Kania

Kania
Eps 31


__ADS_3

***** Sesampainya di TU ****


Selain banyak kendaraan yang lalu lalang banyak juga orang orang yang berjalan melintas disana. hingga Membuat TU penuh dengan ka layak muda mudi darimana mana. Berhubung TU sangat padat dan tak ada tempat duduk kosong akhirnya, Kania dkk mampir kesamping TU yang kebetulan itu warung abang batak yang akrab juga dengan mereka.


Terlihat abang Rambe yang pemilik warung sedang melayani pembeli. Kania memiringkan kepalanya disela makanan yang menggantung di warung. Abang Rambe pun melihatnya, si abang pun langsung menyapa Kania.


"Hei, Kania!!" Sapa si abang, sambil tersenyum lebar. "Kemana aja kamu! Ga pernah kelihatan." Lanjut si abang bertanya.


"Ada, bang." Jawab Kania.


Setelah tak ada pembeli si abang pun keluar depan warung menghampiri Kania dkk. Mereka mengobrol bersama sambil tertawa canda. Tak lupa si abang pun mengeluarkan sepack kuaci untuk melengkapi obrolan mereka.


Banyak orang yang menongkrong diwarung si abang Rambe baik perempuan atau pun laki laki mereka juga pada dekat dengan si abang Rambe tapi disamping itu abang Rambe lebih baik dan dekat dengan Kania dkk.


Kania sangat menikmati malam ini, karna Sudah lama sekali Kania baru menongkrong lagi di TU dan bertemu teman teman yang lain disana. semenjak dia kerja dia tidak pernah mampir untuk nongkrong di TU.


Ditengah keasikan dalam candaan obrolan mereka, Kania melihat jam ditangannya tak terasa sudah jam sembilan malam. Kania pun berbicara pada teman temannya bahwa dia akan segera pulang. Ella dkk dan si abang Rambe pun menahan Kania agar jangan dulu pulang. Tapi Kania bersikukuh dengan lembut dan tenang dia akan pulang duluan. Kania pun berpamitan dan berjalan pulang.

__ADS_1


Saat pulang Kania memilih jalan pintas yang kecil yang ada di sebrang warung si abang Rambe. Walau gang itu kecil dan gelap Kania lebih memilih jalan itu karna kalau melewati jalan utama akan jauh memutar. Saat Kania masuk ke gang itu ada seorang yang sedang berdiri di kegelapan. Tak jelas terlihat di depan yang Kania lihat itu siapa tapi Kania tetap meneruskan jalannya. Di pertengahan saat Kania melintasi orang orang itu tiba tiba salah satu dari orang yang mengobrol itu menarik tangan Kania. Hasilnya Kania pun tertarik hingga membuat kening Kania terjedot ke dada seseorang yang menariknya.


"Auuuwwww" Teriak Kania sambil memegang jidatnya. "Apaan sih loe!! kurang ngajar, tarik tarik orang sembarang." Ucap Kania kesal sambil sedikit rasa takut Kania melihat ke atas orang yang menariknya.


Terlihat samar samar dikegelapan wajah orang itu, Kania terus melihat wajah orang itu. Tapi laki laki itu tidak berbicara sedikit pun. Makin lama makin jelas, rupanya yang menarik Kania itu vian teman kania dan dia adalah pacarnya nisa.


Kania kaget setelah tahu yang menariknya itu vian...


"Vian!!" Ucap Kania. "Sakit tau jidat gue." Tambah Kania sambil memegang jidatnya kembali. "Ngapain loe diam disini, gelap gelapan sendiri lagi kayak setan aja loe ngagetin gue." Ucap Kania dengan lantang dan kesal.


"Ih apaan sih!!" Ucap Kania sambil menepiskan tangan vian.


"Gawe diamana loe" Tanya vian sambil tersenyum.


Kania tidak menjawab tanya dari vian. Kania malah balik bertanya pada vian "Ngapain loe, disini mana nisa."


Vian pun menghembuskan nafas sambil berkata, "dasar gue tanya malah balik tanya!" Sambil membuang muka dan melihat kembali ke wajah Kania. "Gue disini sengaja nunggu loe,. tadi gue lihat loe sama teman teman loe lagi ngobrol diwarung terus gue tunggu loe disini karna gue yakin loe pasti pulang lewat sini" Ucap vian. "Kalau nisa gue ga tau." Ucap vian.

__ADS_1


"Nunggu gue!!! Ngapain nunggu gue??' ucap kania.


"Udah lama gue ga ketemu sama loe, kangen gue" Jawab vian sambil mencubit pipi kania.


"Adaaaawwww, sakit tau" Ucap kania sambil memegang 2 pipi yang vian cubit. "Ya wajar lah loe kangen sama gue, secara gue emang ngangenin" Jawab kania sedikit belagu. Sambil menarik nafas kania melanjutkan omongannya "hahhhh!! Tak disangka Rupanya selama gue ga pernah main semua orang ngangenin gue ya".


Vian terus memandang wajah kania dengan penuh perasaan. Karna dalam hati vian, vian jauh menyayangi kania daripada nisa..


" Udah ah, gue mo balik awas" Ucap kania.


"Jangan dulu sebentar lagi ya!" Ucap vian sambil menghalangi jalan kania. Kania hanya melihat wajah vian. "Gue antar loe balik ya!" Lanjut vian.


"Ahhh, ga perlu. Awas gue mo balik" Ucap kania sambil menyingkirkan tangan vian. Dan kania pun berjalan pulang meninggalkan vian.


Vian terus melihat kania berjalan dengan tersenyum........


______--_______--_____

__ADS_1


__ADS_2