Kania

Kania
8. PASAR MALAM


__ADS_3

"yuk ikut gue.." ucap arka sambil menarik lengan Kania.


"Ehh... Mau kemana, gue ga mau pulang" tolak Kania berusaha melepaskan pegangan arka.


"Maka nya itu ikut gue, loe mau emang di sini terus bengong bengong ga jelas. Hmm..."ucap arka lagi berusaha sabar


Dengan pasrah Kania pun mengikuti arka menaiki motor nya, terserah deh mau di bawa kemana yang penting tidak pulang dulu pikir kania


********


"Udah yuk turun!"


"Loe kangen banget ya sama gue sampe ga mau lepas meluk gue gitu" goda arka karna tak dapat respon dari Kania..


Kania pun baru sadar kalau selama perjalanan dia memeluk erat pinggang arka karna saking nyaman nya dan mungkin ada perasaan rindu juga..


"Ehh.. apaan sih loe jangan Geer ya!! " Sangkal Kania segera melepaskan pelukan nya dengan cepat dan salah tingkah.


"Gue cuman sedikit ngantuk aja tadi"alibi nya sambil segera turun dari motor arka


Arka hanya terkekeh senang melihat Kania salah tingkah begitu.


Kania yang kesal karena di goda arka hanya bisa memasang wajah cemberut nya, sambil menyelipkan rambutnya ke samping telinga dia berbalik ke belakang hendak mengomel pada arka karna membawa nya ke tempat gelap seperti ini..


"Loe mau mesum ya? Bawa gue ke tempat gel.... Ehh arkaaaa...." Protes Kania yang terpotong, saking terkejutnya dia melotot antusias..


"Yuk,, masuk" ajak arka sambil menggandeng sebelah tangan Kania lembut.


Kania mengangguk antusias menerima tawaran arka, mereka berjalan bergandengan tangan seperti sepasang kekasih, membuat banyak perhatian dari pengunjung pasar malam ini.


bagaimana tidak dapat perhatian mereka sangat mencolok di antara pengunjung yang lain.


Yang wanita sangat cantik dan yang cowok juga sangat tampan pasangan serasi pikir mereka..


"Waaahhh cantik dan ganteng ,ya ampun udah kayak artis aja mereka serasi banget." Puji salah satu pengunjung pasar malam saat melihat mereka berjalan melewati stand demi stand yang ada di sana..


Sedangkan dua manusia itu tidak ambil pusing, bersikap biasa saja, berjalan dengan riang mencari wahana yang akan mereka mainkan malam ini..


Kania menahan lengan arka dengan tiba tiba saat melihat permainan yang sangat seru menurut Kania..


"Kenapa ? Tanya arka bingung karena kania berhenti mendadak"


"Kita naik itu yu, Ar ?"ucap Kania sambil menunjuk ke sebelah kanannya dengan mata berbinar senang


Arka yang melihat ke arah permainan itu pun sontak membulatkan mata nya kaget.


Di tambah mendengar suara teriakan histeris dari para pengunjung yang menaiki permainan itu, membuat dia bergidik ngeri sendiri.


"Yang lain aja deh ya, tuh di sana ada main kuda kudaan.." ajak arka berusaha membujuk Kania untuk menaiki wahana kuda kudaan yang menggantung mengelilingi lingkaran besar di sebelah sana .

__ADS_1


Kania menatap arka datar lalu berkata " itu untuk anak kecil ARKA.."


"Eh masa sih , anak gede juga bisa kayak nya" ucap arka sambil menggaruk belakang kepalanya salah tingkah


"Pokoknya gue ga mau tau kita naik ini." Kekeh Kania keras kepala


" Oke.. oke.. tapi loe jangan pingsan ya, awas aja kalau pingsan gue tinggal di wahana itu." Ancam arka


Akhir nya arka dan Kania pun menunggu giliran untuk menaiki kora kora itu.


Tibalah giliran mereka untuk naik.


Kania berjalan terlebih dahulu dan memilih tempat paling belakang dan sudah duduk dengan tenang, sedangkan arka berjalan ragu ragu menghampiri Kania dan langsung duduk di sebelah nya dengan tegang..


"Kenapa milih paling ujung sihhh... Kalau kita Kelempar gimana" sewot arka sambil berpegangan dengan kencang pada pegangan besi yang tersedia.


" Ga bakalan,, mana ada sihhh,, udah deh nikmatin aja seru tau paling ujung.."ucap Kania bersemangat berbeda sekali dengan sikap arka barusan ..


Kora kora pun sudah di mulai, penjaga nya mulai mendorong pelan, lama lama mulai kencang dan tinggi membuat penumpang kora kora menjerit jerit karna adrenalin mereka sangat terpacu , atau mungkin karena ada yang takut juga seperti arka ini contohnya😌😌


"ASTAGBIRULLAH JANTUNG GUE ..."


"ALLAHUAKBAR,, AAAAKKKHHHH..."


itulah sebutan sebutan yang arka ucapan kan saat kora kora melaju dengan kencang ,,dengan mata tertutup, dan mencengkram pegangan besi dengan erat dia terus melafalkan doa yang dia bisa, menjerit histeris ketakutan


Tak kalah jauh dengan arka, Kania pun sama histeris nya ,, dia menjerit kencang meluapkan yang dia rasakan dalam hati nya, meluapkan emosinya yang tertahan,, dia terus menjerit dan berteriak kencang sampai kora kora berhenti dan selesai.


"CK.. baru segitu" ucap Kania meremehkan sambil tersenyum kecil.


"Tadi aja ngancem ngancem kalau gue pingsan mau di tinggal, sekarang siapa coba yang mau pingsan duluan" ledek Kania membalikan omongan arka tadi sambil bersedekap dada menyombongkan dirinya dengan bangga


Arka hanya mendengus tak peduli dengan sindiran Kania itu, yang dia pikirkan sekarang adalah kesehatan jantungnya yang masih berdetak cepat sekali, awas saja kalau dia sampai kena serangan jantung bakalan kena tuntut nih pegawai kora kora berserta Kania juga, dumel nya dalam hati.


Sedangkan Kania merasa senang dan plong, Rasanya beban yang Kania bawa tadi dari rumah sudah di luapkan tadi saat naik kora kora. Sekarang perasaan nya sudah lebih baik.


Karna tidak tega melihat arka yang masih lemas Kania pun menawarkan untuk membelikan minum untuk mereka berdua, ternyata haus juga habis jerit jerit tadi.


" Ya udah loe tunggu sini gue beliin minum sebentar".


Kania pun melangkah pergi ke stand minuman yang ada di sebelah kirinya .


"Nih minum" ucap Kania sambil menyodorkan air mineral pada arka.


Dengan senang hati arka langsung menyambar botol itu dan meminumnya sampai tersisa setengah nya.


Mereka sedang istirahat di samping loket kora kora kebetulan di situ di sediakan tempat duduk untuk menunggu antrian.


Arka yang masih sibuk mengatur nafas nya yang masih ngos-ngosan, sambil mengumpulkan energi nya kembali.

__ADS_1


Sedangkan Kania sibuk dengan pikiran nya sendiri, memperhatikan setiap sudut pasar malam itu dengan pandangan hampa..


PLASBACK


"Asyiiik akhirnya kita bisa jalan jalan lagiiiiiii" girang bocah umur 10 tahun itu sambil loncat loncat senang


"Pokok nya aku mau naik semua mainan yang ada di sini bareng kak Kania.." titah anak itu bersemangat


"Kamu ini, semangat banget sihh.." ujar mamah anak tadi sambil mencubit pipi nya gemas,


Anak yang di cubit itu pun hanya memasang wajah ceria nya saat di goda sang mamah.


"Ayo kak, kita naik kuda kudaan yang di sana" ajak bocah itu sambil menarik tangan Kania setengah berlari


Kania pun dengan senang hati mengikuti bocah itu, dan tak lupa minta izin pada Tante zivanna.


Mereka pun bermain dengan suka cita tanpa beban, terlihat sangat akrab seperti adik kakak yang tak terpisahkan..


Saat mereka menaiki wahana komedi putar , bocah itu pun terus berceloteh riang, seperti tidak pernah kehabisan bahan obrolan, Kania pun dengan senang hati mendengarkan cerita nya, sesekali dia menimpali godaan pada sang anak,, ya Kania sangat menyayangi bocah itu, Kania sudah menganggap dia seperti adiknya sendiri.


"Kak, pokoknya nanti aku mau sama kak Kania terus, sampai kita besar nanti kita harus sama sama terus ya" ucap bocah itu penuh harap dengan mata berbinar sambil memegang sebelah tangan Kania dengan erat dan menyandarkan kepalanya pada pundak Kania.


"Iya pokoknya kita jangan sampai pisah ya, kakak akan terus jagain kamu.." balas Kania dengan sayang sambil mengelus kepala anak itu lembut.


"Janji ya kak, haru....."


******


"Hey are you oke.." ucap arka menyadarkan Kania dari bayangan masa lalu nya itu,


Kania agak linglung sebentar karna kaget akan guncangan arka pada pundak nya yang lumayan kencang itu, seakan tersadar dengan situasi yang tidak enak itu, sebab arka berada tepat didepan wajah nya dengan raut cemas menyadarkan Kania dari lamunan nya.


Dia pun langsung menepis tangan arka dengan kencang sambil berkata salah tingkah " apaan sih loe??"


"Loe yang kenapa , gue ajak ngobrol malah bengong pake nangis segala lagi". Dengus arka kesal dan kembali duduk di tempat nya semula


Repleks Kania memegang pipinya yang basah itu,, dia tidak sadar melamun sampai menangis pula didepan arka..


"Ohh ini kelilipan kali" sangkal Kania sambil membersihkan sisa air mata pada wajah nya.


" Kelilipan kok deres banget" gumam arka yang masih terdengar di telinga Kania.


Membuat Kania kesal dan memabok bahu arka kencang membuat sang empu meringis sakit.


" Sakiitt Kania,, sadis banget sihh jadi cewek.." ringisan arka sambil mengusap bahunya menahan perih..


"Ywd ayo kita coba mainan yang lain lagi,, kita coba semua sampai pasar malam ini tutup sekalian baru kita pulang..! Ucap Kania sambil beranjak dari bangku nya itu dan berjalan duluan meninggalkan arka yang masih ngedumel di belakang Karna masih sakit akibat tabokan Kania tadi..


Mereka pun mencoba semua wahana yang ada di pasar malam itu, dari mulai kincir angin dan permainan melempar bola , sampai melempar karet gelang, dan berhasil mendapatkan banyak barang dari permainan itu,..

__ADS_1


Tanpa sadar mereka telah menghabiskan waktu 4 jam, membuat mereka di tegur oleh pedagang mainan karna mereka mau tutup karna waktu menunjukan pukul 1 dini hari..


Mereka pun pulang membawa banyak barang, dan bingung akan di bawa pake apa , karna mereka menggunakan motor,, akhirnya atas inisiatif arka mereka pun memberikan hadiah itu pada para pedagang yang masih ada di di situ satu persatu, dan hanya menyisakan 1 boneka beruang berukuran sedang untuk di bawa pulang oleh kania..


__ADS_2