
"mah, aku bilang mamah stop berurusan dengan om Satya lagi." Ucap gladys memperingati mamah nya Yang sedang duduk santai di sofa sambil memegang majalah fashion di tangan nya.
Sontak saja membuat sang mamah mendelikan mata nya tak suka mendengar pernyataan putri nya itu, yang menurut nya tidak masuk akal..
"Kamu ngomong apa sihh? Pulang sekolah bukan nya salam atau apa malah ngomongin hal yang gak penting"ucap mamah nya tak suka dan kembali membaca majalah fashion nya itu.
"Maaahh.. aku serius,, mamah bisa cari laki laki lain yang ga punya istri di luar sana, bukan malah om Satya yang punya keluarga, bahkan kita kenal sama keluarga nya itu." Kesal Gladys marah mata nya pun sampai berkaca kaca menahan kesal pada sang mamah..
Sontak saja hal itu membuat sang mamah marah dan kesal, dia langsung berdiri dari duduknya dan melempar majalah nya ke atas meja dengan keras membuat Gladys berjenggit kaget karena bantingan yang cukup kencang itu..
"Kamu ga tahu apa apa Gladys!.. jadi kamu cukup diam aja dan belajar yang benar."ucap sang mamah sambil berlalu dari hadapan Gladys takut takut dia malah lepas kendali pada sang anak.
Gladys hanya menatap kepergian sang mamah dengan hampa dan perasaan campur aduk tidak tau harus berbuat apa supaya sang mamah sadar dengan perbuatan nya itu..
*****
Sedangkan di tempat lain terdapat dua pasang sejoli yang sedang menikmati perjalanan pulang nya dalam keheningan..
"Malam ini mungkin gw ga bisa nemenin Lo ke tempat balapan". Ucap Kania memecahkan keheningan di dalam mobil itu.
"Ga masalah lagian malam ini gw ga ada pertandingan." Balas Rega yang sedang fokus menyetir mobilnya
"Gw mau tanya sama loe?"tanya Kania ragu ragu melirik laki laki itu lewat ekor mata nya.
Rega hanya menaikan sebelah alis nya tanda tak mengerti apa yang akan di tanyakan kania padanya..
"Tanya aja biasa nya juga langsung ngomong ga pake minta izin dulu."ucap Rega akhirnya menoleh sekilas pada Kania
"Loe masih suka sama Gladys ya? Kelihatan nya loe masih perduli sama dia? Tanya Kania sambil memiringkan badan nya menghadap Rega"
"Loe tahu sebuah perasaan itu ga gampang hilang begitu saja, walaupun loe udah punya yang baru, pasti rasa itu masih ada walaupun sedikit saja."
__ADS_1
"Tapi loe tenang aja, gue bakalan berusaha melupakan itu, karena sekarang gw punya loe, " ucap Rega akhir nya sambil mengambil sebelah tangan bebas Kania untuk di genggam dan menatap Kania sekilas sambil tersenyum manis...
Awalnya Kania kaget mendengar ucapan Rega tapi setelah mendengarkan lanjutan ucapan nya membuat Kania merasakan kehangatan pada hati nya, Kania pun membalas senyuman Rega dengan manis .
"Gue juga bakal berusaha jadi pacar yang baik buat loe,, walaupun awal nya kita memulai untuk saling menguntungkan kan, benar." Ucap Kania sambil menatap Rega dengan nada yakin
Rega pun mengacak rambut Kania gemas dan mereka pun tertawa bersama dalam mobil .
********
Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Kania, Rega pun turun terlebih dahulu membuka kan pintu mobil untuk Kania berniat membantu Kania turun.
"Apa mau gue gendong lagi ke dalam?tawar RegaΒ menarik turunkan alis nya menggoda"
"Apaan sihh malu tau di lihat orang"ucap Kania sambil menerima uluran tangan Rega
"Oohh... Kania punya malu juga ternyata"goda Rega sambil menuntun Kania berjalan memasuki rumah dengan pelan.
Tanpa mereka sadari ada yang sedang memperhatikan mereka dengan intens di atas balkon rumah seberang nya, dia memperhatikan dari awal sambil mereka memasuki rumah dengan saling bercengkrama.
"Ohh ternyata sudah punya pacar!"ucap orang sambil tersenyum masam tanpa sadar mencengkram besi dengan erat..
*******
"Bi.. BI Surti... " Panggil Kania berteriak
"Iya non ada apa.. jawab BI Surti menghampiri nona nya dengan dengan cepat sambil melirik Rega dan Tersenyum sopan memberi hormat
"Tolong ambilkan minum ya Bi sama cemilan nya sekalian" titah Kania sambil mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu.
"Baik non laksana kan" ucap BI Surti mengangkat sebelah tangan nya membentuk sebuah hormat sambil tersenyum dan berlalu pergi
__ADS_1
Setelah kepergian bi Surti untuk membuatkan minuman mereka melanjutkan mengobrol
"Rumah loe emang sepi gini ya?" Tanya Rega memperhatikan sekeliling rumah Kania
"Ya gini lah,, ortu gw sibuk"jawab Kania cuek
"Silahkan di minum den, non. Bibi ke belakang lagi ya"
Sebelum bibi membalikan badan seakan teringat sesuatu BI Surti pun menatap nona nya itu dengan antusias.
"Oh iya non, kayak nya keluarga pak Wira sudah kembali deh, barusan bibi lihat mereka mindahin barang barang nya ke rumah mereka.." ucap BI Surti bersemangat membuat Kania yang sendang minum pun tersedak di buat nya
"Pelan pelan dong"ucap Rega menepuk punggung Kania pelan, di ikuti BI Surti yang sama panik nya melihat nona nya itu..
"Eh BI ke dapur lagi gihh masak sebentar lagi mamah pulang looh"usir Kania pada BI Surti , membuat BI Surti langsung pamit ke dapur dengan buru buru karna belum masak
Kania pun hanya termenung memikirkan perkataan BI Surti tentang keluarga pak Wira yang sudah kembali.
"Hei,, kamu kenapa sih kok malah melamun"ucap Rega menyadarkan Kania sambil melambaikan sebelah tangan nya di depan muka Kania, membuat Kania tersadar dari lamunan nya itu
"Ehh gpp kok emg aku melamun ya"kikuk Kania salah tingkah.
Braakkkkk... Terdengar suara pintu di banting dengan keras oleh seseorang, membuat kedua remaja yang sedang bersantai sambil mengobrol itu berjenggit kaget bukan main karena suara keras itu...
#cuap cuap author
Sebenernya aku lagi bingung bikin alurnya harus gimana ,, karna di kepala akubtuhh banyak banget ide ini itu jadi pusiiiinngg milih nya,,
Huhuhu...
Oh iya jangan lupa vote dan komen nya ya maaf ini pendek segini dulu aja cerita nya insya Allah nanti di lanjut secepatnya ... ππππππ€©
__ADS_1