
"Ya Tuhan bagaimana ini..."
Pergelangan tangan Karin dipegang Alby. Ia menuntun Karin ke suatu tempat. Rupanya Alby masih belum melupakan denah rumah yang besar dan seluas ini. Karin takut kalau Alby kecewa saat tanaman nya sudah tak ada apalagi dengan taman kesayangan nya.
Beberapa langkah lagi akan menuju ke ruang PK, ruang yang dulunya adalah bekas taman masa kecil. Sebelum Alby tahu semuanya langsung saja Karin hentikan langkah mereka, menahan tubuh nya ditempat.
Alby langsung terjungkal kebelakang saking kuatnya Karin menahan nya. Karin juga akan ikut jatuh.
Tetapi...
Kedua mata nya membuka melihat tubuhnya di tahan oleh Alan. Alan membantu Karin berdiri dan juga karin pun membantu Alby yang jatuh di pelukan nya.
Kini masalah tambah runyam. Alby mulai menatap curiga ke arahnya. Yang ditatap malah celingak celinguk mencoba mencari alasan yang tepat.
"Kenapa Ana berhentiin aku?." pikir Alby dalam hati nya.
Alan yang seakan mengerti dengan situasi saat ini mulai mendekatkan diri di samping Alby, memegang pundak nya.
"Tolong tuan jangan membuat gaduh. Biar saya antarkan" ujar Alan. Melepaskan genggaman nya dari pundak Alby. Alby langsung mengangguk.
Sedangkan Karin tercengang. "Apa yang Alan lakukan sih!." pikir Karin mengikuti Alby dari belakang. Mereka akan menuju kemana?.
🍁
Di Taman depan rumah.
"Ini..." Alby membuka mulut nya tak percaya. Kalau disini tempat taman nya. Seingat nya taman nya bukan disini, "apa jangan jangan taman baru?" lirih nya kecil.
Ditatap nya Karin, mencoba mendengar penjelasan dari nya tentang semua ini. Sang empu yang di tatap hanya memasang wajah datar sembari menatap Alan dengan rasa kesal.
"Jelasin Ana!" Alby sedikit meninggikan suara nya.
Karin menunduk dengan sirat penyesalan. "A... Aku. Bisa jelasin." lirih nya, menengok sedikit ke Alby yang sudah memasang raut muka cemberut.
"Kenapa taman nya bisa ada disini! Bukannya ada di dalam rumah." Alby melipat lengan nya menatap tajam ke arah nya.
"I.. Itu..." Karin masih tak bisa menjelaskan nya. Alby sekarang sadar. "Oh!!! Jadi dari tadi yang kamu kasih aku... Kue, makanan, minuman itu buat kecohin aku??? Biar aku gak ke taman masa kecil kita gitu!"
__ADS_1
Hati nya berdegup kencang, dirinya merasa bersalah sudah membohongi sahabat nya. Padahal mereka sudah janji dulu, tidak ada kebohongan yang harus di pendam di antara mereka berdua.
"Kenapa?. Apa gara gara taman baru ini???, gak papa kok. Kenapa kamu harus sembunyiin semua ini? Padahal kita sahabat, 1 kebohongan 1000 kesalahn untuk kita." lirih nya menempelkan telapak tangan nya di dada.
Alby memajukan badan nya, memeluk hangat Karin dengan penuh rasa sayang sebagai seorang sahabat.
"Gak papa kok, gak papa" Alby menepuk pelan pundak sahabat wanita nya.
"Aku kan orang nya gak marahan, ini juga salah ku karena gak bilang ke kamu kalau aku masih hidup. Selama ini aku hanya mementingkan diriku dan bagaimana hidupku nantinya akan berjalan, tapi pas sudah tercapai ternyata aku masih salah. Sudah tidak mengabari mu bepuluh puluh tahun. Dan aku tau pasti kamu merindukan ku kan? Aku juga sama rindu dengan mu."
Alby mengeratkan pelukan nya, karin dipeluk dengan sangat erat. Rasa tak pernah yang dibayangkan seperti momen momen ini benar benar membuat mereka teringat dengan masa kecil. Karin, Alby dan ke empat teman lainnya juga penting.
Karin tak tahu harus menangis, senang, tertawa atau kesal, menyesal atau bagaimana lah. Sekarang yang dia pikirkan apa tanggapan Alby selanjutnya saat mendengar bunga kesayangan nya dulu disini, sudah tidak ada.
"Jangan nangis ya" Alby mengusap kedua mata nya, memberikan tisu yang ada di saku celana nya. Dia mengangguk untuk jawaban menerima usapan Alby.
"Lebih tenang kalau kita duduk, oke" tunjuk Alby ke bangku panjang yang ada di depan sana.
🐤
Mereka berdua mencoba mencari suasana. Menikmati taman ini dengan perasaan tenang. Karin menghela napas sama dengan nya Alby yang juga ikut menghela napas.
Alby mengelus puncak kepala Karin dengan lembut, memaniskan senyuman nya. "Ana..." Alby menguatkan nya dengan sikap nya yang manis.
"Kenapa kamu takut bicara sama aku? Kan hanya taman, memindahkan taman kan... Kenapa. Kenapa harus takut?" tanya Alby mulai serius dengan sifat nya sekarang, karena ia bukan anak kecil lagi.
"Itu... Alby.... Aku..." mengalihkan pandangan ke samping.
"Bunga kamu... Yang kamu tanam dulu, itu..." Karin menggenggam erat kedua tangan nya.
Alby terdiam, mengecilkan suara "Bu... Bunga nya kenapa..." tanya Alby. Ia meneguk saliva nya pelan mencoba tak gugup.
"Bunga yang kamu sayangi saat masih kecil itu... Sudah gak ada lagi." tatap nya menatap lurus ke kedua mata Alby. Alby langsung terdiam, menundukkan kepala nya.
Karin mendekatkan diri, ia mencoba membujuk nya.
"Alby.... Aku bakal beliin yang baru, tenang saja kamu gak usah khawatir. Tolong jangan benci sama aku ya, aku gak mau kamu sedih gara gara tanaman yang kamu tanam dulu sudah gak ada. Maafin aku ya. Aku bakal gantiin semua nya kok tenang saja!"
__ADS_1
Alby tak bergeming sama sekali, entah apa yang dipikirkan nya sekarang. Ia terus menunduk, kedua tangan nya terjatuh lemas ke bawah. Memancarkan aura yang tidak mengenakkan.
"Sudah ku duga, Alby sedih sama bunga nya.... Duh bagaimana ini???" pikir Karin juga ikut kecewa.
_FLASHBACK ON_
Saat Umur 7 tahun di kediaman Karin Ariana.
Alby mencuci kedua tangan nya di keran kecil yang ada di taman ini. Ia habis menanam biji tumbuhan di sebuah pot kecil. Karin atau yang Alby panggil Ana menghampiri ke arahnya. Menawarkan tisu untuk mengelap tangan yang basah.
"Makasih Ana" Alby menerima tawaran nya dan mengusap usap kan ke kedua tangan nya. Karin menjawab "Sama-sama".
Karin melihat pot kecil dengan gundukan coklat yang belum ada daun nya sama sekali. Mendekat, dan jongkok melihat buah bakal tumbuhan baru.
" Alby!" berteriak memanggil nama Alby. Alby datang dengan tergesa gesa, ikut menjongkok di samping nya. Alby berkata "Aku gak sabar, tanaman nya bakal tumbuh (Mama)" kata Alby yang sama sekali tak Karin mengerti.
"Maksudnya?" tanya Karin tak paham.
Alby mengelus pot nya "Karena aku menyimpan sesuatu di dalam"
Karin yang penasaran mendekatkan wajah nya "Apa??? Apa yang ada di dalam! Apa?" karin menggoyangkan tubuh nya, kesana kesini membuat nya pusing sendiri.
"Ra-ha-si-a"
Karin memasang wajah cemberut, "Kenapa!!! Ayo cepat jelasin ke aku..."
"ALBY!!!" teman lelaki mereka memanggil terpaksa Alby yang ingin menjawab rasa penasaran nya langsung terhenti.
"Nanti aja. Kita kesana yuk"
"OKE!"
_FLASHBACK OFF_
Alby menyembunyikan wajah nya dengan kedua tangan nya. "Apa Ana gak ingat?" sedih nya di dalam hati. Karin dari tadi terus menggoyang goyangkan tubuh Alby.
"ALBY!!! MAAF!!!"
__ADS_1
Alby membuka jari nya melihat Karin yang kedua mata nya sudah berkaca kaca. Sekarang yang bisa ia tampilkan senyuman palsu nya.
"Gak papa" simpul Alby.