun kok.." ucap nya sambil membalikan badan melanjutkan tidur..
Udah bangun gimana orang mata nya masih merem gitu, pikir mamah nya sambil geleng kepala heran..
Mamah nya pun melirik ke arah nakas kamar nya terdapat segelas air putih, Tampa pikir panjang menciprat kan sedikit air ke wajah putri nya itu.
"Mamaaaaahhh.... Ikhh ngantuk tauuu..." Ucap nya melotot kaget karena siraman dadakan itu,
"Buruan udah jam berapa itu." Ucap mamah Linda berlalu meninggalkan kamar anaknya..
__ADS_1
Kania pun langsung menuju karena mandi dengan mata setengah terbuka karena masih ngantuk,, bayangkan saja dia baru tidur jam 3 sekarang sudah dibangun kan paksa..
***
15 menit kemudian Kania sudah rapih dengan seragam sekolah nya, tak perlu berdandan lama karna tanpa dandan pun Kania tetap cantik..
Dia menuruni tangga dengan lesu, menghampiri sang mamah dimeja makan.
Tanpa duduk terlebih dahulu dia meminum susu nya dan mengambil selembar roti untuk sarapan.
"Aku berangkat dulu makh udah ke siangan nih.." ucap nya sambil berlalu tak lupa dia mengecup pipi sang mamah.
Mamah nya hanya mengangguk sekilas karna sedang sibuk membaca email dari klien. Ya mamah nya adalah wanita karir, dia punya butik yang lumayan terkenal di Jakarta ini.
Kalau papah nya Kania adalah pengusaha lumayan sukses di Jakarta,, walaupun bukan orang terkaya di Indonesia tapi lumayan pembisnis handal di negara ini.
"Ayo pak jalan, udah telat nihh.." ucap Kania sambil memasuki mobil mewah nya, melewati pak Kardi sang sopir keluarga yang sedang mengelap kap depan mobil.
Waktu menunjukan pukul 06.50 pasti dia akan telat yah bukan rahasia umum kalau Kania telat, Karn hampir setiap saat dia terlambat.
Ting... Bunyi motif grup chat pada handphone Kania..
Cewek cantik dan Baiq hati..
Vania Laurent: @maya fr alay lu bukan nya lu di kantin ya sama Alvin..🤔🤔🤔
Maya fr: Vania busuk gue udah balik lagi ke parkiran lihat belakang loe deh😜😜😜
Stevy L.A: bacot loe berdua!!
Maya fr: huuuu nenek lampir marah😬😬😬
Vania Laurent : huuuu nenek lampir marah😬😬😬(2)
Di parkiran sekolah, Vania dan Maya pun mendapat lirikan maut dari Stevy.. mereka pun langsung mengangkat tangan dengan mengacungkan jari tengah dan telunjuk membuat tanda damai, sambil menyengir lebar..
Kania Larasati: gue masih di jalan, kayak nya gue telat hari ini😪😪
Maya fr: kok loe ga bilang sihhh mau telat,,, gue kan juga mau ikutan😫😫😫
....
Kania pun langsung menutup aplikasi chat nya..
Tidak perduli dengan banyak nya notif dari sahabat sahabat nya,,
__ADS_1
20 menit kemudian baru lah Kania sampai sekolah..
"Pak.. pak.. berhenti di sini aja". Ujar Kania cepat.
"Siap non," turut pak kardi, tak banyak bicara dia pun menepikan mobilnya di pertigaan jalan sekolah, karna bukan sekali dua kali pak Kardi melakukan ini, setiap anak majikan nya telat pasti minta di turun kan di situ.
Karna menurut Kania percuma dia lewat depan gerbang sekolah ini sudah telat 10 menit pasti pak satpam tidak akan mau membuka gerbang nya..
Setelah turun dari mobil dia pun berjalan menuju ke arah belakang sekolah, menengok kiri kanan memastikan tidak ada yang melihat aksi nya sekarang..
Dengan lihai dia memanjat pagar tembok itu pelan pelan, beruntung pagar keliling sekolah nya menggunakan pagar tembok yang di tengah nya ada pijakan jadi dia dengan mudah memanjat pagar itu.
Dengan menyembulkan kepalanya saja, dia memastikan tidak ada guru yang berjaga di sana..
Setelah memastikan aman, dia pun mulia memanjat dengan hati hati..
Happ. . . Dia tersenyum bangga, tidak sia sia Waku kecil dia suka memanjat pohon mangga Bu asri tetangga rumah nya, ternyata ilmu itu bisa terpakai juga pas waktu genting begini..
Segera dia membersihkan roknya dari debu, dan berjalan menuju koridor dengan hati hati, mengintip di balik tembok tengok kanan kiri aman..
Saat hendak melangkah untuk kabur, ada yang menarik tas nya dari belakang membuat dia membeku seketika Karna terkejut.
"Mau ke mana kamu," ucap Bu Berta melotot sambil sebelah tangan nya memegang penggaris panjang, Bu Berta adalah guru piket Minggu ini,,
"Anu Bu itu...
"Udah cepetan ikut ibu," potong Bu Berta sambil menarik lengan Kania kencang.
Kania hanya bisa pasrah di tarik melewati koridor oleh Bu Berta, menuju ke tengah lapangan..
Di sana sudah ada 7 orang yang sangat Kania kenal sedang berbaris sejajar menghadap pak Wandi sang guru BK ,,,
Ketujuh orang di sana serentak menolehkan kepala mereka memandang Kania yang baru datang bersama Bu Berta.
Ke dua sahabat Kania hanya memberi kan cengiran puas nya pada Kania, kecuali Stevy yang memang agak cuek.
Sedangkan ke empat cowok itu langsung menghadap depan kembali, kecuali Leo yang memberikan cengiran khas nya pada Kania sambil melambaikan tangan dan menyapa Kania,, dan langsung mendapat jitakan maut dari sang ketua Rega sambil melotot pada leo seakan berkata "cari mati loe"...
"Kalian lagi, kalian lagi ternyata..!!!"
"Kalau ga bikin ulah,, pasti telat seperti ini, mau jadi apa generasi bangsa kita ini kalau anak muda nya seperti kalian yang tidak di siplin.!" Bentak pak Wandi sambil memberi ceramah panjang lebar untuk menasehati muridnya yang Badung itu..
"Sekarang kalian lari keliling lapangan 5 putaran, lalu bersihkan toilet sekolah, toilet perempuan oleh perempuan dan toilet laki laki oleh kalian mengerti.. jam istirahat pertama harus sudah kelar paham.." titah pak Wandi tegas,.
Mereka pun langsung berlari keliling lapangan sesuai instruksi pak Wandi..
__ADS_1