Kania

Kania
14. TERBONGKARNYA RAHASIA


__ADS_3

Suasana di dalam ruangan rawat melati itu tiba tiba saja hening, seakan atmosfir di ruangan itu terserap entah kemana setelah mendengar niat dari pak satya akan kedatangan nya ke sini bersama sang istri yang sedari tadi diam memperhatikan seakan sedang menahan segala luapan emosi yang masih terpendam.


"Ma... Maksud nya bagaimana? Menjelaskan semua nya begitu? Ucap Bu ivanna meyakinkan, dengan perasaan campur aduk."


Pak satya menganggukan kepala nya tanda iya pada ivanna.


" Iya semua nya. Karna saya tidak mau membuat istri saya terus salah paham seperti ini. Kamu siap kan?" Ucap pak satya menanyakan pada istri nya untuk meyakinkan kesiapan mental istrinya itu.


Bu Linda dengan tekad yang kuat akan mendengarkan penjelasan mereka berdua sepahit apapun dan sesakit apapun nanti dia akan berusaha menerima nya dan kalau sudah jelas semua ini karna di sebabkan oleh kesalahan nya sendiri dia berjanji akan mundur secara perlahan dan membiarkan suaminya bahagia dengan cara nya sendiri walau pun itu menyakitkan.


Flashback


17  tahun yang lalu tepatnya nya pada tanggal 30 Mei , terdapat sepasang suami istri baru saja sampai di depan loby rumah sakit, si suami pun segera turun dari mobil dan memanggil suster untuk membantu nya membawa sang istri yang akan melahirkan.


"Sus.. suster tolong saya sus, istri saya mau melahirkan sus tolong istri saya sus.." ucap sang suami dengan nada panik dan terburu buru.


"Baik pak bapak tenang dulu kami akan bantu istri bapak." Ucap salah satu suster yang segera mendorong  brangkar khusus UGD menuju ke arah mobil yang sedang di parkir di depan pintu UGD itu.


Para suster dan perawat pun membantu ibu hamil itu untuk pindah ke ranjang yang telah di siapkan oleh medis, mereka segera mendorong ibu hamil itu menuju ke ruangan bersalin di lantai 2 di ikuti oleh suaminya itu yang terlihat panik.


"Maaf pak bapak tunggu di sini dulu ya kami akan memeriksa pasien terlebih dahulu" ucap suster itu saat sampai pada ruang bersalin .


"Iya sus tolong selamatkan anak saya dan istri saya ya sus!" Ucap suaminya memohon.


Suster itu pun segera masuk ke dalam dan menutup pintu nya segera.


Sang suami yang masih gelisah dan tidak tenang masih mundar mandir di depan ruang bersalin itu.

__ADS_1


Dia terus merapatkan doa kepada sang pencipta  supaya anak dan istri nya mendapat keselamatan .


Karna ini merupakan anak pertama nya setelah 5 tahun mereka menikah, tapi setelah hamil pun bukan hal yang mudah bagi mereka , karna istri nya mempunyai penyakit miom pada dinding rahim nya.


"Permisi pak! Boleh ikut saya ke ruangan saya sebentar?" Tanya sang dokter yang baru saja keluar dari ruang bersalin itu.


Mereka berjalan menuju ke dalam ruangan dokter tersebut.


"Silahkan duduk pak." Ucap dokter Maria mempersilahkan pak satya untuk duduk di depan nya.


"Jadi begini , seperti yang saya bilang waktu awal kehamilan, sebenarnya keadaan janin dan ibu nya ini tidak baik pak! Karna sekarang ini kondisi fisik istri bapak kurang stabil jadi mempengaruhi kepada janin yang ada di kandungan nya, dan juga miom yang ada di rahim Bu Linda ini semakin membesar.", Jelas dokter Maria dengan hati hati .


Seakan tersambar petir di siang bolong pak satya tidak tahu harus bagaimana menyikapi keadaan istri dan calon anak nya.


"Jadi kami saran kan untuk melakukan operasi Cesar, kemungkinan kondisi bayi Anda sudah meninggal dalam kandungan akibat miom yang semakin lama semakin membesar di rahim istri anda."  Jelas sang dokter panajng lebar.


Dia merasa telah gagal menjadi seorang ayah, jangan sampai dia juga gagal menjadi seorang suami . Dia akan menerima ke kurangan istri nya dengan lapang dada dan ikhlas.


"Baik pak kami akan melakukan yang terbaik kemungkinan rahim istri bapak juga akan kami angkat guna mencegah kanker  rahim yang bisa saja menyerang istri anda." Dengan berat hati dokter  Maria menjelaskan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi pada pasien nya .


Tidak kuasa pak satya menangisi keadaan istri nya dan ke adaan keluarga nya,kenapa tuhan memberi cobaan pada nya begitu berat, pak satya tidak tau harus berbuat apa sekarang dia bingung dan bimbang kalau di ambil rahim nya bagaimana perasaan istri nya nanti.


"Apa tidak ada cara lain dok?" Ucap pak satya menahan tangis nya.


"Itu jalan satu satu nya pak yang bisa kami lakukan". Ucap dokter Maria menyesal


Dengan menghela nafas beberapa kali dan berpikir  lebih jernih akhirnya pak satya menandatangani surat persetujuan operasi itu, dengan tangan bergetar pak satya berusaha berpikir jernih dan menenang kan pikiran nya.

__ADS_1


"Kami akan segera lakukan operasi ini pak, jangan lupa bapak berdoa kepada Tuhan untuk kelancaran operasi istri bapak ini." Ucap dokter Maria sambil menepuk pundak pak satya menguatkan.


************** 


Sudah 5 jam lebih operasi itu belum juga berakhir, tak ada sanak saudara yang menjenguk mereka, karna memang orang tua istri nya sudah meninggal, dan orang tua nya masih di luar negri ada urusan pekerjaan.


Pak satya terus mondar mandir di depan ruangan operasi , sambil merapalkan doa doa nya supaya di lancar kan operasi istri nya itu.


Lampu merah di depan pintu telah mati, pertanda bahwa operasi telah selesai, hampir 7 jam operasi itu berjalan mudah mudahan hasil nya baik doa pak satya.


Tak lama seorang dokter pun keluar  dari ruang operasi dengan muka yang sangat lelah, masih terdapat sisa sisa keringat di area muka nya.


"Bagaimana dok , istri saya baik baik saja? Anak saya bagaimana? Ucap pak satya bertubi tubi pada sang dokter.


"Istri anda masih dalam keadaan kritis dan masih masa pemulihan , kemungkinan sadar dalam 3 hari Sampai satu Minggu, berdoa saja mudah mudahan istri anda cepat pulih dan sadar dari komanya." Ucap dokter  dengan menghela nafas panjang.


"Dan untuk anak anda, anak anda perempuan , berat badan 2,8kg, panjang 4.50 m. Lahir pada pukul 16.00 dan seperti yang saya bilang tadi anak anda meninggal dalam kandungan karna ada nya Miom yang membesar atau bisa di sebut tumor pada rahim yang menyebabkan bayi anda lahir prematur dan kekurangan asupan nutrisi di dalam rahim." Ucap dokter menjelaskan panjang lebar , meminta maaf dan mengucapkan bela sungkawa pada pak satya dan pamit pergi ke ruangan nya .


***********


Bunyi mesin pada monitor di sebelah sang istri menandakan detak jantung nya telah stabil. Ini sudah 3 hari istri nya belum sadarkan diri, menurut pemeriksaan dokter kemungkinan besar istri nya akan segera sadar sebentar lagi.


Pak satya bingung harus menjelaskan apa nanti pada istri nya, dia tidak mau membuat sang istri sedih karena telah kehilangan bayi dan rahim nya sekaligus, dia tidak sanggup melihat istri nya kembali depresi nanti jika mengetahui kenyataan pahit ini.


*Dia duduk di kursi samping ranjang istri nya dan menggenggam jemari jemari kecil istrinya dengan erat, menangis terisak di sana menumpahkan segala kegundahan hatinya dan kesedihan atas kehilangan anak yang mereka nanti nanti kan selama 5 tahun, ternyata Allah belum mengizinkan mereka untuk mempunyai buah hati sendiri, dan merasakan bahagia nya menjadi keluarga utuh yang mempunyai keturunan.


Dia menangis terisak menumpahkan semuanya berharap dapat kekuatan dari genggaman sang istri yang belum sadarkan diri, memohon doa dalam hati semoga ujian ini segera berakhir dan istrinya bisa menerima kenyataan ini dengan lapang dada*.

__ADS_1


__ADS_2