Kania

Kania
2. BALAPAN


__ADS_3

Di dalam kamar lantai atas, nampak seorang perempuan tengah bersiap siap untuk pergi keluar.


"Kamu sudah di bawah, tunggu sebentar aku segera turun." Ucap nya sambil mematikan telpon dan bergegas keluar kamar.


Sebelum keluar kamar, Kania berdiri di depan cermin untuk memastikan kembali penampilan nya, dia menggunakan kaos hitam di lapisi jaket denim biru Dongker dan celana jeans warna hitam pas body dan sepatu kets biru dongker dengan rambut di kuncir ke atas menyisakan beberapa helai rambut di kedua sisi wajahnya membuat kesan cantik dan cute dalam waktu bersamaan.


Tak lupa ia mengambil tas selempang kecil hitam nya, memasukan dompet serta handphone ke dalam tas.


Waktu menunjukan pukul 23:30 malam, ia menuruni tangga dengan langkah sepelan mungkin, mata nya menelusuri was was  seisi rumah takut takut sang mamah tiba tiba bangun atau berada di salah satu ruang rumah nya, bisa mati dia kalau ketahuan keluar malam begini.


Walaupun dia sering keluar malam dan ada yang beberapa kali ke Tahuan tetap saja Kania tidak merasa kapok.


Sesampai nya di depan rumah dia langsung menemukan sang pacar yang sedang duduk manis di atas motor besarnya itu.


Kania pun membuka gerbang rumah nya dengan pelan dan langsung mengunci nya kembali.


Rega tersenyum sekilas dan memberikan helm kepada sang pacar dan langsung di sambut baik oleh Kania.


Setelah menaiki motor dengan baik mereka pun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke yang di tuju..


***


Suara riuh terdengar dengan jelas saat mereka baru saja sampai di tempat itu.


"Akhir nya sampe juga loe". Ujar Alvin sambil bertos tinju ala cowok.


"Belum mulai kan," tanya Rega santai sambil membuka helm nya dan merapikan rambutnya dengan kelima jari nya, bukan terlihat rapih justru menjadi berantakan tapi itu membuat Rega terlihat lebih tampan, hingga membuat para wanita yang ada di situ memekik tertahan tanpa sadar.


"Belum, kita lagi nunggu seseorang kata nya dia lawan kita kali ini," jawab Ricard sambil tersenyum.


"Loe tau taruhan kali ini gede bro,, 30jt.. loe harus menang kali ini". Ujar Leo heboh sambil memijit pundak Rega dengan asal.


"CK.. lepas ga, gue Patahin tangan loe mau". Ancam Rega sambil menepis tangan Leo keras membuat sang empu meringis dan langsung melepaskan tangan nya sambil cengengesan.


Bruuummm... Terdengar suara motor berhenti tepat di sebelah kerumunan Rega dan kawan kawan.


Sontak membuat mereka memalingkan muka untuk melihat siapa lawan mereka kali ini, karna ini baru pertama kali mereka melihat motor itu.

__ADS_1


"Akhirnya datang juga loe, hampir aja loe gue diskualifikasi." Ujar bang boy penyelenggara acara ini sambil berdiri menghampiri pengendara motor itu.


"Ok , karna pemain nya sudah lengkap sebentar lagi kita mulai balapan nya, kalian siap siap ok, gue dapet banyak sponsor kali ini dan hadiah nya lumayan gede." Ujar bang boy sambil menepuk kedua bahu pembalap itu, sambil berjalan ke sisi bahu jalan untuk mengintruksikan rekan lain nya bahwa acara akan segera di mulai..


Kania dan teman teman nya yang lain pun segera menepi ke pinggir jalan bergabung dengan yang lain nya,


"Loe ga penasaran sama pembalap baru itu, denger denger dia lumayan jago pindahan Bali," ucap stevy sambil bersedekap dada memperhatikan ke empat pembalap itu.


"Entahlah.. gue ga peduli soal itu." Ucap kania cuek, tapi dalam hati dia cukup penasaran karena dia merasa tidak asing dengan orang itu seperti pernah bertemu tapi di mana.


Bruum brumm brumm... Terdengar suara bising motor dari masing masing peserta, mereka terlihat fokus melihat ke depan.


Terlihat seorang perempuan berbaju seksi sedang memegang layer di tegah peserta, sedang menghitung mundur pertanda pertandingan akan segera di mulai.


3.... 2.... 1..... Go.. ujar wanita itu sambil membalikan badan.


Terlihat semua motor itu melaju dengan kencang saling kejar kejaran merebutkan posisi terdepan sebagai pemenang..


Mereka semua sudah tidak terlihat oleh pandangan penonton, tinggal menunggu siapa pemenang yang akan memenangkan taruhan kali ini.


**


Di sisi lain leo melirik ke arah Stevy yang sedang fokus ke arah smartphone nya, tanpa menyadari gelagat aneh Leo untuk mulai aksi modus nya pada Stevy.


" Malam ini dingin ya," ujar leo sambil menaruh satu lengan nya pada pundak Stevy sambil menarik pelan tubuhnya supaya mendekat pada nya..


" Jangan macem macem loe ya, gue siram air panas mau loe." Amuk Stevy melotot sambil menginjak kencang kaki leo. Membuat sang empu langsung melepaskan rangkulan nya dan memegang kaki nya yang berdenyut nyeri karna injakan maut Stevy.


"Ha... Ha... Ha.. mampus loe, emang enak maka nya jangan modus sama temen gw, wle..." Ledek Maya sambil menjulurkan lidah nya meledek, dengan memeluk lengan Alvin erat, sedangkan Alvin hanya geleng kepala tak habis pikir dengan sahabatnya itu.


"Ilmu loe kurang tinggi kalau mau naklukin si Stevy,, nanti gue bawa loe buat bertapa ke gunung kidul buat nambah ilmu playboy loe.." ledek ricard sambil terus mentertawakan kesialan leo kapan lagi melihat playboy di tolak begitu.


" Ogah gue ngikutin loe.. loe aja belum maju maju buat nembak doi, sok Sok'an ngajarin gue segala."balas leo tak terima, membuat Ricard mengumpat leo dengan mengabsen semua nama  penghuni kebun binatang lain nya.


Kania hanya menghela napas lelah melihat perdebatan tak berfaedah kedua orang itu.


**

__ADS_1


Tak lama kemudian terlihat dari ujung timur jalan Kilauan cahaya dari lampu motor menembus gelapnya malam, membuat para penonton riuh seketika, menantikan siapa kah pemenang pada malam hari ini.


Semakin mendekat terlihat dua motor saling kejar kejaran untuk mendahului garis finish untuk  menjadi sang juara,.


Persaingan sangat ketat seakan tak ada yang mau mengalah, selisih  kecepatan pun sangat tipis, semakin dekat dengan garis finish, suara sorak sorai penonton pun semakin kencang menantikan pemenang nya.


"Woooaaaaahhhhh....... Hooooooooo.... "


Sorak Sorai penonton langsung menyambut pemenang di malam ini.


Kania dan teman teman nya pun langsung berlari menuju ke arah Rega berada dengan raut tak percaya mereka..


"It's oke, kamu udah lakuin yang terbaik malam ini."ucap Kania cemas sambil memeluk Rega erat sambil menenangkan.


Sang pemenang pun turun dari atas motor nya sambil melirik adegan mesra tersebut dengan lurus, meletakan helm pada depan motor, menghampiri ke arah sang lawan tenang dan menepuk pundak Rega pelan.


"Sorry ya , malam ini gue yang menang". Ucap nya sambil melirik Kania sekilas, dan kembali menatap Rega tenang.


Kania pun sontak terkejut melihat pria bermotor putih itu dengan jelas, tapi buru buru dia menguasai raut muka nya kembali normal.


"Kenalin, nama gue ARKA ILHAM PUTRA, pindahan Bali,"ucap nya ramah memperkenalkan diri sambil melirik Kania sekilas membuat teman teman nya di sana mengernyit bingung..


Hay kembali lagi dengan author gaje ini hehe...


Mohon maaf ya ceritanya blm banyak dialog antar pemainnya malah kebanyakan narasi nya, aku harap kalian suka ya sama ceritanya nya,,...


Oh iya...


Kira-kira ARKA itu siapa ya...???


Apa Kania mengenal arka atau tidak..???


Tungguin ya ke lanjutan ceritanya...!!!


Jangan lupa vote dan komen ya ,, karna author baru kayak aku ini sangat butuh saran dari kalian tentang tulisan ku ini..,,🤗🤗


Terima kasih....,😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2