Kania

Kania
20. kabar buruk


__ADS_3

Setelah berhasil menenangkan mamah nya barusan, Kania akhirnya bisa bernafas lega saat mamah nya mau berobat ke psikiater setelah berbagai bujukan di tawarkan ke pada mamahnya.


Hari ini papah dan mamah nya akan pergi ke rumah sakit guna menemui dokter spesialis itu , Kania berharap mamah nya bisa kembali sembuh dari penyakitnya itu dan bisa bersikap normal kembali.


.


.


.


Hari ini Kania berencana ingin mengunjungi Gladys dan mamahnya di rumah sakit , karna sepengetahuan Kania Tante ivanna masih di rawat di rumah sakit dan belum di bolehkan pulang.


Kania bingung hendak memanggil apa pada mamahnya Gladys, dalam hati kecil nya dia ingin memanggil mamah karna bagaimana pun ikatan ibu dan anak masih terasa di hati Kania, tapi dia merasa belum pantas memanggil itu , entahlah mungkin dia juga sangat menyayangi mamah Linda yang sudah merawatnya sejak bayi.


Waktu menunjukan pukul 1 siang, kania sudah bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit menggunakan mobil mewahnya bermerk LEXUS LS keluaran terbaru pemberian mamah dan papah nya bulan lalu hadiah ulang tahun .


Kania segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.


Kania sendiri sudah memberitahukan papahnya kalau dia akan pergi kerumah sakit untuk menjenguk mamah nya Gladys, dan papah nya pun setuju , dan Kania meminta kepada papah nya untuk tidak memberi tahukan kepada mamah nya dia pergi kemana.


Jalanan siang ini sedikit padat, karna mungkin hari Minggu jadi banyak orang yang hendak pergi jalan jalan sekedar menghilangkan penat mereka.


45 menit kemudian Kania baru saja sampai di loby rumah sakit, dia segera memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit dan segera bergegas menuju lantai 3 di mana Tante ivanna di rawat.


Saat sampai di lantai 3 dan hendak menuju kamar inap Tante ivanna Kania tak sengaja melihat Gladys berjalan dari arah berlawanan mungkin dia habis dari ruangan dokter Kania tidak tahu, yang pasti Kania merasakan ada yang aneh saat melihat raut wajah Gladys yang terlihat murung itu.


Kania berhenti sejenak di sudut lorong , memperhatikan Gladys yang masih duduk di bangku depan kamar mamahnya berada, terlihat Gladys yang sedang membaca kertas entah kertas apa yang ada di tangan Gladys itu , sepertinya itu Hasil lab kesehatan mamahnya.


Kenapa Gladys kelihatan terpukul setelah membaca kertas itu , dengan rasa penasaran yang besar Kania sudah tidak bisa lagi tetap bersembunyi di balik tembok itu.


Dia berjalan pelan menghampiri Gladys yang masih terduduk di depan kamar inap mamahnya dengan raut sedih.


Kania duduk di sebelah Gladys , Gladys yang masih terpaku dengan pikiran nya sendiri tidak menyadari jika telah ada seseorang yang duduk di sebelahnya .


Kania mengintip sedikit kertas yang di pegang Gladys , merasa belum puas dan rasa penasaran nya kian meninggi Kania pun merebut paksa kertas itu dari tangan Gladys membuat Gladys tersentak kaget dan tersadar dari lamunan nya.


"Kania .. balikin." Ucap Gladys berusaha merebut kertas itu


"Diam Gladys!!" Sentak Kania


Kania membaca setiap tulisan di kertas itu dengan serius.


"Maksudnya apa ini ? Tolong loe jelasin tentang kertas ini dan apa kata dokter tadi? " Ucap Kania mulai panik

__ADS_1


Kania yang tidak mengerti tentang medis dan istilah istilah medis pun merasa bingung, yang dia paham hanya tulisan positif dan negatif saja, tapi dia belum berani menyimpulkan sendiri.


Galdys pun menceritakan secara detail tentang keadaan mamah nya itu.


FLASBACK..


Gladys baru saja selesai memberi obat pada mamah nya , menunggu mamah nya tertidur di ranjang nya .


Karna waktu sudah menunjukan pukul 12 siang dan Gladys merasa perutnya sudah keroncongan minta di isi.


Berhubung mamahnya sudah terlelap karena efek obat nya, Gladys pun memutuskan untuk pergi ke kantin sebentar.


Tak butuh waktu lama untuk Gladys memesan makanan di kantin rumah sakit ini, Gladys pun memakan santapan siang nya itu dengan tenang.


Sekitar setengah jam berlalu Gladys pun kembali ke ruangan mamah nya .


"Mamah udah bangun?"


"Mamah butuh sesuatu biar Gladys belikan ".


Buk ivanna membalas dengan tersenyum hangat.


"Mamah ga butuh apa apa kok."


"Aku habis dari kantin, nanti jam 1 aku harus bertemu Dr. Farhan, semoga hasil lab menunjukan hasil yang bagus ya mah? Aku takut mamah kenapa Napa!". Ucap Gladys sambil memeluk lengan mamah nya .


"Kamu tenang saja , mamah pasti baik baik saja kok" ucap mamah nya mencoba menenangkan.


"Tapi mamah selalu mengeluh sakit aku takut mamah kenapa Napa, karna aku ga mau kehilangan mamah". Isak Gladys seperti anak kecil dengan gaya merajuk.


"Aku ga mau sendirian, aku takut" 


Sambil terisak Gladys masih memeluk lengan sang mamah Dengan erat, seakan mamahnya akan pergi dari hadapan nya sekarang.


Mamahnya masih berusaha menenangkan anaknya itu, sambil mengusap pelan rambut panjang Gladys dengan penuh kasih sayang.


"Kamu ga akan sendirian sayang mamah akan selalu ada buat kamu."


Saat Gladys masih menangis di pelukan mamahnya tak lama pintu r asuangan terbuka, terlihat seorang dokter masuk di ikuti oleh seorang suster di belakang nya.


"Selamat siang ibu dan Gladys, maaf saya mengganggu waktu kalian , saya mohon izin untuk memeriksa kondisi ibu ivanna dulu ya" ucap dokter Farhan ramah.


Bu ivanna mengangguk mengiyakan , dan Gladys segera menjauh dari ranjang mamah nya

__ADS_1


Dokter pun mulai memeriksa Bu ivanna dengan seksama.


"Untuk saat ini kondisi ibu mulai stabil , ibu jangan terlalu banyak pikiran ya , obat nya harus di minum dengan rutin, dan istirahat yang cukup." Ucap dokter Farhan sambil tersenyum.


" Oh ya, seperti yang saya bilang waktu itu, hasil lab sudah keluar hari ini, dan saya meminta  Gladys untuk ikut saya ke ruangan untuk membicarakan hasil nya ."


Gladys pun langsung mengiyakan, dan setelah dokter Farhan dan suster keluar Gladys pun pamit kepada mamah nya untuk menemui dokter Farhan.


Gladys pun mengetuk pintu ruangan dokter Farhan setelah mendengar suara dokter Farhan menyuruh masuk Gladys pun segera masuk.


"Selamat siang dokter". Sapa Gladys sambil tersenyum .


"Siang juga, silahkan duduk" . Ucap dokter Farhan sambil mempersilahkan duduk tak lupa dengan senyum manisnya itu.


"Bagaimana dok keadaan mamah? Baik baik saja kan?"


Dokter Farhan menghela nafas sebentar sebelum menjelaskan perihal kondisi mamah Gladys.


Dokter Farhan pun membaca dengan seksama hasil lab tiga hari lalu dengan teliti.


"Jadi begini, menurut hasil pemeriksaan, kondisi mamah kamu tidak baik.


Dokter Farhan menjeda ucapan nya sebentar guna memperhatikan raut muka Gladys ,


Perasaan Gladys sudah tidak karuan mendengar penuturan dokter Farhan.


"Maksud dokter ? Ucap Gladys cemas"


"Bu ivanna  ternyata mengidap gagal ginjal stadium akhir, dan kondisi nya sudah semakin parah, mungkin akan di lakukan cuci darah seminggu 3 kali, atau jika ada pendonor yang cocok lebih baik di operasi , tapi kemungkinan pendonor itu sangat sulit, karna selain kita mencari yang cocok dan juga Bu ivanna harus daftar terlebih dahulu di rumah sakit jika membutuhkan ginjal segera.."


"Tapi masalah nya mendapatkan donor ginjal itu sangat sulit sekarang ini." Jelas dokter Farhan


Gladys yang mendengar penuturan dokter pun hanya bisa menangis terisak, Gladys tidak tahu harus bagaimana.


Pantas saja setahun belakangan ini mamah nya sering sakit sakitan dan sering  merasakan sakit di bagian pinggang dan perut bahkan sering sampai pingsan.


"Kalau saya mendonorkan ginjal saya bagaimana dok , apa ada kemungkinan berhasil? Tanya Gladys "


"50% berhasil 50% tidak ,karna kemungkinan ginjal kamu tidak cocok dan bisa menyebabkan kan kematian bagi salah satu nya.


"Terimakasih dok, saya permisi."ucap Gladys langsung keluar dari ruangan dokter Farhan dengan hati berkecamuk .


FLASBACK off

__ADS_1


Kania yang mendengar penjelasan Gladys pun sama terkejut, dia sangat sedih mendengar hasil pemeriksaan yang kata nya adalah mamah kandungnya itu.


__ADS_2