Kania

Kania
19. KEKHAWATIRAN MAMAH


__ADS_3

Acara barbeque berjalan dengan lancar.


Acara selesai pukul 12 malam.


Mereka pun ada yang menginap siapa lagi kalau bukan teman teman Rega, sedangkan yang pada cewek sudah di antar pulang barusan oleh Alvin dan Ricard.


Sedangkan Kania masih ada di rumah Rega karna dia akan ikut pulang dengan arka nanti.


Kania dan arka pun bergegas pamit untuk pulang kepada rega dan teman teman lain nya.


Kania berpamitan kepada rega dengan memberikan pelukan mesra pada Kania tak lupa dia memberi kecupan di kening Kania.


"Kabarin  kalau sudah sampai ya?" Ucap Rega masih memeluk Kania .


"Iya pasti aku kabarin udah ya arka nungguin tuh ga enak tahu." Ucap Kania sambil mencubit pelan pinggang Rega supaya di lepaskan .


"Iya .. iya ." Ucap Rega sambil tertawa tak lupa mengacak rambut Kania gemas.


Kania hanya bisa pasrah dan cemberut karna rambutnya di berantakan oleh sang kekasih.


"Bro .. hati hati yahh jagain pacar gue jangan sampai lecet." Ucap Rega sambil menepuk pelan pundak arka yang sudah stand by di atas motor nya dan menggunakan helm full face nya.


Arka pun memberi kan jempol nya tanda ok,


"Apaan sihh.. ya udah gue balik ya, by .. by.. "ucap Kania sambil menaiki motor arka dan melambaikan tangan nya .


Rega pun membalas lambaian tangan Kania dengan di iringi oleh senyuman manis di wajah tampan nya itu.


.


.


.


.


Di dalam perjalanan Kania dan arka di habiskan dengan diam.


Mereka seakan sibuk dengan pikirannya sendiri , Kania yang masih membayangkan kejadian tadi malam di rumah Rega, dia masih senyum senyum sendiri sampai tak sadar jika telah memeluk pinggang arka dengan erat.


Arka yang sedari tadi memilih diam saja, apaalgi semenjak melihat kejadian di rumah Rega , membuat dirinya tidak karuan, dia hanya fokus menyetir saja tanpa tahu apa yang Kania.

__ADS_1


Arka baru tersadar saat Kania tiba tiba saja memeluk pinggang nya dengan erat, saat arka melihat ke kaca spion dia melihat kalau Kania sedang senyum senyum sendiri sambil menyenderkan kepalanya di punggung tegap arka.


Dada arka bergemuruh dengan cepat saat merasakan sentuhan mendadak dari Kania entah sadar atau tidak perlakuan Kania itu membuat arka semakin ingin memiliki Kania seutuhnya..


.


.


.


.


Akhirnya mereka sampai di depan rumah Kania , arka yang belum merasakan pergerakan dari Kania pun dia segera menoleh ke belakang dan ternyata Kania tengah tertidur di atas motor arka


Sontak hal itu membuat arka berdecak kesal, " dasar ceroboh banget sihh kalau jatuh gimana coba?" Ucap arka menahan kesal.


Dia pun mencoba membangunkan Kania dengan lembut tapi nihil sepertinya Kania sangat kelelahan sampai tidak bangun.


Dengan terpaksa arka pun menggendong Kania masuk kedalam rumah nya dengan membangunkan pak satpam yang sedang tertidur di depan pos itu.


"Pak bangun pak. Bukain dong?" Ucap arka sambil memukul mukul gembok dengan gerbang nya.


Pak satpam yang merasa terganggu dan kaget bukan main langsung saja dia terbangun dan refleks meloncat dari kursi panjang yang di sediakan di dalam pos itu sambil melihatkan jurus silat nya, tak lupa dia memegang pentungan  untuk jaga jaga.


Arka yang melihat itu pun hanya mampu menggelengkan kepala nya takjub.


"Pak.. woey pak Santo saya di sini, saya bukan maling , bukain gerbang nya cepet." Ucap arka tidak sabaran sambil mengintip di celah gerbang rumah Kania.


Pak Santo yang merasa nama nya terpanggil pun langsung menghentikan aksinya dan segera berbalik badan menghadap ke arah gerbang berada.


Dia pun menghampiri gerbang itu dan mengintip ke arah di mana biang rusuh berada.


"Woalah. .. den den .. kagetin bapak aja ! Bapak kira ada maling yang masuk rumah ini. Baru saja mau bapak kasih jurus seribu bayangan dan terjangan harimau, untung saja den arka buka suara, kalau tidak sudah kena sasaran. " Ucap pak satpam panjang lebar.


Arka yang mendengar ocehan pak Santo pun hanya menggelengkan kepala lelah.


"Cepet bukain pak , Kania nya tidur Nih mau saya bawa ke dalam." Ucap arka berusaha sabar.


"Iya .. tunggu sebentar Yoo.. tak buka dulu." Ucap pak Santo sambil membukakan gerbang rumah Kania sedikit yang hanya muat untuk arka saja.


"Tante dan om apa sudah tidur ? Tanya arka"

__ADS_1


"Sudah den, tadi ibu ngamuk lagi karna pas bangun neng Kania nya ga ada , dan bapak baru tadi jam setengah sebelas baru bisa menenangkan nyonya ." Ungkap pak Santo sambil mengantarkan arka ke depan pintu utama.


Arka hanya diam dan mengangguk tanda mengerti.


Setelah pak Santo membukakan pintu utama rumah Kania arka pun segera membawa Kania ke dalam kamar nya di lantai 2.


Kania yang di gendong di punggung pun masih terlihat pulas tanpa merasa terganggu sedikit pun.


Arka pun meletakan Kania di atas kasur king size nya dengan perlahan, membuka sepatu nya terlebih dahulu, dan tak lupa dia menyelimuti Kania supaya tidak kedinginan dan tidur dengan nyenyak.


Dia pandang wajah Kania lama, dan mengusap kening Kania dengan lembut.


"Loe tahu, dari dulu gue sayang banget sama loe Kania, walaupun kita pernah berpisah lama tapi rasa ini masih tetap ada buat loe, gue ga masalah kalau cuman jadi sahabat loe asal gue bisa selalu ada buat loe. I LOVE YOU. " ucap arka lirih.


Arka pun bergegas untuk keluar kamar Kania tak lupa dia mengecup kening Kania singkat sebagai ucapan selamat malam.


.


.


.


.


Pagi pun segera datang, Kania masih bergelut dengan selimut tebalnya seakan enggan untuk bangun.


Tak lama pun pintu kamar Kania terbuka dengan sedikit keras membuat Kania terperanjat dari tidur nyenyak nya.


"Kania..? Kamu kemana aja sih semalam , mamah pikir kamu pergi ninggalin mamah." Ucap mamah nya sambil memeluk Kania erat.


Kania yang belum sepenuhnya sadar dari tidurnya pun merasa belum siap saat mamahnya tiba tiba memeluknya dengan erat dia pun menggeliat berusaha melepaskan pelukan mamahnya itu.


"Mahh... Mamah tenang dulu ya. Aku ga kemana mana kok , semalam aku pergi sebentar sama arka ke tempat teman, maaf ya aku ga pamit dulu sama mamah karna semalam itu mamah tidurnya nyenyak banget , aku jadi gak tega buat bangunin mamah."ucap Kania sambil melepaskan pelukan mamahnya dan menatap mamahnya lembut berusaha menenangkan.


"Tapi lain kali kamu bilang sama mamah ya nak? Mamah khawatir kamu pergi, mamah khawatir kamu pergi ke tempat wanita itu. " Ucap sang mamah dengan wajah cemas.


"Gak akan mah.. aku sangat sayang sama mamah , jadi mamah tidak usah khawatir ya." Ucap Kania sambil memeluk mamah nya .


Mamahnya pun sudah merasa tenang kembali, setelah mendengar penjelasan Kania barusan.


"Terimakasih ya sayang, kamu anak mamah satu satu nya , mamah sayang sekali sama kamu."

__ADS_1


"Iya mah aku juga sayang mamah"..


__ADS_2