
Di ruang makan yang lumayan luas itu terdapat satu keluarga sedang menikmati sarapan pagi mereka dengan tenang.
Kania memakan makanan nya dengan tenang, sesekali matanya melirik kepada mamah dan papah nya.
Mamah nya masih terlihat diam, walau papah nya sesekali melirik sang istri, dan mengajak berbicara walau sekedar minta ambilkan kopi atau makanan.
Kania benci suasana seperti ini, dia merasa asing dengan keadaan keluarga nya sekarang.
Mamah nya pun beranjak dari duduknya dan segera masuk ke dalam kamar tanpa sepatah kata pun.
Papahnya hanya bisa menghela napas lelah karna di acuhkan oleh istri nya sendiri.
Kania memberanikan diri melihat ke arah papah nya dan mengajak nya untuk berbicara .
"Papah, boleh aku tanya? Ucap Kania sambil menatap papah nya.
Pak satya pun menegakan tubuhnya yang sedari tadi bersandar pada kursi makan.
"Tanya apa sayang? Jawab pak satya"
"Kenapa papah lakuin ini kepada keluarga kita" ucap Kania lirih.
" Papah tahu? sekarang hubungan aku sama Gladys juga tidak baik, itu semua karena ulah papah dan Tante ivanna!" Ucap Kania menahan sesak di dada nya.
"Kamu percaya sama papah kan? Papah tidak ada hubungan apapun dengan Tante ivanna." Ucap papah nya meyakinkan.
"Tapi aku sering lihat papah jalan berdua di kafe atau di mall!.
"Aku selama ini diam pah! Tapi bukan berarti aku gak tahu! Aku sering lihat papah nganterin pulang dia, makan bareng, bahkan di saat aku lagi butuh papah buat temenin aku beli kado buat aku sendiri papah malah pergi berdua sama Tante ivanna, aku lihat itu semua pah.!! Kenapa sih pah? Apa keluarga kita sudah tidak penting lagi? Ucap Kania sambil terisak."
"Bukan seperti itu maksud papah nak, papah sayang sekali sama keluarga ini , papah sayang kamu papah sayang mamah kamu, tapi papah belum bisa cerita sekarang! Ucap pak satya sambil berdiri dan merengkuh anak semata wayang nya itu."
"Kalau papah sayang papah tinggalin dong wanita itu, jangan berurusan lagi dengan mereka"ucap Kania setengah merengek dan terisak sambil mencengkram erat kemeja papah nya.
" Papah belum bisa Kabulin itu, nanti kamu akan mengerti dengan sendiri nya, buat sekarang papah belum bisa jelasin ke kamu dan mamah kamu" ucap pak satya mengusap ngusap punggung anak nya dengan sayang upaya menenangkan.
Tanpa mereka sadari sedari tadi mamah Kania mendengar semua pembicaraan anak dan papah itu, mamah Linda merasa terkhianati oleh anak dan suaminya.
Kenapa cuman di yang tidak tahu sama sekali, apa dia kurang peka atau dia kurang perhatian pada keluarga sehingga suaminya bisa berpaling pada wanita lain.
__ADS_1
Anak nya pun sudah tahu sejak lama hubungan tidak beres suaminya dan wanita itu, kenapa dirinya tidak menyadari nya.
Dengan menahan sakit hati yang tiada Tara dan menahan kesal pada diri sendiri mamah Kania mengepalkan tangan nya erat menyalurkan rasa kecewa nya itu.
Dia pun berjalan menghampiri dua orang itu dengan perasaan campur aduk, dengan mata memerah menahan amarahnya dan tangis, badan nya bergetar dan dada nya kembang kempis pertanda marah luar biasa.
"Jadi selama ini kamu sudah tahu kania?" Ucap mamah nya dengan tatapan tajam penuh kekecewaan.
"Mah... Aku ... Aku .. sebenarnya.. " gelagapan Kania menjawab pertanyaan mamah nya dengan perasaan takut.
"KENAPA KAMU TIDAK MEMBERI TAHU MAMAH SEBELUMNYA?" Ucap mamah nya murka.
"Apa kamu sengkongkol dengan papah kamu..??"
"JAWAB MAMAH KANIA! " Ucap mamah nya keras sampai terdengar ke penjuru ruangan.
Sampai BI Surti pun lari tergopoh-gopoh untuk melihat apa yang terjadi di ruang makan, BI Surti pun hanya menyaksikan dari jauh tak berani mendekat.
"CUKUP LINDA...! kamu tidak perlu membentak Kania seperti itu!. Ucap pak satya membela Kania yang makin terisak di pelukan papah nya.
" Saya yang salah di sini, Kania tidak tahu apa apa!. Ucap papah nya lagi dengan nada lebih rendah .
"Lebih baik sekarang kamu pergi saja dari sini, saya tidak mau melihat wajah kamu lagi." Ucap mamah Linda sambil memalingkan muka nya menahan tangis.
"Apa yang kamu katakan? Sadarlah Linda aku ini suami mu! Ucap papah Kania sambil menghampiri istri nya yang masih terisak.
"Suami macam apa yang berselingkuh!." Marah mamah Kania sambil menepis lengan suaminya
"Ayo ikut aku! Sudah saatnya kamu tahu yang sebenarnya !. Ucap papah Kania sambil membawa Linda berjalan keluar dan memasuki mobil bersama sang suami.
Kania yang menyaksikan itu pun langsung bergegas menyusul mamah dan papah nya.
"Mah pah, kalian mau kemana ? Ucap Kania berusaha mengejar mereka"
Tapi tetap saja seakan tidak mendengar kania, mamah dan papah nya terus berjalan dan pergi dari rumah dengan mobil nya .
Tidak tinggal diam Kania pun berlari ke dalam rumah kembali untuk mencari kunci mobil nya sendiri dan hendak menyusul orang tua nya .
Dia naik ke atas kamar nya, mencari keberadaan kunci mobil nya namun nihil tidak ketemu.
__ADS_1
Kania pun turun kembali ke bawa guna mencari kendaraan lain .
.
.
.
.
"Arka kamu bangun dong mentang mentang libur ya ,bangun nya siang." Ucap mamah nya sambil mengguncangkan tubuh nya supaya bangun.
"Hmm.. bentar mahh .." ucap arka menutup seluruh badan nya menggunakan selimut.
"Bangun arka cepat jam 8 kan kamu mau ke tempat Tante mu gmna sihh,, mamah udah mau berangkat nihh cepat bangun" ucap mamah nya mengguncangkan badan nya dengan lebih keras.
"Cepat mandi awas saja kalau telat, mamah potong uang jajan kamu.!" Ancam mamah nya telak. Sambil meninggalkan kamar anaknya itu.
"CK... Iya iya nih udah bangun." Ucap arka, sambil bangun dengan terpaksa.
Arka duduk terlebih dahulu mengumpulkan nyawa nya, dan beralih menatap jam yang ada di dinding dekat nakasnya baru pukul 7 pagi, dasar mamah nya ini berangkat nya kan jam 8 kenapa di bangun kan lebih awal sihh dumel arka dalam hati.
Sambil mengacak rambut nya asal, dia pun berjalan menuju kamar mandi sesekali dia masih menguap menahan kantuk.
Setelah 15 menit dia mandi dan berpakaian rapih dia pun menyibakkan gorden kamarnya untuk menghirup udara sebentar sekalian melihat rumah kania, secara tidak sadar itu telah menjadi kebiasaan arka sejak pulang dari Bali.
Dia mengernyit menyipitkan mata nya berusaha mempertajam penglihatan nya pada objek di bawah sana.
Di sana ada Kania yang sedang mengejar orang tua nya yang sedang menaiki mobilnya hendak pergi entah kemana, dan Kania berteriak memanggil mereka tapi tidak tinggal hiraukan.
Arka masih terus memperhatikan kejadian di bawah sana dengan seksama Sampai mobil kedua orang tua Kania berlalu , saat Kania berlari masuk ke dalam rumah dengan tergesa gesa arka pun segera masuk dan turun ke bawah hendak menemui Kania dan menanyakan apa yang terjadi.
Saat Samapi di depan rumah Kania arka pun hendak masuk ke dalam tapi sebelum arka masuk terlihat Kania yang sedang turun dari tangga dengan tergesa gesa, dan arka pun langsung menghampiri Kania dengan khawatir.
"Hey loe kenapa?"ucap arka menghampiri kania yang sepertinya tidak sadar akan kehadiran arka di rumah nya.
"Ar.. arka loe.. loe mau anterin gue kan please Ar gue butuh bantuan loe? Ucap Kania sambil memohon dan menangis.
"Iya .. iya.. ayo ikut gue.. " ucap arka sambil menggenggam tangan Kania lembut menuju rumahnya untuk mengambil motor nya .
__ADS_1