
"kita mau ke mana?" Ucap arka setengah berteriak karna terlalu bising dengan suara knalpot nya.
" Gue mau ngikutin orangtua gue tapi gue kehilangan jejak mereka". Ucap Kania setengah frustasi karena tidak menemukan mobil orang tua nya.
" Menurut loe mereka bakalan kemana?" Tanya arka lagi
Kania berpikir sebentar menduga duga kira kira orangtua nya akan pergi kemana.
" Coba kita ke rumah Gladys!. Ucap Kania memberi instruksi pada arka .
Arka mengernyitkan halis nya bingung " kenapa kerumah Gladys?"
"Jalan aja , loe ga lupa kan rumah nya?" Ucap Kania
Arka pun menambah kecepatan motornya, menerobos kendaraan yang berlalu lalang dengan lihai.
**************
15 menit kemudian sampai lah mereka di kediaman Gladys , rumah minimalis bercat putih itu terlihat sepi.
"Loe yakin mereka ada di sini?" Ucap arka memastikan.
"Gue ga tau, kita coba aja masuk dan tanyain ". Ucap Kania berjalan terlebih dahulu meninggalkan arka di belakang yang masih mengamati rumah itu .
Kania pun mengetuk pintu rumah itu berulang kali dengan tidak sabar.
"Permisi..." Ucap Kania sambil mengetuk pintu rumah itu terus menerus.
"Ga ada orang kayak nya, sepi banget". Ucap arka di samping Kania sambil mengamati sekitar mencari seseorang siapa tau ada pembantu nya atau tetangga yang bisa dia tanyai.
"Pada kemana ya orang nya. " Ucap Kania gelisah sambil celingukan.
"Coba deh telpon Gladys tanyain lagi di mana." Usul arka.
Ragu ragu Kania menyalakan handphone nya menimbang nimbang untuk menghubungi Gladys atau tidak.
"CK lama banget deh sini gue yang telpon." Ucap arka sambil merebut handphone Kania dari tangannya.
Kania yang kaget langsung melotot kesal pada arka dan hendak protes pada nya.
"Sttt.. " arka memberi isyarat pada Kania untuk diam sebentar.
Tuuuuuttt..... Tuuuttttt..... Tuuuttttt...
Berulang ulang arka mencoba menelpon Gladys tapi belum di angkat juga.
Setelah panggilan kelima nya barulah di angkat oleh Gladys.
"Hallo.." ucap Gladys di sebrang sana
__ADS_1
"Hallo Gladys, ini gue ARKA, gue lagi sama Kania nih. MMM.... Kita boleh tau ga kalian ada dimana soalnya kita lagi di depan rumah loe tapi kissing ga ada orang kayak nya." Ucap arka menjelaskan pada Gladys.
"Owh,, iya gue emang ga ada di rumah, gue lagi di rumah sakit.
"Rumah sakit mana ? boleh kita kesana?" Ucap arka terkejut .
Kania yang mendengar rumah sakit pun sama terkejut nya dengan arka, ada apa pikir nya.
"Ok tunggu kita bakalan segera kesana." Ucap arka memutuskan telepon nya.
"Ayo kita segera kesana" ucap arka menarik pergelangan tangan Kania.
"Ada apa kenapa Gladys di rumah sakit?". Ucap Kania setengah khawatir.
Arka hanya diam dan segera menyuruh Kania menaiki motor nya .
Kania pun menurut , dia segera menaiki motor arka dengan perasaan tak menentu .
Mereka pun melesat pergi meninggalkan rumah Gladys dengan segera.
***********
Mereka berjalan tergesa seperti setengah berlari mencari kamar melati nomer 306, banyak perawat suster berlalu lalang di koridor itu.
Mereka menaiki lift menuju lantai 3 karna menurut informasi resepsionis tadi kata nya kamar melati terletak di ruang kelas satu dan di lantai 3.
Mereka menyusuri ruangan demi ruangan melihat nomer yang terpasang di depan pintu.
Dengan ragu Kania membuka kenop pintu dengan perlahan.
****
Terlihat sepasang suami istri tengah berjalan menyusuri koridor rumah sakit, mereka berjalan beriringan dengan raut muka yang terlihat sangat serius.
Bu Linda hanya diam mengikuti sang suami berjalan yang entah akan membawanya pergi ke mana.
Saat sampai di rumah sakit dia sedikit terkejut ada apa suami nya membawa dia ke rumah sakit? Apa suami nya sakit parah tanpa sepengetahuan selama ini atau ada apa? Pikir Bu linda .
"Kenapa kita ke sini?" Tanya bu Linda sambil menarik lengan suami nya yang sejak tadi menggenggam tangan nya erat.
Melihat wajah bingung istri nya pak satya pun membalas dengan tersenyum menenangkan sambil berkata" aku akan menjelaskan sama kamu semuanya di sini. Apa kamu siap?"
" Tapi aku punya satu permintaan sama kamu? Kamu harus janji sama aku apapun yang terjadi kamu harus terima itu dengan hati yang ikhlas ya mah! Kamu harus terima apapun itu, kalau kamu siap kita akan lanjutkan perjalanan ini?" Ucap pak satya menjelaskan.
Bu Linda mengernyit tidak mengerti apa yang di maksud suami nya itu.
"Maksud kamu itu apa sih? Kalau yang kamu maksud tentang perselingkuhan kamu, aku tentu saja akan marah, aku tidak akan terima begitu saja!." Ucap Bu Linda sambil menghempaskan pegangan suaminya itu.
" nanti di sana kamu akan tahu yang sebenarnya! Yang pasti aku tidak pernah selingkuh dengan ivanna."
__ADS_1
"Ok aku mau." Putus Bu Linda akhirnya.
Pak satya membawa Bu Linda pergi dari bangku itu, menelusuri setiap ruangan yang ada di lantai 3 itu.
Kamar melati nomer 306, setelah yakin itu kamar yang akan mereka tuju, pak satya memegang handle pintu dan membuka nya dengan perlahan.
Di sana terdapat seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik berbaring di atas ranjang rumah sakit, dengan sebelah tangan nya di infus, dan sedang di suapi makan oleh anak perempuan nya dengan telaten.
Sang anak yang menyadari ada yang masuk ke dalam kamar rawat mamah nya pun menoleh ke arah pintu dan tersenyum sopan tanda menyambut sang tamu.
"Satu suap lagi ya mah, aaa... "Ucap Gladys dengan lembut dan sabar membujuk sang mamah supaya menghabiskan makanan nya.
Mamah nya menggeleng kan kepala nya tanda menolak suapan Dari anak nya itu.
"Mamah sudah kenyang gladys." Ucap mamah nya menolak suapan anak nya itu.
Gladys pun pasrah dan tidak memaksa mamahnya untuk makan lagi, dia menaruh tempat makan rumah sakit di atas nakas dan berdiri menyalami tamu nya itu.
"Selamat siang Tante dan om." Ucap Gladys ramah dan memberikan senyum manis nya .
Mamah Gladys pun segera menoleh ke sumber suara dengan cepat, bersiap memberi sambutan pada tamu itu, tapi detik berikutnya ekspresinya sedikit berubah dan canggung saat melihat ada Bu Linda di situ yang sedang menatap nya datar.
"Apa kabar mbak, lama tidak bertemu? Ucap Bu ivanna canggung."
Bu Linda hanya memalingkan muka nya dengan raut muka tak suka, sembari mencengkram pada lengan suami nya erat.
Ivanna hanya bisa tersenyum miris melihat nya.
"Gladys apa kami bisa bicara dengan mamah kamu? Pinta pak satya penuh harap.
Dengan penuh pertimbangan akhirnya Gladys mengizinkan mereka untuk mengobrol dengan mamah nya, dan Gladys pun pamit untuk menunggu di luar .
Pak satya beserta istrinya berjalan mendekat pada ranjang ivanna hendak melihat keadaan sahabat nya itu.
"Gimana keadaan kamu sudah lebih baik?" Ucap pak satya perhatian .
Dengan tersenyum canggung Bu ivanna membalas ucapan pak satya dengan pelan dan sesekali melirik pada Bu Linda segan.
" Saya sudah lebih baik, mungkin besok atau lusa sudah di izinkan untuk pulang ."
"Kalian hanya berdua kesini" ucap bu ivanna hati hati sambil sesekali menengok ke arah pintu.
"Iya kami hanya berdua" ucap pak satya
Membuat Bu Linda mengernyit bingung mendengar percakapan mereka berdua dan sedikit mendengus tak suka.
Bu ivanna yang mendengar dengusan itu walau secara samar pun merasa canggung .
"Sebenarnya kami datang ke sini ingin meluruskan tentang gosip yang selama ini menyebar tentang kamu dan saya ivanna ." Ucap pak satya to the point.
__ADS_1
Membuat Bu ivanna menegang seketika mendengar ucapan pak satya barusan.
Apa kata nya ingin meluruskan. Secepat ini kah? Pikir nya.....