
Perlahan jari jemari sang istri mulai bergerak satu persatu , sang istri berusaha mengumpulkan nyawanya kembali, berusaha membuka kelopak matanya perlahan , mengerjap ngerjapkan mata nya guna menghalau silau dari lampu kamarnya.
Dia berusaha menengok ke samping kanan nya ke arah suaminya yang sedang terlelap di sambil duduk di atas bangkunya dengan kepala bersandar pada ranjang berbantalkan lengan nya dan sebelah tangan nya menggenggam tangan istrinya erat.
Sang istri pun berusaha melepaskan genggaman suaminya itu secara perlahan takut membangun kan tidur suaminya itu.
"Eh .. maaf mas aku bangunin kamu". Ucap sang istri kaget karena suaminya bangun saat tangan nya hendak dilepaskan.
" Kamu sudah sadar sayang.. ada yang bisa aku bantu kamu mau apa? " Ucap suaminya dengan beruntun membuat sang istri tertawa di buatnya.
"Aku mau minum." Ucap sang istri masih lemas.
Pak satya pun mengambilkan air untuk istrinya itu dan membantu meminumkan nya pada istrinya.
"Mas anak kita mana? Dia sudah lahir kan? Perut ku sudah tidak gendut lagi? Apa dia sehat? Ucap sang istri beruntun dengan antusias.
Pak satya tidak langsung menjawab , dia berpikir keras mencari jawaban yang tepat untuk sang istri.
Karna menurut dokter Maria kondisi Bu Linda masih belum pulih dan di saran kan jangan dulu memberi kabar buruk karna bisa saja hal itu membuat kondisi Bu Linda makin drop dan depresi.
"Anak kita masih di ruangan khusus karna dia lahir prematur jadi masih perlu bantuan inkubator untuk menghangat kan dan menstabilkan suhu tubuh nya. Kamu istirahat saja dulu." Ucap pak satya penuh perhatian .
"Tapi tadi aku mimpi anak perempuan menyuruh aku kembali ke sini, dia manggil aku mamah, dan dia sangat cantik sekali. Apa anak kita perempuan? " Ucap Bu Linda
" Kamu mau makan sesuatu kamu sudah tiga hari tidak sadarkan diri, apa kamu lapar? " Ucap pak satya mengalihkan topik
"Aku mau buah itu saja" ucap Bu Linda lesu.
************
Setelah istrinya tidur pak satya pun memilih untuk keluar sebentar guna menjernihkan pikiran nya itu.
Saat dia melewati ruang resepsionis dia melihat suatu keributan di sana.
"Maaf pak, peraturan di sini memang seperti itu . Kalau misalkan bapak belum bisa bayar dan melunasi biaya rumah sakit ini terpaksa kami tidak akan membiarkan istri anda atau anak anda keluar dulu sampai proses pelunasan selesai." Ujar resepsionis itu dengan tegas.
" Harap di lunasi sekarang ya pak karna istri anda sudah boleh pulang dan ini juga sudah satu Minggu lebih istri anda di rawat di sini." Ucap resepsionis itu lagi.
"Baik Bu saya akan cari uang secepatnya.", Ucap laki laki itu dengan lesu.
__ADS_1
Pak satya pun berjalan mengikuti laki laki tadi secara diam diam karna rasa penasaran nya yang kuat dan dia sepertinya mengenali laki laki tadi.
Ternyata laki laki tadi berjalan masuk ke dalam ruangan kelas 3 yang di dalam nya terdapat enam ranjang pasien.
Ternyata di sana hanya tinggal 2 pasien yang menempati tempat tidur itu termasuk istri dari laki laki tadi.
Dia ikut masuk dan bersembunyi di balik ranjang tadi ikut mendengarkan apa yang terjadi.
"Gimana mas, kita sudah boleh pulang ? Ucap seorang perempuan pada suaminya.
"Kita harus melunasi biaya rumah sakit terlebih dahulu baru kita boleh pulang bersama ." Ucap laki laki itu
"Maksud kamu bagaimana mas? " Ucap sang istri bingung.
" Kita boleh pulang asal anak kita di tinggal di sini sebagai jaminan sampai biaya rumah sakit ini lunas" ucap suaminya menyesal.
"Apa , lalu bagaimana apa sodara kamu tidak ada belas kasihan pada kita dan meminjam kan uang pada kita mas? Ucap sang istri berkaca kaca
"Aku sudah berusaha meminjam pada mereka tapi mereka tidak perduli dan malah mengusir aku." Jelas suami nya
"Tega sekali mereka, padahal itu semua harta peninggalan ayah kamu, tapi kenapa mereka jahat sekali, coba saja ayah masih ada mereka tidak akan bisa semena mena seperti ini dan mengusir kita dari rumah itu, dan merebut harta warisan ayah kamu " ucap sang istri terisak
Sang istri masih terisak tidak tahu harus berbuat apa menghadapi masalah ini, dia khawatir kalau anak nya di tinggal di sini takut nanti anaknya tidak terawat dengan baik.
Pak satya yang mendengar cerita dari pasangan suami istri itu pun merasa iba dan ingin membantu, akhirnya dia keluar menghampiri suami-istri itu yang sedang berpelukan menumpahkan kesedihan nya .
"Maaf.. permisi..!! " Ucap pak satya ramah.
"Maaf saya mengganggu kalian, sayaendengar sedikit banyak cerita kalian barusan, boleh saya bantu sedikit? Ucap pak satya langsung.
Membuat pasangan suami istri itu merasa bingung dan saling tatap satu sama lain.
" Maaf anda siapa ya? Ucap sang suami menanyakan dengan muka curiga.
"Perkenalkan nama saya SATYA NUGROHO pemilik perusahaan property Nugroho di Jakarta." Ujar pak satya memperkenalkan dirinya.
Laki laki itu pun mengernyit bingung berusaha mengingat ngingat apa dia kenal.
"Sepertinya tidak asing dengan nama itu? Pikir laki laki itu.
__ADS_1
"Kamu Dimas Prayoga kan, anak dari om Prayoga pengusaha tambang dan batu bara? Tanya pak satya
"Iya anda kenal dengan ayah saya? Bingung laki laki yang bernama Dimas itu.
" Ya .. orangtua saya berteman baik dengan ayah anda, mohon maaf waktu pemakaman ayah anda 2 bln lalu kami tidak bisa hadir karna ada urusan bisnis di luar negri. Ucap Satya menyesal.
"Iya tidak apa apa."
"Jadi apakah anda mau menerima bantuan saya? Boleh kita mengobrol sebentar?" Ucap Satya sambil mengajak diskusi
Satya pun menjelaskan secara detail tentang maksud dan tujuan nya itu kepada mereka.
"Bagaimana apa kalian setuju? Ucap Satya penuh harap"
"Aku ga mau dia anak ku! Ucap istrinya di iringi tangisan "
" Kamu bisa kok bertemu setiap hari dengan anak kamu kalau kamu mau." Ucap Satya berusaha membujuk.
"Saya akan bantu kalian untuk merebut kembali warisan keluarga kalian, dan saya akan memberi kalian modal untuk memulai usaha kalian kembali." Ucap Satya masih berusaha membujuk
Suami istri itu masih terus termenung memikirkan tawaran dari pria tampan di hadapan nya itu.
"Kalian bisa fokus urus bisnis kalian terlebih dahulu supaya berkembang dan besar saya akan bantu untuk itu, dan kalian bisa kapan saja untuk melihat anak kalian. Saya dan istri saya akan menjaga anak kalian dengan baik dan penuh kasih sayang . " Ucap pak satya dengan tulus dan yakin.
"Baiklah saya terima tawaran anda, untuk bekerjasama dengan anda dan memberikan hak asuh anak kami pada anda. Tapi anda harus pegang kata kata anda untuk menjaga anak kami dengan baik. " Ucap Dimas akhirnya
Istrinya pun hanya bisa menangis dan menggeleng lemah masih belum terima dengan keputusan suaminya itu.
"Tapi mas....?? Ucap istrinya merengek sambil menangis sedih"
"Kamu tenang saja aku percaya anak kita akan bahagia bersama keluarga mereka, dan suatu saat kita akan berkumpul kembali dengan anak kita." Ucap Dimas sambil memeluk sang Sitti sambil mengusap punggung sang istri yang masih terisak
"Tapi saya punya satu syarat, kalian jangan memberi tahu istri saya dan anak Anda bahwa kalian adalah orang tua nya sebelum anak itu menginjak usia 20 tahun. Karna istri saya dulu mengalami depresi takutnya dia kembali kambuh jika mengetahui kenyataan bahwa anak nya sudah meninggal dan dia tidak bisa hamil kembali. Dan saya juga memikirkan psikis nya anak kalian jika anak kalian mengetahui nya di masih di bawah umur kita tunggu dia dewasa dulu baru kita kasih tahu identitas nya. Bagaimana?
Ucap Satya memberi tahu pemikiran nya itu.
"Baik saya setuju, anda urus saja apa yang harus di urus." Ujar Dimas dengan berusaha tegar.
Satu jam kemudian pak satya telah mengutus pengacara nya untuk membuatkan surat pernyataan hak asuh dan pengangkatan anak asuh untuk anak mereka dan memberi kan surat itu untuk tanda tangan pertanda serah terima.
__ADS_1