KARIN(Waktu Nya Pembalasan)

KARIN(Waktu Nya Pembalasan)
Draft


__ADS_3

"HAH!" Langsung saja Karin menghalangi Alby yang akan jalan jalan mengitari mansion perumahan. Alby sedikit terkejut "Kenapa?" Alby memasang wajah tanda tanya.


Karin melihat ke langit langit atas sana, mengitari kedua bola mata nya kesana kesini. "Ehm..." Ia mencoba mencari alasan yang tepat. Ditatap nya Alby dengan seksama. "Mau kue?kue keju kesukaan mu dulu" kecoh Karin menunjuk kedua tangan ke arah dapur.


"KUE KEJU!!!" Alby terbelalak kaget. Sudah lama sekali ia tak menikmati Kue rasa keju, sudah berapa tahun lama nya. Kenangan rasanya saja sudah meleleh di lidah nya. Hal bodoh hanya karena kue tak merasa kalau ia sudah dikecohkan.


"Ayo! Ana. Aku gak sabar mau makan kue keju. Pasti enak" ia senang, loncat loncat dengan rasa gembira. Karin menggeleng lucu melihat tingkah Alby yang masih sama seperti anak kecil, seperti dulu.


"Yaudah ayo"


Karin berjalan menemani dari belakang dan belakang nya lagi Alan masih memantau Karin bersama Alby.


🍀


Di dapur terdapat Nina dan satu pembantu perempuan berambut coklat sedang memasak sesuatu. Mereka awalnya tak tahu kalau Karin berada di belakang mereka tapi setelah Alby bilang "Kue keju nya mana Ana?" sambil menatap wajan yang berisi makanan yang dimasak oleh kedua pembantu nya.


Nina terkejut, membalik kan badan. Membungkuk kan badan "Nona maafkan saya, saya tidak tau kalau anda berada di belakang saya" hormat Nina yang langsung di kode Karin untuk berdiri tegap.


"Gak apa apa." Karin melambai tangan nya ke Nina untuk menuju ke dekat nya. "Ya nona". Nina memasang telinga nya baik baik, mendengar apa yang akan dibisikan majikan nya.


"Kue keju?" pikir Nina dalam hati. Menjawab ucapan yang baru saja dibisikan Karin dengan gelengan kecil. Karin mendekat lagi "Cepat pesan kue keju sekarang juga. Aku butuh buat sahabat ku, secepatnya." bisik nya kecil yang hanya di dengar Nina seorang. Nina langsung mengangguk.


Pergi meninggalkan teman pembantu nya untuk melanjutkan masakan nya. Alby yang melihat pembantu yang baru saja dibisikan sama Karin tak tahu apa yang sedang Karin bicarakan diam diam. Tapi Alby tak curiga dengan semua itu.

__ADS_1


"Tapi sebelum makan kue, kita makan makan aja dulu gimana? Kamu pasti lapar kan. Kue keju nya buat pencuci mulut saja, bagaimana?" ajak nya yang langsung diangguki dengan mantap.


"Sungguh! Yeayy" segera Alby berlari menuju ke ruang makan, duduk dengan tegap menunggu makanan yang akan disajikan di meja panjanv yang ada di depan nya.


Di lihat nya Alby dari jauh dengan tatapan gemas. "Ternyata masih kecil aja kamu, Alby". Sebelum menyampiri Alby ia lihat dulu masakan yang sedang dimasak pembantu nya.


"Nona ini masih lama" gagap wanita pembantu itu yang sedang memasak masakan nya.


"Nanti sajikan ya disana, tapi tolong jangan cepat cepat. Aku mau agak lama kamu menyajikan nya ke meja makan ku"


Wanita itu mengangguk.


🍀


Mereka berdua asik menyantap makanan yang disajikan. Alby berguman sendiri merasakan keenakan tiada tara. Mulut Alby penuh makanan, mencoba mengunyah dengan cepat agar ia bisa makan yang lain. Bahkan 1 piring, 2 piring saja tak sanggup ia habiskan.


Dengan anggun Karin mengelap mulut kecil nya menggunakan tisu. Alby malah tambah senang dengan kedatangan Nina dengan kue keju bulat besar di nampan yang ia bawa.


"Hati hati Nina"


Karin ikut membantu Nina memotongkan kue mem bentuk segitiga berukuran sedang. Satu dikasihkan ke Alby, satu nya lagi diberikan ke Karin. Sisanya disimpan.


Dengan lahap Alby memakan sepotong kue keju yang sudah ia idam idam kan sejak tadi. Karin terus menatap Alby dengan kue kesukaan nya, ia ikut tersenyum kala sahabat nya senang dengan pemberian nya.

__ADS_1


Sedangkan kue keju milik dirinya tak ia makan, ia sedang fokus menatap wajah Alby. Sang empu yang fokus dengan kue nya tak sadar kalau Karin dari tadi melihat nya.


Lepas memakan kue keju, Alby meminum jus jeruk sebagai minuman terakhir. Baru kelegaan yang ia munculkan setelah itu."Puah... Lega banget..." Alby mengelus perut nya sendiri.


Karin yang baru sadar kalau Alby sudah kenyang langsung mengambil piring yang berisi kue keju dan ditaruh di bawah meja, untung saja Alby tak sadar akan perbuatan nya. Sekarang ia hanya harus pura pura minum jus jeruk nya saja.


"Ehm... Tadi aku mau ngapain ya..." pikir Alby tak tahu apa yang harus ia lakukan. Setelah makan ia pasti akan melupakan suatu hal penting.


Langsung saja Karin mengalihkan pembicaraan "oh katanya mau ke perpustakaan kan! Jadi gak???" ia mencoba menampilkan senyum simpul agar ia tak dicurigai.


Dengan bodohnya Alby setuju dengan perkataan sahabat nya. Karin dan Alby pun pergi menuju ke perpustakaan.


🍁


Di Perpustakaan


"Malin Kundang jahat!" Alby kesal sendiri saat membaca buku cerita tentang "MALIN KUNDANG"


"I... Iya-ya" Karin hanya mengiyakan.


Alby puas membaca buku Malin Kundang karena tokoh utama, laki laki yang sudah durhaka itu dikutuk menjadi batu sama ibu nya sendiri. Karin kebingungan sendiri karena dari tadi Alby disini hanya jalan-jalan, kesana-kesini. Mencari suatu buku yang tepat untuk nya.


Ia mencoba berpikir, apa mungkin Alby disana tidak diajarkan sekolah? Kenapa Alby seperti anak kecil, seperti dulu. Ia mencoba mencari cara agar Alby bisa menjadi lelaki seperti lelaki umumnya. Mungkin saja kalau dia tak hilang selama bertahun tahun, tersesat di desa terpencil. Bisa saja Alby menjadi lelaki dewasa, pintar dan kelakuan nya tak seperti sekarang.

__ADS_1


Tapi keadaan berubah, walau bagaimanapun sebagai seorang sahabat sejati yang telah kehilangan sahabat nya bertahun tahun harus ia bantu sekarang, Karin yakin semua ini masih belum terlambat.


__ADS_2