KARIN(Waktu Nya Pembalasan)

KARIN(Waktu Nya Pembalasan)
#38/Kericuhan para wartawan di luar.


__ADS_3

Dok-Dok-Dok.


Pintu kamar dengan keras di pukul beberapa kali oleh Salsa, ya mau bagaimana lagi ini semua ia lakukan karena terpaksa. Yang di dalam pun juga tak kunjung keluar, Salsa sedikit curiga kalau majikan nya tak ada di kamar.


"Nona!!!!"


"Nona!!!"


Tak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar. Pintu juga dikunci, ia tak bisa masuk. Pikir nya "Kemana Nona Karin sebenarnya...." .


Ia cari sana sini pun tak ada. Hanya satu jawaban terakhir, yaitu di kamar milik orang nya sendiri. "Apa nona tertidur ya" ucap nya pelan, tidak lama berselang nona yang ia cari akhirnya datang dengan sengaja menepuk pundak Salsa dari belakang membuat dirinya begitu terkejut.


"Eh tuyul" ceplos nya langsung tutup mulut.


Membalik kan badan, hati nya lega. Rupanya majikan nya sedang membuat secangkir teh di dapur,ia lupa tak mengecek dapur bawah. "Ada apa?" tanya Karin merasa tak terjadi apapun, kalau di dengar dari sini memang tak terdengar. Tapi ia harus berkata kalau ada para wartawan yang sedang menggila di luar.


"Nona, di luar terjadi hal gawat nona! Banyak wartawan dan para perekam sedang ada di luar menunggu nyonya Adriana dan anda. Saya takut kalau nona terjadi apa apa. Sebaiknya nona disini saja, di luar para wartawan begitu menggila. Wanita mungkin tak bisa mencega-"


"Eh?" heran nya saat melihat secangkir teh di kedua tangan nya. Ia lihat majikan nya sudah lari begitu saja, entah kemana. Tapi arah nya keluar dari Mansion. Segera Salsa berpikir untuk memberitahu tuan Jordan juga. Segera berjalan cepat sambil membawa secangkir teh.


*_*


Dari kejauhan bisa ia lihat banyak nya orang yang sempit sempitan memaksa mereka semua masuk ke dalam. Ada yang berteriak agar dibolehkan masuk ke dalam ada yang nekat naik naik ke atas tapi saat sudah di atas kaki mereka disodok sama sapu ijuk oleh Pak Satpam dan lainnya.


Kalau ini semua dibiarkan apa yang akan terjadi? Langsung ia berlari menghampiri, ingin membantu para pekerja pria di rumah nya menahan mereka semua. Tapi malah membuat para warga menggila saat melihat Karin di depan mata mereka.


"A-Apa yang terjadi???" kaget nya mendengar dirinya disebut sebut (Anak keluarga Pratama). Ia mundur beberapa langkah tapi tidak menurunkan tekad nya untuk membantu menghalangi mereka semua untuk masuk.


-YA AMPUN!!!


-APAKAH KAMU BENAR ANAK DARI KELUARGA PAK PRATAMA?


-SUNGGUH KAH INI NYATA!


-TOLONG JAWAB KALAU KAU BENAR BENAR ANAK DARI BU ADRIANA!


-KU KIRA DISINI MEREKA BELUM MEMPUNYAI ANAK SAMA SEKALI.


-BERITAHU KEPADA KITA, KENAPA ANDA DISEMBUNYIKAN DARI PUBLIK?.

__ADS_1


-KITA MENDENGAR KALAU ADA PELAKOR YANG INGIN MEREBUT BOSS BESAR PAK PRATAMA.


-KITA BUKAN ORANG JAHAT, KITA ORANG BAIK YANG AKAN MEMBOOMING KAN BERITA INI.


-BUAT PELAKOR KELUARGA MU TAK BERKUTIK DENGAN JALAN YANG KITA BUAT!!!


-TOLONG BIARKAN KITA MASUK, LALU KITA BISA BERBICARA BEBAS DI DALAM.


-TOLONG LAH!!!


Terkesan memaksa, mereka semua seakan memaksa nya untuk membiarkan para wartawan masuk ke dalam. Kalau saja dia seenak nya membiarkan mereka semua masuk, entah hal apa yang akan terjadi bukannya hal baik malah mendatangkan hal buruk yang bisa saja merusak semua rahasia keluarga ini.


"Karin!!!" teriak paman Jordan dari kejauhan yang baru datang orang nya. "Paman". Karin melihat peluh keringat paman yang sepertinya paman nya baru bangun tidur langsung berlari menuju kesini.


"Ya ampun... Apa yang terjadi ini..."Jordan begitu khawatir melihat sekumpulan orang berbaris dari depan hingga belakang sana.


"Ini sudah malam tapi mereka tak tahu aturan orang tidur?. Menganggu saja" ucap Karin tak suka pada mereka semua yang ada di luar. Mereka seperti ikan yang belum dikasih pakan saja.


"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi mereka? Tak mungkin kan kita beradu jotos dengan mereka di luar?" kata Paman Jordan.


Karin langsung memasang wajah datar, "Siapa sih yang mau mencelakai mereka....?" kata nya dalam hati hingga ada suara dari luar yang berteriak begini.


- HEI! APAKAH DIA ADALAH PRIA JUARA DI TINGKAT NASIONAL ITU??? SAAT ACARA KARATE! DI TV TV ITU! DIA PRIA TERKENAL KAN!


-OH AKU TAHU KALAU TIDAK SALAH JORDAN GANARA BUKAN???


-OH YA! MAS JORDAN! SEKARANG MAKIN TAMPAN SAJA! MEMANG KELUARGA INI BIBIT NYA TAK MAIN MAIN!


-AKU SENANG!!! AKU INGIN MINTA TANDA TANGAN MU DONG!!!


-MAS JORDAN!!!!


Jordan yang serasa di panggil oleh mereka semua langsung terpekik keheranan, pikiran nya tak bisa fokus melihat begitu banyak wanita mengidam idamkan nya. Sekarang Jordan yang menjadi target para wanita di luar, ia langsung terkejut ketakutan.


"A... Aku...." gagap Jordan melihat Karin sedikit menertawai nya.


"Ayo paman kita usir, kalau begini mereka akan terus disini sampai esok. Paman mau melihat para Satpam, Pak Kebun dan Pembantu Lelaki lain kecapekan?" kata Karin berjalan pelan menuju ke gerbang.


Jordan terdiam mengikuti keponakan nya dari belakang, kuat sekali mental Karin. Bahkan dirinya saja sudah bergetar ketakutan melihat para orang menggila di depan.

__ADS_1


Karin langsung mendobrak gerbang dengan kaki nya yang sengaja di kenai ke bagian gerbang. Membuat mereka semua cukup terdiam dengan hamparan yang begitu keras.


"KALIAN SEMUA SUDAH CUKUP! INI SUDAH MALAM HARI! DAN KALIAN MASIH ADA DISINI! KEMBALI BESOK! TUAN RUMAH MASIH TIDUR, KALIAN SEBUT DIRI KALIAN POSITIF? TIDAK ADA! SAAT INI KALIAN SEPERTI ORANG JAHAT, KALIAN MENGGANGGU TIDUR SESEORANG DENGAN NYENYAK NYA! PERGI!!! ATAU TIDAK KALIAN AKAN KU PUKUL SATU SATU!!!" bentak Karin dengan ambang batas nya sendiri, ia malah ngos ngosan sendiri.


Mereka hanya terdiam , dan melanjutkan aksi mereka dengan paksa membuka gerbang. Kini Karin tak tahu harus apa lagi, masa iya dirinya harus memukul orang-orang itu satu satu? Bisa dipenjara nanti.


Beberapa menit kericuhan terjadi, ini membuat nya terasa mual. Bahkan yang menahan mereka sudah tak kuat lagi, mereka mau menyerah. Setelah ini biarkan lah mereka masuk ke dalam, benar benar orang-orang gila.


TINN-


Klakson mobil dari arah belakang berbunyi, Karin bangun dari rasa ngantuk nya. Ia melihat mobil Papa nya dari kejauhan sana, sebagian warga yang ada di belakang beralih ke mobil milik Pratama. Semua mengelilingi mobil itu, tak ada yang tersisa.


Pratama membuka kaca mobil nya, langsung menyodor kan mic kearah Pratama, membuat mobil ini terasa sempit. Saat mic diarahkan kepada nya ia langsung mengusir mereka dengan tajam, "Pergi!" ucap nya yang begitu tajam nan menukik membuat mereka semua langsung menjauhkan diri dari mobil milik Pratama tapi masih di tempat.


Kesal, ia langsung menarik kerah meja seorang wartawan yang ada di samping mobil nya.


"Pergi kau dari kediaman ku. Kalau tidak.... Semua nya akan ku usir dari pekerjaan kalian. Cepat atau ku hitung dalam hitungan mundur?"


Mereka yang tentu mendengar nya langsung berlari ter birit birit. Semua nya langsung berlari saat Pratama mengatakan itu.


Karin langsung gembira hati, akhirnya beban yang ada di depan nya menghilang tanpa sisa.


"Papa..." senang nya dalam hati setelah melihat para wartawan gila itu akhirnya pergi dari sini.


"Omong-omong papa bicara apa ya tadi?" tanya nya yang takjub melihat mereka semua langsung kandas tak tersisa. Gerbang langsung dibuka, mobil dijalankan masuk ke dalam.


Setelah di dalam, Pratama membuka kaca mobil nya. Mengajak Karin dan Jordan masuk ke dalam, karena untuk masuk ke dalam rumah memang lah sangat jauh. Mereka menerima nya karena ini balasan untuk mereka sudah berjuang mati matian menghadapi orang-orang gila.


"Makasih Papa~" ucap Karin di dalam mobil dengan senyuman tulus. Pratama langsung tersenyum gembira, "Sama sama Karin".


Hari yang melelahkan, malam hari saat di luar rumah itu tak enak, dingin, amarah semua tercampur kan menjadi satu. Pokok nya ia tak ingin lah terjadi lagi di keesokan hari nya.


Karin langsung tertidur di mobil Pratama yang sudah ia parkir kan. Pratama menggendong anak nya dan menyerah kan nya ke Alan yang menerima tubuh Karin.


"Taruh dia di kamar, saya mau bicara dulu sama Jordan" kata Pratama sambil memandang Jordan yang tak tahu apa apa.


Alan mengangguk sekilas, membawa nona nya dengan hati hati.


"Ayo Jordan kita ke ruang tamu. Hanya sebentar,tak lama" ucap Pratama terlebih dahulu jalan di depan, Jordan hanya bisa mengikuti.

__ADS_1


Hari ini benar benar hari yang melelahkan.


.


__ADS_2