Kania

Kania
17. BARBEQUE


__ADS_3

Sekarang Kania dan keluarga nya sudah kembali kerumahnya .


Hari menunjukan pukul 4 sore, seharusnya mamahnya menginap walau hanya satu malam saja tapi dia bersikeras tidak mau di rawat karna dia sudah merasa baik baik saja.


Sedari tadi mamah nya tidak mau jauh jauh dari nya. .


Menurut cerita papah nya dan riwayat medis dokter kemungkinan besar mamah nya bisa kembali terkena depresi jika beliau terlalu stres dan banyak pikiran.


Makanya Kania berusaha menjaga emosi mamah nya dan menenangkan sang mamah jika dia tidak akan ke mana mana.


"Aku bakalan sama mamah terus, aku anak mamah sampai kapanpun akan begitu." Ucap Kania menenangkan sang mamah yang tampak gelisah itu.


Setelah mamah nya tidur Kania pun menarik diri untuk menuju kamarnya hendak membersihkan diri dan beristirahat sejenak.


*********


Setelah membersihkan diri selama 30menit, Kania pun membaringkan tubuhnya di kasur king size nya itu, dia menatap langit langit kamarnya, teringat percakapan tadi siang bersama Gladys di rumah sakit.


Di sebuah bangku taman rumah sakit yang asri itu , terdapat dua remaja yang sejak 15 menit itu tengah duduk sambil menikmati udara siang hari dan angin sepoy sepoy itu dengan tenang.


Setelah 15 menit lamanya tidak ada yang membuka pembicaraan, akhirnya Gladys berdehem hendak memulai pembicaraan terlebih dahulu.


" Loe udah tahu kan tentang loe dan nyokap gue?" Tanya Gladys langsung.


"HM.. " gumam Kania


" Ternyata kita punya hubungan darah ya? Pantas saja gue ga pernah bisa benci sama loe! " Ucap Gladys di akhiri kekehan pelan .


Kania yang mendengar itu pun melihat ke arah Gladys sekilas dan kembali meluruskan pandangan nya ke arah jalanan.


"Ini terlalu mendadak, gue belum bisa percaya ini semua!" Ucap Kania akhirnya


" Percaya ga percaya itulah kenyataan nya. " Ucap Gladys tegas.


"Sekarang mamah lagi sakit, dan gue harap loe ga buat beban mamah bertambah" ucap Gladys menatap Kania tegas.


Kania pun membalas menatap Gladys tak kalah tajam nya , sambil mencengkram pinggiran bangku panjang itu dengan erat dia berkata


"Menurut loe, dengan kenyataan ini itu bukan beban buat gue dan nyokap gue? Nyokap gue terancam penyakitnya bakal kambuh kalau dia ga bisa mengendalikan emosinya." Ucap Kania menahan emosinya .


"Menurut loe jalan terbaik itu harus bagaimana? Ucap Gladys frustasi.."


"Anggap aja kita ga pernah denger drama tadi, anggap aja seperti itu, dan gue bakalan lanjutin hidup gue seperti biasa." Ucap Kania memutuskan tak mau menatap Gladys.


" Gak bisa seperti itu Kania! Mamah pengen banget ketemu dan ngakuin loe sebagai anak nya. Itu ga adil buat mamah!. Ucap Gladys berkaca kaca"

__ADS_1


Kania pun di buat bimbang dengan kejadian ini, dia bingung harus bagaimana , di satu sisi dia sangat menyayangi orang tua nya . Tapi dia juga mau meminta penjelasan dari Tante ivanna yang kata nya sebagai ibu kandung nya sendiri.


" Loe tahu, mamah bilang, sebelum papah meninggal papah ingin sekali berkumpul dengan anak anaknya. Maka nya itu mamah sering bertemu dengan om Satya untuk mempercepat perjanjian yang dulu. " Jelas Gladys .


"Gue juga baru tahu tadi dari mamah, dan gue berusaha Nerima itu."


Jantung Kania berdebar saat membahas tentang ayah kandung nya yang sudah meninggal itu.


"Loe harus nemuin mamah cepat atau lambat Kania! Gue ga mau loe menyesal nanti nya. "Ucap Gladys sebelum pergi meninggalkan Kania di taman itu sendirian.


.


.


.


.


Tok.. tok ... Tok...


Non , permisi ada den arka di bawah katanya mau bertemu non Kania .


Lamunan Kania buyar seketika saat BI Surti masuk ke dalam kamarnya tiba tiba.


"Bibi.. ketuk pintu dulu dong, kalau aku lagi ga pake baju gimana?" Kaget Kania sambil memegang dadanya.


"Ihh... BII apaan sihh,, udah sana bilang sama arka suruh tunggu sebentar lagi aku turun." Ucap Kania kesal sendiri.


Bi Surti pun segera berlalu dari kamar anak majikan nya itu dan tak lupa menutup pintu kamarnya kembali.


Kania pun mengikat asal rambutnya dan bergegas turun ke bawah untuk menemui arka.


Arka yang terlihat sedang sibuk dengan gadget nya pun segera mengalihkan pandangannya pada Kania.


Kania langsung mendidikan bokong nya pada sofa rumah nya dan bersandar di kepala sofa.


"Mau pergi sama gue ga? Tanya arka sambil mengusap rambut Kania"


"Kemana? Tanya Kania"


"Sebenarnya sih tadi anak anak chat gue, kata nya mereka mau kumpul di rumah rega, emg nya loe ga di kasih tau ya?" Tanya arka heran.


"Oh.. itu..!! Iya gue lupa" ucap Kania sambil memijat pangkal hidung nya lelah.


Arka melihat kania prihatin , pasti sangat berat mengetahui kenyataan ini, sebagai sahabat dia hanya bisa menemani Kania di saat waktu seperti ini dan tetap berada di samping nya untuk menguatkan .

__ADS_1


" Gue tahu ini berat buat loe terima! Tapi coba lah untuk berpikir positif terhadap orang tua loe dan orang tua kandung loe, mungkin mereka melakukan ini karna terpaksa dan tidak ada maksud lain nya" . Ucap arka sambil mengusap kening Kania yang sedang bersandar di sofa.


Tak terasa air mata Kania terjatuh perlahan setelah mendengar perkataan arka, dia menangis dalam diam sambil masih memejamkan mata nya di sandaran sofa .


" Menangislah, jika itu bisa membuat loe lebih baik, tapi setelah itu ,loe harus kembali tersenyum untuk menghadapi takdir yang telah digariskan Tuhan ini." Ucap arka masih mengusap kening Kania lembut.


Isakan tangis pun perlahan terdengar , badan Kania bergetar hebat, dia menutupi wajah nya dengan telapak tangan nya dan menangis di situ.


" Gue gak tahu harus bagaimana ka? Gue bingung dengan situasi ini!" Ucap Kania sambil terisak.


Arka masih mengusap usap punggung Kania yang masih bergetar akibat menangis.


************


Kania dan arka pun telah sampai di sebuah rumah mewah milik Rega, yang di mana mereka telah di undang untuk kumpul kumpul seperti biasa , ya, mungkin ini pertama kali nya buat arka ikut kumpul dengan geng Rega, karna dia merupakan anak baru yang kebetulan sekali bisa bergabung dengan mereka.


Mereka memasuki rumah besar itu, dan berjalan ke arah taman di mana mereka berada.


Setelah sampai di taman mereka menemukan sahabat sahabat mereka sedang asik memanggang daging ada yang sedang bersantai pula, ya mereka sedang mengadakan acara barbeque karna malam kemarin kata nya Rega memenang kan pertandingan kembali jadi malam ini mereka sedang merayakan kemenangan itu.


Maya yang melihat Kania pun segera memanggil Kania dengan antusias " kaniaaaaaa.... Sini sini.."


Kania pun segera menghampiri Maya yang sedang duduk meminum jus jeruk nya dengan lesehan di taman rumah Rega.


Sedangkan arka pergi menghampiri Ricard dan Leo yang sedang memanggang daging dengan heboh karna adu argument seperti biasa.


"Yang lain mana? Tanya Kania sambil memperhatikan sekitar "


"Vania dan Stevy lagi otw, mereka di suruh beli minuman dan cemilan sama Rega.. hihi.. . Ucap Maya sambil cekikikan mentertawakan kedua sahabatnya yang pasti kerepotan, salah sendiri berangkat paling belakang jadi kena suruh deh.."


"Rega kemana? Tanya Kania lagi "


"Tadi dia habis berenang , mungkin lagi mandi dan ganti baju."


Kania merngenyit kan kening nya, dan melihat jam tangan nya pukul 9 MLM, malam malam begini berenang apa tidak dingin.


"Ya udah deh, gue lihat Rega dulu." Ucap Kania sambil berdiri dan berjalan ke dalam rumah Rega.


Kania berjalan ke arah tangga menuju kamar Rega berada.


Dengan perlahan Kania menginjakan kaki nya selangkah demi selangkah menaiki anak tangga.


Saat hendak mengetuk pintu kamar Rega yang ternyata tidak tertutup sempurna itu, Kania berhenti di depan pintu dan bersandar di tembok dekat pintu hendak menguping pembicaraan Rega yang sepertinya sedang menerima panggilan.


"Di rumah lagi ada teman teman aku, mamah ga usah khawatir, setiap hari juga aku sendiri dan aku masih baik baik aja tanpa kalian. Iya, kalian tidak usah khawatir aku bakal jaga diri, have fun buat kalian."

__ADS_1


Rega langsung mematikan sambungan telponnya dan membanting kan tubuhnya ke atas kasur king size nya itu, dan memejamkan mata nya sebentar berharap emosi di dalam hati nya bisa mereda sedikit.


__ADS_2