Kania

Kania
5.PERHATIAN


__ADS_3

Kania tidak tahu akan di bawa kemana oleh Rega, dia hanya pasrah dan menurut mengikuti langkah Rega yang lebar sambil terus memegang pergelangan tangan nya erat..


Meskipun kaki nya sedikit nyeri  akibat terjatuh tadi, tapi dia tetap diam saja tidak berniat berbicara duluan sampai Rega membawa nya masuk ke sebuah ruangan yang bernuansa serba putih bersih, dan sedikit tercium bau obat obatan.


ya , ternyata Rega membawa Kania ke ruang UKS.


"Duduk.."titah Rega dingin sambil berlalu untuk mengambilkan peralatan p3k.


Kania hanya bisa menurut dan segera duduk dengan tenang sambil terus memperhatikan Rega yang sedang sibuk mencari obat..


Sedang kan teman teman nya yang lain seakan mengerti mereka berpamitan pergi ke kantin terlebih dahulu tidak mau mengganggu dua sejoli itu memberi ruang untuk mengobrol berdua...


Rega yang sudah mendapat kan obat yang dia cari pun segera mendekat pada Kania dan menarik kursi yang ada di sebelah meja dokter dan duduk di depan Kania memposisikan dirinya di bawah Kania supaya gampang mengobati lutut Kania yang terlihat memar itu..


Rega pun mengambil kapas lalu meneteskan alkohol sedikit untuk membersihkan luka nya dari debu..


"Aww... "Ringisan Kania sambil menjauhkan lutut nya sedikit dan memegang lengan Rega pelan guna menjauhkan kapas itu dari lutut nya..


"Sakiitt.. pelan pelan dong." Keluh Kania sambil menahan sakit pada lutut nya ,, mungkin ada lecet sedikit jadi agak perih saat kena alkohol pikir Kania.


"Ini juga udah pelan, tahan sebentar lagi". Ucap Rega kalem sambil menatap Kania sekilas dan lanjut mengobati lututnya sampai selesai.


Sesudah mengolesi salep pereda nyeri dan salep untuk menyembuhkan memar keheningan menyelimuti mereka berdua.


"Lain kali loe ga perlu ngotorin tangan loe buat hal kayak gini." Ucap Rega sambil menatap Kania yang sedang menunduk


Sontak saja Kania langsung mengangkat kepalanya menatap Rega tepat di mata nya.


"Terus menurut loe gue harus diem aja gitu diperlakukan kayak gitu" ucap Kania tersenyum sinis,,


"Loe liat kan lutut gue sampe memar begini apa iya gue harus bersikap lemah dan diam aja sampai menunggu pangeran Dateng buat nolong gue kayak di cerita novel,, gitu mau loe"sarkas Kania kesal


*****


Di depan rumah Kania tampak  ada mobil pick up yang sedang mengangkut perabotan rumah seperti ada yang sedang pindahan.


Mereka semua nampak sibuk membereskan perabotan itu , membawa ke dalam rumah bertingkat 2 itu..


"Gimana Ar, kamu udah kasih tau Kania kalau kamu sudah pindah lagi ke sini.."ucap wanita yang sudah hampir berkepala 5 itu walaupun sudah berumur tapi dia masih terlihat muda dan cantik terawat..

__ADS_1


"Belum mah, biarin nanti jadi surprise aja buat dia" ucap lelaki itu sambil tetap sibuk membereskan kamar nya dan menata perabotan yang ada di kamar nya sambil tersenyum cerah..


"Ywd deh Terserah kamu aja,, oh iya motor kamu paling besok Minggu baru sampai kamu ga usah keluyuran dulu ya". Titah sang bunda sambil memperingati


"Siipp maaaahh... Lagian aku juga mau istirahat dulu capek juga beres beres rumah.."ucap cowok itu sampul memberi tanda hormat dan kembali melanjutkan kegiatan nya


"Ok deh mamah keluar dulu mau nemuin kurir tadi,, mau ngecek barang ". Pamit mamah Siska sambil berlalu dari kamar sang anak.


Setelah selesai membereskan barang barang nya sesuai keinginan nya, dia pun langsung merebahkan badan nya di atas kasur..


Terlentang sambil menatap langit langit kamar nya sambil membayangkan kembali pertemuan pertama nya dengan Kania malam itu..


"Kita pasti bareng bareng lagi kania." Ucap nya sambil tersenyum dan tidak sadar memejamkan mata nya dan tertidur tanpa sadar..


*****


Teeeetttt.. bel pulang sekolah pun telah berbunyi,, satu persatu siswa siswi sekolah berhamburan keluar ada yang langsung pulang ada yang ekskul ada yang ke kantin dulu buat nongkrong ,, seperti ke empat wanita cantik itu, mereka lebih memilih bersantai dulu di dalam kelas karna malas harus berdesakan dengan murid lain nya .


"Gimana kaki loe, masih sakit ga" tanya Stevy perhatian


"Sedikit sih,, gak apa apa gue masih bisa jalan kok." Ucap Kania meyakinkan,, dia harus segera membeli salep pereda nyeri nanti pulang sekolah biar cepat sembuh


"Lain kali kita harus buat perhitungan buat dia,, biar dia tau berhadapan dengan siapa dia"ucap Maya ber api api..


"Tenang aja biar gue yang susun rencana,, kita main cantik sekarang,.."ucap Kania sambil tersenyum misterius,


Membuat ke tiga teman nya memberikan smirk misterius mereka.


Tak berselang lama rega dan teman teman nya pun datang ke kelas mereka untuk menjemput mereka..


"Hay sayang ayo kita pulang" ucap Maya girang sambil menghampiri Alvin dan langsung merangkul lengan kiri nya mesra.


Alvin hanya mengacak rambut Maya sayang dan memberikan senyum manisnya membuat pipi Maya bersemu merah


Sedangkan yang lain nya hanya memutar bola mata malas melihat keromantisan dua sejoli itu..


"Woy lihat lihat dong kalau mau romantisan ga lihat anak di bawah umur di sini haahh.." sewot leo keki sendiri melihat keromantisan mereka karna saat ini dia baru saja putus dengan pacar nya yang ke 99 itu..


"Tau nih bikin jiwa jomblo gue meronta aja.." tambah Ricard membela leo

__ADS_1


"Bilang aja kalian sirik sama kita,, maka nya cari pacar yang setia dan seimut gue dong biar hidup kalian berwarna" kesal Maya sambil menjulurkan lidahnya ke arah mereka meledek..


Baru saja Leo hendak membalas dia di kejutkan dengan suara perempuan yang tiba tiba mengajak pulang..


"Ayo Van kita cabut aja,, ogah gue jadi obat nyamuk mereka,, di tambah ocehan dua bujang itu.." ucap Stevy sambil menggandeng Vania keluar


Leo mengikuti pergerakan kedua wanita itu dengan Mulu setengah terbuka karna omongan nya di potong oleh Stevy


"Eh gue di tinggal,, emang bener bener ya,, harusnya yang susah peka tuh cowok,, kok malah dia yang ga peka.."ucap leo dramatis


Ricard hanya menepuk pelan pundak sahabatnya memberi semangat


"Yuk sayang kita keluar" ucap Maya tak peduli pada mereka


Sedangkan kedua sejoli lain nya hanya diam menyaksikan perdebatan mereka,,


Rega hanya menatap Kania diam selama perdebatan itu.


"Yuk kita pulang" ucap Rega menghampiri Kania yang masih betah di atas bangku nya..


"Kaki gue masih sakit, gara gara mantan loe nihh.."ucap Kania sebal sambil membayangkan kejadian tadi..


"Ywd naik.."ucap Rega sambil mendekat pada Kania membelakangi dan sedikit menurunkan badan nya lebih rendah mengisyaratkan pada Kania untuk naik ke atas punggung nya.


"Eh.. beneran nih,, kalau ada gosip gimana?" Tanya Kania memastikan ,,


Sebenarnya maksud Kania bukan seperti itu, dia hanya memancing Rega,, eh malah di anggap serius.


"Gosip apa,, loe kan sekarang pacar gue, apa salah nya gue bantuin pacar gue sendiri." Jawab Rega sambil menatap Kania.


Siapa sangka jawaban sederhana Rega mampu membuat seorang Kania salah tingkah dan membuat pipi nya Merona..


Dengan mengontrol dirinya sendiri berusaha biasa saja meskipun bibir nya menahan senyum dengan susah payah.


"Ok, kalau loe maksa.."ucap kania yang langsung naik ke atas punggung tegap Rega.


Rega hanya tersenyum sekilas menanggapi kelakuan Kania yang kadang manis, kadang juga menyebalkan, sifat nya itu bisa berubah ubah seperti bunglon..


Untung sekolah sudah lumayan sepi Cuman ada beberapa siswa yang masih exskul basket, dan di parkiran sudah sepi..

__ADS_1


__ADS_2