Kania

Kania
22. bingung


__ADS_3

Semenjak kejadian kemarin, mamah linda bersikap semakin posesif terhadap kania.


Mamah linda selalu menanyakan keberadaan kania, jika dia pulang telat, jika kania tidak menjawab telpon nya, maka saat pulang nanti mamah linda pasti akan marah dan mengancam akan membawa kania pindah ke luar negri.


Sudah hampir sebulan kania merasa terkekang, intesitasnya untuk bertemu ibu kandung nya pun semakin berkurang, paling hanya 1 minggu sekali sampai 2 minggu sekali, tergantung pada papah nya bisa membujuk sang mamah untuk terapy dan mau di ajak jalan jalan, baru kania bisa bertemu ibu kandung nya dengan leluasa.


Hubungan kania dan gladys pun semakin membaik di lingkungan sekolah, membuat teman teman kania merasa bingung dengan perubahan kania akhir akhir ini.


"Gue perhatiin sekarang loe makin deket sama si gladys?" Tanya stevy sambil memainkan sedotan  dengan cara di putar putar di gelas jusnya.


Sontak saja pertanyaan itu membuat ketiga orang yang sedang menikmati makanan nya di meja kantin terhenti sesaat.


Maya yang paling semangat mendengar itu, langsung menfokuskan pandangan nya pada kania dan meletakan sendok siomay di tangan nya dengan gerakan cepat, dan langsung mengangguk setuju.


"Bener banget, gue lihat beberapa kali loe sering berangkat dan nebengin gladys  pulang pergi ke sekolah! " Ucap maya sambil mencondongkan badanya ke arah kania.


"Huft...." Kania membuang nafas lelah mendengar pertanyaan dari sahabatnya ini.


"Ada apa? Loe ga mau cerita sama kita?" Ucap vania menengahi


"Kalian bisa kerumah gue nanti malam kan? Gue bakalan cerita semuanya nanti malam sama kalian? " Ucap kania akhirnya dengan muka bingung .


walaupun di tutupi dengan senyum kalem dan menenangkan kania, tapi mereka tahu , ada berita penting yang di sembunyikan oleh sahabatnya itu.


"Ok." Ucap mereka menganggukan kepala tanda mengerti.


"Thank's ya." Ucap kania tulus sambil menatap ketiga sahabatnya itu dan tersenyum manis .


Mereka pun melanjutkan santap siang nya yang tertunda tadi, sesekali mereka tertawa membahas hal tidak penting lainnya, sambil memunggu bell masuk berbunyi mereka tetap nongkrong di kantin sambil menggunakan wifi sekolah untuk mendowload film film kesukaan mereka untuk di tonton nanti malam di rumah kania.


.


.


.


.


.


Teeeetttt... Teeeetttt... Teeeeetttt....


Bunyi bell pulang sudah berbunyi nyaring pertanda semua mata pelajaran sudah usai.


Seperti biasa kania the genk selalu keluar kelas paling belakang karna malas berdesakan dengan teman kelas mereka.


"Nanti malam jadi kan ke rumah gue?"


"Jadi dong.. kebetulan kan malam minggu, gue bisa begadang sepuasnya.. hehe.. " ucap vania semangat.


"Yups.. gue juga udah bilang alvin supaya absen dulu malming sekarang, kapan lagi coba kita quality time ber 4 , iya gak?". Ucap maya antusias.


Mereka semua tersenyum senang menanggapi seruan maya.


"Emang kalian mau ngapain?" Kepo arka yang diam diam menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


Sontak saja mereka ber empat kompak menatap arka yang duduk di barisan meja sebelah kania.


"Kita kan mau nginep di rumah kania ka, mau quality time khusus cewek aja." Ucap maya.


"Oh.. jadi kalau gue bertamu ga bakalan di bukain pintu dong?" Tanya arka menggoda mereka.


"Ya gak lah nama nya juga khusus cewek ga boleh ada cowoknya." Sambar vania.


Arka hanya menaiki sebelah alisnya tanda tak mengerti.


"Udah deh ar jangan kepo." Ucap kania cepat.


Sebelum arka menjawab kania, dari arah pintu masuk sudah ada rega dan alvin sedang berjalan ke arah meja kania dan teman teman nya berada.


"Hai, yuk balik." Ucap rega sambil mengacak pucuk kepala kania pelan.


"Eh, emm..  gue balik bareng arka, iya kan ar, kita kan mau beli peralatan buat tugas kelompok dulu" ucap kania sedikit gugup, sambil melirik arka dan sedikit menyenggol sepatu arka membuatnya mau tak mau mengiyakan walaupun sedikit bingung.


Rega menyadari gelagat aneh dari kania, tidak biasanya dia menolak ajakan rega mendadak.


Semua teman teman nya pun menatap aneh mereka berdua.


"Emang nya kita punya tugas ya? " Bingung maya.


"Ada may, tugas pak muklis , masa loe lupa?" Ucap kania buru buru.


" Ya udah yuk, ar kita cabut, takut keburu sore, dah semua." Ucap kania sambil menggendong tas nya dan menarik tangan arka cepat.


Arka yang di tarik tiba tiba hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah kania, tak lupa ia juga berpamitan pada mereka semua. " Gue duluan ya."


"Kenapa sih kania, aneh banget." Gumam vania pelan.


"Mau kemana tuh si arka sama kania, kok gandengan begitu?" Tanya leo yang baru datang bareng ricard.


Saat leo melihat ke arah rega, seketika itu dia membungkam mulut nya rapat, dan langsung nyengir kuda merasa bersalah karna melihat aura mengerikan dari rega.


"Hehehe.. sorry masbrow, viiis "sambil mengangkat jari telunjuk dan tengah bersamaan membentuk huruf V.


"Lue sih.."ucap ricard menabok pundak leo kencang membuat sang empu memekik sakit dan jengkel bersamaan.


"Sakit nyet.." umpat leo sambil menggosok gosok pundak nya dramatis.


"Cabut." Ucap rega melenggang pergi meninggalkan kelas dengan rasa kesal yang kentara.


Bagaimana tidak kesal, selama ini kania tidak pernah menolak ajakan rega , apalagi ini di depan teman teman nya dan memilih pergi dengan arka, "sialan" umpat rega pelan.


Teman teman nya pun mengikuti dari belakang dalam diam, mereka tahu bahwa mood rega sedang tidak bagus hari ini.


.


.


.


.

__ADS_1


.


"Mau ke toko mana kan? " Ucap arka kencang ,karna bersahutan dengan bising jalanan dan kenalpot motornya yang agak berisik , takut kania tidak mendengar.


"Apa ar? Gak denger." Ucap kania kencang.


Benar saja kan, kania kurang dengar, arka pun mengurangi kecepata. Motornya dan bertanya kembali.


"Kita mau ke toko mana buat tugas pak muklis?"


"Emm.. sebenernya gak ada tugas sih ar." Ucap kania merasa bersalah.


"Loe kenapa sih? terus sekarang kita kemana? Atau kita pulang aja?"


"Langsung pulang deh ar".


Arka langsung memacu motornya dengan kecepatan sedang menuju rumah mereka.


Sesaimpainya di depan rumah kania, arka masih terus memperhatikan gerak gerik kania yang tidak seperti bisanya, seperti banyak pikiran.


"Loe kenapa sih? Gak mau cerita sama gue? " Ucap arka sambil menerima helm dari kania.


Kania menatap sebentar kepada arka dan menghela napas dengan berat .


"Gue lagi bingung ar, tapi gue belom siap buat cerita ke loe sekarang."


Arka tersenyum maklum. " It's oke kan, loe bisa cerita apapun sama gue kapan pun loe mau, gak usah banyak pikiran , nanti loe malah ngedrop lagi." Ucap arka sambil mengacak rambut kania gemas.


"Makasih ar, loe emang selalu paling ngerti gue." Ucap kania tersenyum tulus.


"Ya udah masuk gih, udah sore." Ucap arka lembut.


"Iya. " Ucap kania sambil berbalik dan berjalan membuka pintu gerbang yang tertutup.








***HAYYYY... I'M COMBACK .. MAAF YA AKU LAMA BANGET GAK UPDATE..


KARNA ADA SUATU MASALAH YANG BUAT AKU SUSAH KONSENTRASI.


DAN ALASAN YANG KEDUA JUGA KARNA AKU EMANG BINGUNG DAN BENAR BENAR KEHBISAN IDE,


MOHON MAAF YA BUAT READERS KU TERCINTA SUDAH MENGGNTUNG CERITA INI


DAN UNTUK EPISODE INI SEMOGA KALIAN SUKA YA,

__ADS_1


TOLONG KASIH SARAN DAN KRITIK YA SAY, DAN JANGAN LUPA LOVE YA CERITAKU INI.. MUUAAASCCCHHH***


__ADS_2