
Karin menyeduhkan secangkir kopi untuk Jordan, tak perlu jauh jauh untuk ke dapur. Teko dengan air panas di dalam dituangkan ke cangkir putih yang diisi bubuk kopi tambah gula. Mengaduk perlahan, di cicipi nya dulu apakah rasanya sudah pas atau belum. Merasa sudah pas untuk dihidangkan, Karin berjalan menuju ke arah paman nya yang asik dengan barbel.
"Paman minum dulu" panggil Karin menaruh cangkir kopi di meja. Ini masih di ruang PK, dan ini masih belum selesai. Sambil menunggu paman nya, Karin mengambil ransel kecil nya, mengambil HP nya dari dalam ransel, mematung setelah melihat notifikasi yang diberikan.
Memang sudah dari tadi, hanya saja Karin tak membuka hp nya dari dia masuk ke ruangan PK. menggulir kebawah, bisa dilihat Adriana memberi nya pesan.
Mama Adriana: Karin itu uang dari Mama sama Papa, kamu gunakan belanja belanja sana. Kamu ini gak pernah keluar sama sekali ya... sekali kali dong keluar, di rumah aja kamu.
Mama Adriana: Pokok nya Mama gak mau tahu, nanti pulang Papa sama Mama harus lihat uang nya sudah berkurang.
Mama Adriana: Ajak siapa begitu, jangan sendiri. Diluar berbahaya.
Mama Adriana: Mama sayang sama kamu, muach
Karin membaca chat sambil menatap tak percaya, uang sebanyak itu dibuat belanja malah membuat nya kewalahan. Lebih baik ditabung, tapi kalau Adriana memaksa nya. Ya harus bagaimana lagi? sehabis ini ia akan ke mall tentu nya mengajak orang.
Mengambil kopi yang dibuat keponakan nya, Jordan menikmati buatan nya dengan antusias. Enak seperti biasanya.
"Karin" panggil Jordan dari jarak 5 meter. Karin berdiri "Ya paman ada apa?"
Mengambil handuk di depan nya ia serahkan ke Karin "Ini pasti kamu kecapekan kan? bagaimana kalau berhenti dulu. Sepertinya paman terlalu memaksa tadi" kata paman menggaruk tengkuk kepala.
Karin hanya menjawab-oh. Tak apa sih lagian tangan nya sudah tak apa, ia sudah lebih baik sekarang. Dan itu semua juga berkat Jordan, siapa lagi kalau tidak ada yang mengajari nya apa itu tentang berusaha?
"Gak apa apa paman" mengulurkan tangan menerima handuk kecil yang di ulurkan kepada nya. "Lagian Karin juga merasa puas, gara gara ucapan paman. Karin jadi lebih bersemangat!" ia mengepalkan tangan nya mengangkat sedikit ke atas.
"Paman, aku mau ke mall boleh kan??? hanya sebentar kok, gak bakal lama tenang aja. Boleh kan paman?" tanya Karin menatap Jordan dengan tatapan memohon. Jordan hanya mengiyakan saja, lagian kalau keponakan nya senang, dirinya juga akan senang.
"Ya sudah, tapi janji ya jangan kemana mana selain ke mall" acung Jordan menampilkan jari kelingking mengarah ke Karin. Karin menjawab dengan senang hati "Tenang aja paman, Karin gak bakal lama lama kok" sahut nya. sudah mendapatkan ijin, Karin langsung berpamit pergi.
.
__ADS_1
Karin sudah siap dengan baju lengan panjang nya tak lupa celana dengan warna yang sama. Melirik sekitar memanggil Salsa yang sedang membersihkan lantai 2,segera Salsa berlari menuruni tangga.
"Iya nona, ada yang bisa saya bantu?" ucap Salsa dengan gerakan cepat sudah ada di samping Karin, padahal baru ia panggil.
"Aku bakal ajak kamu, bawa satu teman kamu lagi dong buat diajak ke mall hanya 2 orang saja tak usah banyak banyak" perintah Karin yang di angguki Salsa, segera Salsa berlari menuju ke suatu ruangan. Beberapa menit ditunggu akhirnya Salsa menggaet seorang perempuan cantik, rambut belah, pirang. Tetapi Karin sekali lagi tak tahu siapa pembantu yang digandeng Salsa.
"Kamu..."
Perempuan yang ada disamping nya membungkuk, memperkenalkan diri "Nama saya Dina nona" kata Dina. Karin mengangguk "Ya sudah ayo kita langsung berangkat" ajak Karin langsung menggandeng tangan kedua pembantu nya. Salsa dan Dina langsung panik tapi tak bisa menolak begitu saja.
.
MALL CAENTRO VIIP 2
Terlihat sedikit manusia yang berada disini, mungkin sepi atau memang barang disini mahal mahal. Harus darimana dulu ia mulai? kedua mata nya tertuju ke tempat eskrim, langsung terpikirkan rasa vanilla dan coklat. Tapi setelah memikirkan coklat langsung ia tepis jauh jauh, kenapa Karin masih suka dengan coklat... padahal dia sudah tak suka dengan namanya coklat.
Niat Karin untuk masuk ke tempat es cream langsung tak jadi, melanjutkan perjalanan mereka mencari sesuatu disini. Bagaimana dengan baju elegan milik orang kaya disana? segera Karin berlari masuk ke dalam.
"Hush, ayo masuk" sarkas Salsa mengajak Dina masuk ke dalam dengan status menjadi pengawal Karin.
"Ehm... ini... ini...bagus... ini juga cantik" ungkap Karin senang melihat baju baju bagus, cantik yang akan di dambakan orang lain disini, bahkan harga nya bukan lah harga yang murah murah.
Karin memanggil Salsa dan Dina menuju ke dirinya, meminta saran baju apa yang bagus. "Ehm... sepertinya ini cocok untuk anda, dan ini juga terlihat bagus. Saya tak bisa memilihkan nona, soalnya pakaian disini bagus bagus semua" lirih Dina sedikit malu karena ditanya dengan pertanyaan yang dirinya sendiri tak tahu jawaban nya apa.
"Ih gak usah malu malu gitu... kamu Salsa, menurutmu yang bagus mana?"
Salsa langsung menunjuk pakaian pakaian yang tergantung, sambil mengatakan bagus tapi menunjuk yang lainnya juga dan berkata bagus, pokok nya semua dibilang bagus oleh nya.
"Kalau begitu, Dina dan Salsa ambil 3-5 pakaian bagus menurut kalian lalu serahkan ke aku, akan ku ukur sendiri" suruh Karin kepada mereka berdua yang dijawab bungkukan badan. Langsung mengambil 3-5 pakaian yang mereka anggap cantik.
Mereka kembali lagi menghadap di depan Karin dengan pakaian yang mereka ambil. Dina hanya membawa 3 pakaian sedangkan Salsa membawa 5 pakaian. Langsung Karin minta kepada yang Salsa ambilkan tetapi terkejut dengan perbuatan Karin yang dimana bukan mengukur dirinya sendiri malah diukur di tubuh Salsa dan Dina.
__ADS_1
Tentu mereka berdua kaget tak main, "Nona apa yang anda lakukan"
"Kalian bilang pakaian nya cantik kan? ya sudah aku belikan untuk kalian berdua" kata Karin dengan enteng nya. Mereka berdua seakan tak percaya dengan apa yang dilakukan majikan mereka "Tapi nona bagaimana? nona tak beli apapun disini?" tanya Dina dengan suara kecil.
"Aku beli yang lain saja lagian aku tak perlu baju secantik cantik itu. Kalian saja yang beli, akan ku belikan tenang saja"
"Tapi nona nanti-"
"Udah gak papa, Terima aja. Oh ya belikan juga ya untuk para teman kalian di rumah"
Dina dan Salsa saling pandang memandang "Baik nona" pada akhirnya mereka berdua mengangguki ucapan Karin.
"Total nya berapa?"
" 1.1 1. Yves Saint Laurent, 1.2 2. Versace, 1.3 3. Louis Vuitton, 1.4 4. Burberry, 1.8.3 CerkTT, 9.0.20 DEXAN Girl
hanya 6 pakaian ini saja? tak ada yang lain lagi?" tanya kasir kepada Karin yang langsung menatap Salsa yang dijawab gelengan.
"Enggak ini saja kak, gak papa semua nya berapa ya?"
Kasir langsung mengetik harga ke komputer nya mencatat harga dari baju yang mereka beli "Total nya 250.000.000 ya"
"Pembayaran nya lewat mana?"
"Lewat rekening di HP aja kak"
Langsung sang kasir menyerahkan sebuah alat untuk memasukkan kode dan nominal yang akan pembeli berikan.
"Terimakasih kak, selamat berbelanja" kata sang kasir.
Dina dan Salsa membawa 2 tas yang berisi pakaian yang baru mereka beli. "Aku mau ke sana boleh kan!" tunjuk Karin melihat ada orang yang jualan ayam dari kejauhan sana. Dina dan Salsa reflek mengangguk.
__ADS_1
.