
Malam pun telah datang, sesuai janji mereka, teman teman kania pun sudah mulai berkumpul di dalam kamar kania, mereka sedang bersantai di kasur kingsize nya, sambil menggunakan masker berjenis sheet mask.
Waktu menunjukan pukul 8 malam, setelah mereka makan malam bersama di rumah kania, mereka memutuskan untuk bermasker ria bersama, kapan lagi coba quality time begini, sudah lama sekali rasa nya mereka tidak menginap bersama, biasanya dulu mereka sering melakukan nya, hampir sebulan sekali mereka menginap secara bergantian.
"Jadi kapan loe mau cerita?" Tanya vania sambil memejamkan matanya .
Ya mereka sedang berbaring sejajar sambil memejamkan mata menghadap balkon kamar kania.
" Sebenarnya gue bingung mau mulai cerita dari mana." Ucap kania di akhiri dengan hembusan nafas kasar.
"Emang nya masalah tentang apa ? " Tanya maya
"Loe bisa cerita pelan pelan, kita ini sahabat, selagi kita bisa bantu kita pasti usahain buat bantu kok." Ucap stevy bijak.
Mendengar dukungan dari teman teman nya kania pun semakin yakin untuk bercerita pada teman teman nya.
Dia pun bangkit dari rebahan nya dan duduk di tengah tengah para sahabat, dan melepaskan masker yang dia pakai.
Melihat kania duduk ketiga sahabat nya pun melakukan hal yang sama , mereka duduk mengelilingi kania untuk mendengarkan cerita nya.
Kania menatap satu persatu sahabat nya itu.
"Ini masalah gue, rega, gladys dan keluarga gue." Ucap kania pelan.
Ketiga sahabat kania saling berpandangan tidak mengerti.
"Maksud loe, gimana? Gue masih belum paham." Ucap maya.
"Kalian sudah ngerasain kan, kalau perlakuan gue selama ini udah beda ke gladys?"
"Kalian tahu , apa! Ternyata gue sama gladys itu sodara kandung, dan gue baru tahu 1 bulan yang lalu." Ucap kania sedikit bergetar menahan tangis.
"What's.....! " Seru mereka bertiga.
"Kok bisa kan? Gimana cerita nya?" Ucap maya beruntun.
"Panjang cerita nya may, gue juga masih gak ngerti status gue gimana sama keluarga gue, yang pasti gue udah mulai bisa nerima status gladys dan mamah ivanna sebagai keluarga asli gue, dan gue mau memperbaiki itu lewat gladys, karna selama ini gladys yang menderita karna ulah gue."ucap kania menangis.
Mereka mengelus punggung kania mencoba menguatkan.
"Terus rencana loe apa?" Tanya stevy.
"Gue mau jujur sama rega, gue mau rega tahu kalau yang bersalah selama ini tuh gue, bukan gladys. Rega dan gladys berhak bahagia, dan gue nyesel sekarang." Lirih kania.
"Loe yakin? Bukan nya loe sama rega udah saling nyaman kan?" Tanya maya.
__ADS_1
"Kalau misalkan rega gak terima dan benci sama loe, apa loe terima itu?"tanya vania
"Dari awal memang udah salah gue, gladys di benci rega juga karna gue, jadi kalau misalkan rega benci gue mungkin itu balasan yang setimpal buat gue."
"Gue udah banyak salah sama gladys, gue udah fitnah dia macem macem, gue jahat banget, Dan sekarang gue mau memperbaiki itu, tapi gue gak tau bagaimana cara nya, gue gak tau harus mulai jelasin ke rega gimana? Gue bingung."frustasi kania sambil mengacak rambut nya.
Ke tiga sahabat kania pun memeberi pelukan menguatkan untuk sahabat mereka.
.
.
.
.
.
Byurrr... Rega berenang dengan lincah nya berputar kesana kemari, di tambah suasana malam yang sejuk dan sepi menambah ketenangan untuk rega.
"Ck.. loe mau berenang sampe jam berapa sih?" Keluh alvin kesal.
Pasalnya rega sudah berenang hampir 2 jam tidak berhenti , dan waktu pun sudah menunjukan angka 10 malam dan rega masih asik dengan kolam nya itu.
"Emang bener ya, . loe tuh emang pantes di juluki sebagai titisan putri duyung, betah banget di dalem air, masih untung loe gak masuk angin juga , atau tiba tiba melendung gitu gara gara kebanyakan nelen air." Celetuk leo yang sedang duduk santai di bangku pinggir kolam.
"Bacot banget loe." Sembur rega judes.
"Nyebur sana loe sekalian, nanggung."balas alvin sambil berlalu menyusul rega
"Emang ya kalian kampret semua. Basah dah celana baru gue, mana limitid edition lagi, rega kupret emang." Leo pun menyusul mereka masuk sambil mengusap celana nya yang basah sebelah itu tidak lupa wajah cemberut nya.
"Kenapa celana loe?" Tanya ricard sedikit mengalihkan pandangan nya dari layar lcd tv.
"Habis kecipratan buntut pangeran duyung." Balas leo singkat sambil nyelonong masuk kamar tamu rumah itu untuk berganti celana.
Ya sedekat itu persahabatan mereka, sampai kamar dan baju ganti aja ada di rumah rega.
"Pangeran duyung siapa?" Tanya ricard pada alvin yang ada di sebelahnya .
Alvin hanya mengedikan bahunya acuh, sambil meraih stik ps nya.
Rega sudah berganti pakaian dan berjalan ke arah pantry untuk membuat mie instan.
Yaps.. di rumah rega sepi sekali, hanya ada dirinya di rumah sebesar itu plus bik yati dan pak manap satpam rumah nya, ya bik yati dan pak manap adalah suami istri, anak mereka sudah berkeluarga semua dan tinggal dengan keluarga nya masing masing.
__ADS_1
"Ck.. doyan banget sih loe sama mie instan, kan udah di masakin sama bik yati, tinggal angetin doang." Ucap leo saat dia mengambil air dingin.
Tak ada jawaban dari rega, dia masih asik melahap mie instan nya dan menyeruput kuah terakhir nya hingga tandas.
Tak ada percakapan di antara mereka, hanya suara gelas yang beradu dengan meja makan.
"Loe jangan negatif thingking dulu, mungkin aja mereka emang beneran ada perlu."ucap leo seakan tahu apa yang rega rasakan.
"Selama ini kania gak pernah bersikap aneh seperti itu, bahkan dia nolak ajakan gue dan pergi gitu aja." Ucap rega pelan.
"Berpikir lah positif ga, mungkin dia ada alasan tertentu." Bijak leo.
"Bullshit dengan alasan, loe tau, hidup gue kebanyakan alasan, dan semua nya penuh kekecewaan." Jawab rega kentara sekali ada nada kesal tercampur kecewa di dalamnya.
Ya, jika kedua temannya yang lain mendengar perkataan rega pasti mereka juga merasakan hal yang sama dengan leo.
"Semoga kali ini kania gak ngecewain loe." Doa leo dalam hati.
Ya kadang di saat terntu seorang leo pun bisa bersikap dewasa juga, ya mereka memang saling melengkapi satu sama lain, itulah sahabat.
.
..
.
"Jadi rencana nya loe besok bakalan ngomong semuanya sama rega?" Tanya stevy.
"Iya, maafin gue ya udah buat kalian kecewa dengan ulah jahat gue." Ucap kania , ya kania sudah menceritakan ulah jahat nya yang menjebak gladys seperti berselingkuh, sampai yang terakhir tentang selembaran foto gladys yang kania tempel di mading tempo lalu.
"Ya, semua orang berhak berubah ke arah yang lebih baik kan." Ujar vania kalem.
"Seenggak nya bukan cuman loe doang yang pernah berbuat jahat, gue, dan kita semua ini juga pernah melakukan kesalahan." Ucap stevy meyakinkan.
"Ya betul, gue bahkan pernah bohongin ortu gue buat marahin sepupu gue yang super nyebelin dan membuat sepupu gue hampir di gampar sama bokap gue." Ucap maya agak meringis mengingat kejadian 1 tahun yang lalu, yang membuat sepupu nya masih marah sampai sekarang.
"Thank's semua nya, gue bersyukur punya kalian." Ucap kania merentangkan kedua tangannnya minta di peluk .
Tanpa pikir panjang mereka memeluk kania erat sambil melepaskan tawa mereka.
HELLO.....
I'M COMBACK...
MAAF POST NYA GAK NENTU, SUMPAH AKUTUH IDE NYA ILANG MUNCUL TERUS, SEDETIK ADA SEDETIK ILANG BEGITU AJA TERUS,...
__ADS_1
SEMOGA SUKA EPS SEKARANG, KASIH VoTE DAN KOMEN YA READERSS ..
SEE YOU NEXT TIME YA.. MUUAAACCHH...