
Kania pun berjalan masuk ke dalam kamar Rega , dia berjalan pelan tanpa suara menghampiri Rega yang masih berbaring menghadap jendela kamar nya dengan sebelah tangan kanan menutupi mata nya.
Dia berhenti sejenak memperhatikan wajah lelah Rega, dan memutuskan untuk duduk di sisi ranjang Rega dan mengusap rambut Rega pelan.
Rega membuka mata nya karna merasakan usapan lembut dari tangan seseorang.
Dia melihat lewat ekor mata nya siapa yang berani masuk ke dalam kamar nya saat ini.
Saat melihat Kania yang masuk Rega pun menghembuskan nafas nya kasar.
"Kenapa ke sini di bawah lagi banyak orang" ucap Rega sambil memejamkan kan mata nya kembali.
"Tadi gue nyari loe, kata mereka loe habis berenang! Kenapa berenang malam malam?" Tanya Kania sambil terus mengusap rambut Rega pelan.
Rega tetap diam enggan menjawab pertanyaan Kania..
Kania berhenti mengusap kepala Rega, dan segera beranjak menuju balkon kamar Rega hendak melihat bintang di atas langit.
Rega yang merasakan usapan nya berhenti pun segera membuka mata nya dan segera duduk saat melihat Kania membuka jendela balkon kamarnya , membuat hembusan angin melalui balkon kamarnya masuk ke dalam kamar Rega.
Rega terus memperhatikan Kania yang terus saja menatap langit gelap itu, mungkin bintang di atas langit sana bisa di hitung pakai jari sekarang karna langit Jakarta sekarang tidak sebagus langit Jakarta dulu, mungkin efek polusi di mana mana jadi sang bintang pun enggan menampakan diri nya seperti dulu.
Kania terus memperhatikan langit malam dengan diam, sambil membayangkan setiap kejadian yang dia alami hari ini, itu seperti mimpi untuk Kania rasakan, karna semua nya serba tiba tiba buat Kania hadapi dalam satu waktu.
"Ada apa? Ucap Rega yang berada di samping Kania dan menatap Kania lekat"
Kania hanya tersenyum merespon pertanyaan Rega.
"Harus nya gue yang bilang sama loe! Loe kenapa?" Ucap Kania sambil tersenyum
"Gue ga apa apa." Ucap Rega sambil merngenyitkan halis nya.
"Kenapa loe murung , gak kayak biasanya?" Tanya Kania lagi.
"Biasa ortu gue selalu bawel nanyain ini itu terus, tapi ga balik balik." Ucap Rega sambil menghela nafas kasarnya.
"Mungkin mereka masih ada urusan, se enggak nya mereka masih memberi perhatian sama loe kan? Ucap Kania sambil tersenyum."
"Tadi kemana aja seharian ga bisa di hubungin? Padahal gue mau ngasih tau kalau semalam gue habis menang dari si Albert itu, loe tau kan cowok songong itu, sayang loe ga bisa lihat ekspresi tuh cowok saat gue menang!" Ucap Rega sambil tersenyum devil membayang kan muka musuh nya itu.
__ADS_1
"Sorry... Gue lupa simpen hp nya di mana jadi gak tahu siapa aja yang hubungin."
"Muka loe sedikit pucat ada apa? Loe sakit?" Ucap Rega sambil memperhatikan wajah kania dengan seksama.
Kania yang gugup di tanya seperti itu , hanya bisa memalingkan wajah nya ke sembarang arah.
"Masa sih? Mungkin karena kedinginan kali ya? Alibi Kania .
Rega pun menangkupkan kedua tangan nya pada wajah Kania dan menarik wajah Kania untuk menghadap pada nya.
Rega memperhatikan wajah Kania dengan lekat, mata nya yang indah , hidung nya yang mancung , bibir nya yang tipis dan merah alami di tambah polesan lipcream tipis membuat kesan glossy dan seksi.
"Kania, loe tahu? Semenjak gue pacaran sama loe, perlahan lahan perasaan gue udah mulai terbiasa sama loe, ada rasa nyaman di hati gue buat loe. Meski hubungan kita di mulai kurang baik tapi dengan berjalan nya waktu, gue ngerasa gue udah mulai sayang sama loe." Ucap Rega sambil menatap mata Kania lekat.
Kania yang mendengar pengakuan Rega menegang seketika, antara percaya dan tidak percaya , jantung Kania bergemuruh di dalam dada nya, perasaan apa ini? Kania bimbang dengan perasaan nya sendiri, sejak tahu kalau Gladys adalah adik nya dia merasa bersalah sedikit terhadap nya dan Rega , bagaimana pun kandas nya hubungan Rega dan Gladys ada kaitan nya dengan campur tangan Kania.
Rega pun mendekatkan wajahnya kepada Kania, perlahan tapi pasti , dia menunduk hendak mencium bibir Kania.
Kania yang masih syok itu hanya bisa diam saat Rega semakin mendekatkan wajah nya kepada dirinya , dan Rega pun berhasil mencium kania dengan lembut tanpa ada gerakan sedikitpun.
Mereka hanya saling menempelkan bibir mereka tanpa niat untuk melakukan lebih jauh lagi.
Rega pun melepaskan kecupannya di bibir Kania dan tersenyum sambil berkata , "loe cantik." Sambil menyentuh bibir Kania lembut.
Kania yang masih merasakan keterkejutan nya pun masih menunduk malu, karna ini adalah ciuman pertama mereka selama mereka pacaran .
Rega yang melihat Kania masih menunduk malu pun hanya terkekeh pelan, dan langsung memeluk Kania erat menyalurkan segala kegundahan hatinya yang sedari tadi menyerang nya.
Dia menghirup bau Kania yang menenangkan bagiannya dan memejamkan mata nya sebentar.
Kania yang merasakan pelukan itu pun langsung membalas pelukan Rega dengan erat, Kania tahu Rega sedang tidak baik baik saja, Kania pun merasakan hal yang sama karna dia pun baru saja melewati hal berat bagi hidupnya hari ini.
Tanpa mereka sadari di depan pintu sedari tadi ada yang sedang memperhatikan mereka sejak mereka berada di jendela sampai mereka berciuman.
**********
Waktu menunjukan pukul 10 lebih dan kediaman Rega sudah mulai ramai oleh para sahabatnya .
Rega dan Kania pun ikut bergabung kembali bersama mereka dengan wajah penuh binar bahagia.
__ADS_1
"Waaahhh niihh tuan rumah kemana aja sihh , loe tahu hampir aja nih rumah gue acak acak " ucap leo dengan suara keras dan drama nya.
"Kalau sampai berani loe tinggal gue lempar ke kandang si Hercules ." Ucap Rega santai.
Hercules adalah anjing peliharaan Rega yang terkenal galak kalau ketemu orang baru.
Hercules adalah jenis anjing DOBERMAN pinschers yaitu yang sangat berbahaya dan peka jika merasakan tanda bahaya.
Leo yang mendengar itu pun hanya bergidik ngeri dan menatap Rega horor .
"Sadis bener lu sama temen."
Sontak hal itu membuat teman teman nya tertawa dan kembali meledek leo...
"Susah emang jadi orang ganteng pasti banyak hatters nya" ucap leo sambil bergaya so cool dan menyisir rambut nya kebelakang dengan kelima jarinya.
"Halah ganteng dari mana, masih juga gantengan si Hercules dari pada loe". Ucap Maya sambil meledek leo.
Semua teman nya tertawa karna ledekan Maya.
Leo yang mendengar itu pun sontak melototkan mata nya tidak percaya pada Maya, dia tidak terima di samakan dengan si Hercules yang hitam itu.
"Wahh loe emang dari tadi belum gue kasih hadiah ya may , sini loe jangan ngumpet di ketek Alvin mlu." Ucap leo sambil mengacak acak rambut Maya membuat Maya berteriak histeris karna rambutnya di acak acak oleh leo.
Alvin yang merasa jengah dengan keributan dua manusia itu pun segera menyeret leo dan memindahkan ke dekat tempat panggang untuk menggantikan nya memanggang daging .
" Eh maksudnya apa nih baru aja loe gantian sama gue buat manggang." Ucap leo tak terima pasalnya leo baru saja gantian dengan Alvin memanggang daging.
"Udah loe di situ aja pusing gue denger loe ribut Mulu". Ucap Alvin sambil duduk di dekat pacar nya itu .
"Emang ya ga laki nya, ga cewek nya , ga ada yang bener, emang cocok kalian jadi best couple terlaknat." Ucap leo jengkel sambil kembali memanggang daging dan jagung yang tersisa
***NIH AKU KASIH POTONYA SI HERCULES BAGAIMANA UDAH SEREM BELUM😁😁😁
IKUTIN TERUS KISAH KANIA YA, TERIMAKASIH BUAT YANG SUDAH BACA, LIKE DAN KOMEN CERITA KU INI, .
DI TUNGGU NEXT PART NYA YA SAYY..😘😘😘😘***
__ADS_1