
"heh, yang bersih ya ngepel nya awas aja loe kalau ada noda sedikit pun." Ancam Kania pada ke tiga adik kelas yang kebetulan ada di toilet.
Ya, Kania and the Genk saat ini sedang menjalani hukuman dari pak Wandi, dan kebetulan sekali ada adik kelas yang sedang di toilet tanpa menunggu lama mereka pun menyuruh adik kelas itu untuk mengerjakan hukum mereka untuk membersihkan toilet, yaaah ga perlu merusak tangan mereka untuk melakukan hukuman menjijikan ini...
Ketiga adik kelas itu pun hanya menurut pasrah percuma mereka protes pasti akan menjadi masalah besar nanti nya..
"Ka saya sudah selesai di ujung sana boleh keluar ga kak,, saya ada ulangan hari ini,, please kaakk.." mohon adik kelas ber name tag Luna itu sambil menangkupkaan kedua tangan nya memohon..
"No.. no.. no.. siapa yang jamin kalau loe ga bakalan ngadu sama guru piket Haah.. kelarin semua dulu baru kalian boleh keluar semua, ngerti..!!" Sembur Vania galak sambil berkacak pinggang ..
Hampir 30 menit mereka baru selesai membersihkan toilet menjadi bersih kinclong,, Kania and the Genk pun tersenyum puas melihat hasil kerja adik kelas itu..
"Oke... Semua nya sudah selesai,, kalian boleh pergi,, hussh sana .."ucap Kania sambil mengibaskan kan tangan nya mengusir ketiga adik kelas itu..
"Tapi awas ya kalau sampai ada guru yang tau hal ini... Kalian ga bakalan tenang selama sekolah di sini,, tapi kalau kalian diam dan tutup mulut kita pastikan kalian ga bakalan dapat gangguan apapun dari siapapun ok..." Ucap Maya di akhiri senyuman devil tapi terkesan imut itu..
Ketika adik kelas itu langsung menggaguk tanda setuju, dan segera berlalu dari sana dengan langkah cepat..
"5 menit lagi bel istirahat pertama,, kita ke kantin aja deh,, haus gue gila tuh guru ngasih hukuman masa suruh lari sih pagi pagi". Ucap Vania kesal sambil menatap cermin dan menata kembali penampilan nya tak lupa menyemprot kan parfum kembali ke seragam nya supaya segar kembali,, ketiga teman nya pun melakukan hal yang sama merapikan kembali tampilan nya sebelum keluar toilet..
Keluar toilet mereka langsung menuju ke area kantin,, kebetulan sekali mereka berpapasan dengan ketua kelas mereka,,
"Ketua kelas, gue sama temen temen gue titip tas ke kelas ya.."ucap Kania kalem, sambil mengibaskan rambut indah nya..
"Eh i..iya boleh, ucap ketua kelas mereka yang bernama Yudi itu," sambil mengambil tas ke empat cewek itu..
***
Mereka pun berjalan bersisihan melewati koridor yang tampak sepi itu sambil sesekali tertawa karna obrolan mereka sendiri..
Tak lama pun bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat di mulai,, satu persatu murid keluar dari dalam kelas..
"Bughh... Aw... "Ringis Kania saat mendapatkan tabrakan yang cukup kencang dari arah belakang menyebabkan badan nya terperosok di lantai koridor yang ramai oleh siswa siswi yang sedang menikmati jam istirahat mereka..
__ADS_1
Sontak kejadian itu membuat ketiga teman nya terkejut bukan main ,, dan membuat seluruh warga sekolah yang menyaksikan bergidik ngeri akan apa yang akan the angel lakukan pada sang pelaku yang sama terkejutnya dengan mereka,.
"Aduhhh,,, sorry .. sorry.. ga sengaja tadi gue buru buru jadi ga lihat ada kalian.." ucap gadis itu berusaha membantu Kania bangun, namun segera di tahan oleh vania sambil menahan geram..
Kania pun berdiri di bantu oleh Maya dan stevy, menepukan telapak tangan nya dan lutut nya yang terasa sakit akibat benturan yang lumayan kencang itu,,
Menatap gadis yang menabrak nya dengan marah,,
"Heh.. maksud loe apa nabrak gue ha....! Hardik Kania marah sambil mendorong bahu gladys kencang membuat dia mundur 1 langkah ke belakang. Ya nama gadis yang menabrak Kania adalah Gladys,,
"Kan gue bilang gak sengaja, gue juga udah minta maaf sama loe.."bela Gladys tak gentar sambil menatap Kania berani, walau di dalam hati nya was was, karna dia sekarang sedang sendiri, sedangkan Kania ber 4 ..
"Berani loe ya jawab.. emang loe kira kita percaya kalau loe ga sengaja haa.." tantang Stevy sambil memojokan Gladys pada tembok.
"Loe tuh emg dari dulu suka cari masalah sama kita ha,, mana temen loe, ga punya temen loe ha.. " ucap Vania tajam sambil tersenyum meremehkan.
"Sekarang loe tuh sendiri ga punya bekingan lagi,, pangeran loe kan sudah sama Kania sekarang, ga ada yang bakalan belain loe lagi sekarang, jadi jangan banyak tingkah, bitch.." semprot maya tajam sambil memegang dagu gladys dan menampar pipi nya pelan ..
Gladys hanya mampu menahan amarahnya sehingga membuat muka nya memerah menahan tangisnya, apa yang bisa dia lakukan dia sendiri sekarang, tidak ada yang niat akan membantu nya, malah mereka asik menonton dari ke jauhan melirik takut tanpa ada yang berani mendekat..
"Kalian yang pengecut,, berani nya keroyokan,, jadi siapa yang lebih pengecut dari gue.." balas Gladys dengan wajah menantang mereka..
Kania pun maju selangkah menipiskan jarak antara mereka dan membisikan sesuatu pada cewek itu ..
"Selama ini gue tau tentang nyokap loe yang sebagai pelakor, dan sekarang sedang menggoda bokap gue, selama ini gue masih diam ya, jadi loe jangan besar kepala ngerti.. " ucap Kania lirih dan sepelan mungkin hanya mereka berdua yang mendengar, membuat wajah Gladys menegang dan pucat seketika..
Dia pun langsung menjambak kencang rambut Gladys membuat cewek itu terjatuh di bawah kaki nya tanpa perduli dengan ringisan sakit dari sang lawan..
"Cepet loe sujud di kaki gue dan minta maaf yang bener" ucap nya berdiri dan menyuruh Vania menggantikan untuk menjambak rambut Gladys..
Gladys mendongak dengan mata memerah menahan tangis, marah dan malu bersamaan, melihat Kania yang sedang bersedekap dada dengan gaya angkuh nya..
"Gue ga mau,, lepasin rambut gue"" marah Gladys sambil berontak melepas kan rambut nya dari jambakan Vania..
__ADS_1
Sontak saja membuat Maya dan Stevy turun tangan untuk memegang kedua tangan Gladys kencang..
" Loe emang cewek ga tau diri ya.." ucap Kania sambil jongkok dan memegang ke dua pipinya kencang membuat Gladys meringis sakit..
Saat hendak menampar pipi Gladys tangan Kania di cekal oleh seseorang, membuat tangan nya menggantung di udara begitu saja..
Dia langsung mendongak melihat siapa yang berani mengganggunya..
Dia mendengus kesal setelah melihat siapa yang mencekal lengan nya itu dan langsung menghempaskan tangan nya begitu saja dan langsung berdiri tetap memandang Gladys yang sudah tertunduk sambil menangis itu..
Ketiga teman nya pun langsung melakukan hal yang sama melepaskan cengkraman mereka masing masing dan berdiri menjauh meninggalkan cewek itu yang sedang tertunduk dan menangis..
Dasar caper dumel Kania dalam hati.
"Ngapain kamu ke sini mau belain dia". Ucap Kania sarkas sambil melipat kedua tangan di dada angkuh..
Menatap Gladys sekilas dengan pandangan lurus yang sulit di artikan , Rega mengambil pergelangan tangan Kania dan menarik cewek itu pergi dari koridor yang ramai karena pertengkaran tadi di tambah dengan kedatangan 4 cowok tampan itu..
Di ikuti dengan para sahabat mereka dari belakang..
Tak lupa Alvin melirik kepada Gladys se kilas dan berkata pelan dan menusuk..
"Gue harap loe ga bikin masalah lagi Gladys.." ucap Alvin pelan dan tajam yang cukup di dengar oleh Gladys sambil berlalu dengan sebelah tangan nya yang di peluk erat oleh Maya manja..
Gladys hanya memandang mereka yang sudah berjalan menjauh dengan diam sambil mengepalkan kedua tangan nya erat menyalurkan kekesalannya..
Wah wah Wahh siapa Gladys yaa...????
Dan Kania mau di bawa kemana sama Rega tuhh?????
Tunggu lanjutan cerita nya yaaa,,
doain ya biar aku bikin cerita ini nyambung ya alur nya hihihi... Kadang aku suka masih bingung bikin alur nya maklum lahh masih awal hehe..
__ADS_1
Happy reading.... 😘😘😘😘😘