Kania

Kania
Eps 25


__ADS_3

***********


Seperti hari sebelumnya Kania pun berangkat kerja, dan sampai toko seperti biasa beres² dan lainnya.


Kania sibuk dengan kerjaan yang dipegang begitu juga dengan kak hana, tiba tiba telpon toko pun berdering. Karna Kania ada dibelakang Kak hana yang duduk dikursi kasir langsung ke tempat Kania, karna telpon toko tepat ada di ruang bagian Kania.


Kak hana mengangkat telpon, tak lama kak hana memanggil Kania. Karna seseorang yang menelfon ingin berbicara dengan kania. Setelah kak hana memanggil Kania, Kania pun langsung berlari menemui kak hana yang masih berdiri disamping telpon, sambil memegang telpon..


"Ada apa kak?" Tanya Kania.


"Ini ada, telpon buat kamu!" Sambil mengasongkan gagang telpon.


"Buat aku, dari siapa?" Tanya Kania yang bingung, siapa orang yang menelpon Kania.


Kak hana tidak menjawab dia memberikan isyarat menggelengkan kepala dan mengerjakan bibirnya tampa suara, memberitahukan bahwa yang menelfon itu perempuan. Kak hana pun meninggalkan Kania, kembali ke kursi kasir.


Kania pun mengangkat telpon itu, dan berbicara dengan perempuan yang menelfon nya. Lama sekali perempuan itu menelfon tapi Kania tidak banyak berbicara, dia hanya berbicara sekata demi sekata saja yang di ucap.


Tak lama Kania pun menutup telpon, dengan wajah yang sedikit murung, dan terguncang. Kania terus berdiri menghadap telpon toko. Hatinya seakan tak karuan. Kak hana yang terus memperhatikan memanggil Kania. Hingga Kania tersadar dan mencoba menutupi apa yang terjadi.


"Siapa yang telfon" Tanya kak hana.


"Itu ... Itu teman kak" Jawab Kania menutupi.

__ADS_1


"Temen!!" Kak hana bertanya kembali dengan penuh keraguan.


"Iya, kak. Aku kebelakang dulu ya beresin kerjaan aku." Jawab Kania sambil berjalan kebelakang.


Kak hana menaruh curiga, hatinya bertanya siapa perempuan yang menelfon.. Tapi perasaan curiga kak hana, dia tepiskan karna Kania bilang itu teman Kania.


*** Jam Pulang ***


Kania dan kak hana pun pulang mereka berpamitan dan berpisah. Seperti biasa Kania naik kendaraan umum. Didalam kendaraan Kania terus melamunkan perempuan tadi yang menelfon Kania, Kania menarik nafas saat mengingat obrolan ditelpon tadi..


"Halo," Sapa Kania.


"Heh, loe Kania kan" Tanya jutek perempuan di dalam telfon.


"Gue pacarnya yanto" Jawab perempuan itu.


Setelah mendengar jawaban perempuan di telpon itu Kania langsung kaget seketika terdiam. Kania langsung berpikir perempuan yng di telpon itu marah sama dia karna koko waktu itu mengantar dirinya. Sebelum Kania menjawab perempuan itu melanjutkan pertanyaan kepada Kania.


"Loe tau yanto kan, kemarin loe pulang diantar yanto kan." Tanya perempuan itu.


"Iya" Jawab Kania singkat.


"Dasar genit loe, udah tau yanto punya pacar masih aja gatel pulang minta dianter." Makian perempuan itu kepada kania.

__ADS_1


Belum sepenuhnya Kania mengingat obrolan di telpon dengan perempuan itu,


Tiba-tiba klakson mobil yang Kania naiki berbunyi, sontak membuat Kania tersadar dari lamunannya. Dan dia pun baru menyadari bahwa sebentar lagi dia sampai dan harus turun dari mobil angkutan umum yang dia naiki.


Kania pun langsung turun dari mobil, dia berjalan menuju rumah dengan lesu seperti tak bersemangat karna telpon dari perempuan itu.


Sampai dirumah pun Kania masih terlihat murung. Yang biasa nyampe rumah selalu duduk duduk diteras sekarang kania langsung masuk kamar dan berbaring tidur.


Mamah kania yang sadar kania sudah pulang langsung menghampiri kania.


"Udah pulang" Ucap mamah.


"Iya, mah." Jawab kania murung.


"Kok ga makan dulu, makan gih udah makan baru tidur" Ucap mamah pada kania.


"Nia ga lapar mah, mau tidur aja. Nanti aja maleman klo lapar makan" Jawab kania sambil meyakinkan badan nya sambil menarik selimut membelaki mamah.


Kania tidak tidur dia terus memikirkan perempuan yang menelponnya itu. Dia terus berpikir harus bagaimana, sedikit dia merasa takut karna ancaman perempuan itu. Tapi dia bingung harus bagaimana mau mengadu sama mamah takut mamah mengadu sama bapak, Kania takut bapak marah sama kania.


Kania bingung, hatinya tak menentu mebuat dia gelisah. Saking terus memikirkan nya membuat Kania tak terasa ketiduran dan tersadar hari sudah pagi.....


Bersambung........ ******

__ADS_1


__ADS_2