Kania

Kania
21. Berdamai


__ADS_3

hidup nya yang akan beranjak 18 tahun , Kania sudah dua kali mendapatkan kejutan yang sangat sulit dia percaya.


Saat dia mengetahui rahasia besar keluarganya, tentang identitas dirinya yang sebenarnya, dan sekarang dia mengetahui tentang penyakit mamah kandung nya yang sudah parah.


Apa yang harus Kania lakukan, kenapa tuhan selalu memberi Kania kejutan yang  tak terduga dan menyakitkan ini.


Saat selesai menangis bersama Gladys tadi, Kania pun izin untuk masuk ke ruangan mamah kandung nya untuk melihat keadaan mamahnya itu.


Ya Kania sudah mau menerima keadaan ini, walaupun hati nya masih bimbang tapi Kania berusaha untuk memperbaiki hubungan nya dengan mamah kandung nya.


Kania melihat mamahnya sedang tertidur di ranjang nya, dengan selang infus menancap di tangan kurus mamahnya.


Kania meneliti wajah sang mamah yang masih kelihatan cantik meski sudah berumur, kulit putih pucat , dan badan yang sedikit lebih kurus dari 3 tahun lalu.


Kania tidak menyesali keputusan mamah dan papah nya dulu saat mereka memberikan dirinya ke keluarga Nugroho , karna kelurga Nugroho sangat menyayangi dirinya seperti anak kandung sendiri.


Mungkin waktu itu keadaan mereka sangat sulit dan Kania mencoba untuk menerima itu semua.


Kania pun mendekat dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Tak terasa air mata Kania keluar kembali saat melihat mamahnya dari dekat, ternyata perasaan sayang sebagai anak mulai muncul saat Kania mendekat.


"Hiks... Hiks..." Kania membekap mulutnya seerat mungkin supaya tidak menimbulkan suara yang keras dan membuat mamahnya terganggu dari tidurnya.


Kania menenggelamkan kepalanya di atas kasur rumah sakit sambil menangis.


Ivanna terbangun dari tidur siangnya karna mendengar isakan kecil di samping nya.


Dia membuka mata dan menoleh ke samping dan sedikit tersentak kaget melihat orang yang sedang tertidur di sisi ranjang nya itu.


Ivanna melihat sekelilingnya ternyata hanya ada Kania di sini.


Ivanna pun merasa terharu dengan kedatangan Kania untuk menjenguknya.


Dengan tangan sedikit bergetar , ivanna mengusap kepala Kania dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Ivanna tidak menyakangka Kania akan datang menemuinya bahkan menunggu nya di sini.

__ADS_1


Kania yang merasakan elusan lembut di kepalanya pun terbangun.


Kania langsung menegakan duduk nya saat tau mamahnya telah bangun.


"Kania sayang, maafin mamah dan papah ya? Mamah dan papah waktu itu tidak bermaksud memberikan kamu kepada keluarga Nugroho, sungguh nak, itu semua karna keadaan kami yang sangat sulit." Ungkap mamah ivanna sambil menangis .


Kania pun ikut menangis dan menggelengkan kepalanya.


Kania langsung memeluk mamah nya dengan erat menumpahkan semua kerinduan nya selama ini.


"Kania ngerti mah, Kania ngerti , maafin Kania jika selama ini Kania selalu berburuk sangka kepada mamah dan papah dan Gladys juga." Ucap Kania sambil terisak


"Kamu bilang apa sayang? Kamu sudah memaafkan mamah ?"ucap ivanna antusias


"Iya mah, aku sudah menerima ini semua, aku tidak menyalahkan siapapun, semua nya sudah takdir."


Ceklek..


Kania dan mamahnya pun menoleh ke arah pintu yang terbuka .


"Mamah sudah bangun". Ucap Gladys berjalan mendekati mereka.


"Aku habis dari rumah ngambil pakaian ganti, kebetulan ada Kania tadi , jadi aku minta dia jagain mamah." Ucap Gladys sambil menoleh ke arah kania .


"Aku senang mamah dan Kania bisa bareng seperti ini."


Mereka pun saling berpelukan dan tersenyum bahagia .


.


.


.


.


"Pah , anak kita mana?" Tanya Bu Linda .

__ADS_1


"Mungkin lagi kerja kelompok mah , sebentar lagi pulang kok." Ucap Pak Satya.


"Udah mah duduk sini , kamu gak capek apa mondar mandir terus." Ucap pak Satya menarik sang istri untuk duduk di sampingnya.


"Aku khawatir sama Kania, udah jam 8 belum pulang aku telpon juga gak di angkat dari tadi." Ucap mamah Linda frustasi.


Terdengar klakson dari arah depan rumah mereka.


Mamah Linda pun segera menuju depan rumahnya dan menunggu di depan pintu masuk .


Saat Kania baru keluar dari mobil nya dan hendak melangkah masuk ke dalam rumah langkah kaki Kania menelan saat melihat kedua orang tua nya berada di depan pintu menunggu dirinya .


"Mah , pah, ada apa?" Tanya Kania was was


Mamah linda baru saja akan membuka mulut tapi sudah lebih dulu papah nya berbicara.


"Tidak sayang , ayo kita masuk kedalam."


Papahnya pun langsung menggiring istrinya untuk masuk ke dalam terlebih dahulu dan menunggu di ruang tv.


Kania pun mengikuti orang tua nya masuk, saat Kania akan naik ke atas mamahnya pun memanggil Kania untuk menemuinya.


"Kamu dari mana aja? Kamu tahu ini jam berapa Kania? Apa guna nya kamu punya handphone kalau TIDAK BISA DI HUBUNGI."ucap mamahnya marah.


Kania yang mendapat teriakan dari mamahnya pun berjenggit kaget, dia tidak tahu kalau mamah nya menelpon , karna tadi Kania terlalu fokus menyetir dan hp nya pun dia silent.


"Maaf mah, tadi aku gak denger hp nya aku silent di tas." Ucap Kania menunduk.


"kamu tahu ga, mamah tuh khawatir sama kamu!. "


" Udah mah , kamu tenang toh sekarang Kania baik baik saja, mending kamu langsung ke atas aja sayang , biar papah yang nenangin mamah kamu."


"Tapi pah, aku khawatir dengan Kania, bisa kan dia angkat telpon nya sebentar dan kasih kabar ke kita, dia anggap kita itu apa sih."


Sayup sayup Kania mendengar perkataan mamahnya di bawah, Kania merasa bersalah karena dia lupa menghubungi mamahnya , dia terlalu senang di rumah sakit tadi sampai lupa waktu dan lupa pula mengabari mamah dan papah yang di rumah.


***haii.. maaf ya aku baru update lagi di karenakan ada masalah pribadi yang tidak bisa aku jelaskan.

__ADS_1


terimakasih yang sudah menunggu Kania up kembali, dan mohon masukan nya ya buat Kania, harus di kasih konflik apalagi nih??


dan aku minta saran dari kalian jika tulisan ku ini kurang apa ya terimakasih***..


__ADS_2