KARIN(Waktu Nya Pembalasan)

KARIN(Waktu Nya Pembalasan)
#24/Kedatangan Sahabat masa kecil.


__ADS_3

Masih di dalam mall.


Karin duduk di bangku bersama Salsa dan Dina di samping kanan kiri Karin. Mereka menemani Karin yang lebih memilih makan di luar, daripada di dalam. Padahal, di dalam selain tempat nya cantik. Bangku untuk diduduki juga nyaman.


Tapi, mungkin karena selera Karin saja. Terserah ingin makan dimana, yang penting sekarang ia tak lapar lagi. Sebenarnya Salsa dan Dina juga dibelikan makanan sama Karin. Mereka hanya enggan saja memakan pemberian majikan. Yang paling sopan, makan saja di rumah nanti.


Setelah makan sekotak nasi+ayam, Karin tak ingin berhenti sampai disini saja. Ia ingin bermain main dulu di sini. Tetapi mall ini berbeda dengan mall lain, disini hanya menyediakan pakaian, sepatu, elektronik, dan barang barang lainnya yang bisa dikatakan mahal.


Mungkin kalau permainan bukannya seperti main capit tetapi permainan anak-anak dengan harga minimum 1 Juta ke atas. Mainan anak-anak menarik dipandang untuk mata anak kecil yang sering melewati depan sini. Bahkan Karin saja ingin masuk ke dalam, membeli beberapa. Tapi dia bukan anak kecil lagi.... Memang nya boleh?.


"Aku mau mainan..." kedua mata Karin sudah terpancing dengan boneka boneka cantik yang terpampang di jendela toko. Salsa maju, berdiri di samping Karin "Anda mau beli mainan yang ada di sana Nona? mari saya antarkan" tawar Salsa dijawab gelengan yang begitu kencang.


"Gak! aku bukan anak kecil Salsa. pulang saja lah" Karin langsung pergi meninggalkan niatnya yang akan membeli mainan unik-unik, lucu-lucu itu. Niatnya tak jadi karena pembantu nya sudah tau dan malah mengijinkan Karin membeli nya. Padahal Karin mau nya. Salsa bilang kepada nya kalau "Nona bukan anak kecil lagi"begitu. Bukan nya malah menuntun nya masuk.


Berjalan menuju parkiran, memasukan uang parkir ke dalam kotak. Membuka pintu mobil, mereka bertiga masuk ke dalam. Menancapkan setir, melajukan laju mobil dengan pas pas an saja, tak usah cepat cepat.


Sampai di Rumah, Salsa dan Dina membawa belanjaan mereka. Mengikuti Karin dari belakang. Memasuki kediaman keluarga PRATAMA. Untuk masuk ke ruang tamu saja sangat jauh. Dibutuhkan jalan pintas agar tak jauh, yaitu melewati samping rumah. Tapi karena hanya pembantu yang melewati situ, Karin terus masuk.


Di ruang tamu.


Saat masuk langsung dikejutkan dengan seorang Lelaki yang sedang duduk di sofa sambil dilayani Alan. Tapi langsung terhenti melihat asisten nya, Alan sedang berdiri di samping Lelaki bertubuh pendek, seukuran dirinya lah. Yang makin heran nya, kenapa Alan membolehkan seorang Lelaki asing masuk? Karin juga merasa tak mengenal dengan Lelaki berambut pirang itu.


Alan melihat Karin dari kejauhan, sedikit berjalan cepat menuju ke Karin. "Selamat datang Nona" sapa Alan membungkuk kan badan. Karin melihat lagi, lelaki yang duduk di sofa membelakangi dirinya. "Siapa itu?" tanya Karin.


Alan melihat orang yang ditanyai Karin. "Itu adalah sahabat masa kecil anda, apakah anda tak mengingat nya sama sekali?" kata Alan menunjuk sopan ke arah Lelaki yang santai nya menikmati secangkir teh.

__ADS_1


Sahabat? apa dia mempunyai Sahabat selain Cayna? ingat nya tak pernah ada Sahabat lagi, apalagi seorang Lelaki. Merasa ada yang salah, Karin berjalan pelan pelan menuju ke Pria itu. Sepertinya Pria itu masih belum sadar akan kedatangan nya, walau Alan sudah berbicara dengan Karin tadi, pasti sedikit keras di dengar oleh Lelaki ini.


Apa memang dia menunggu Karin langsung berbicara di depan nya?. "Siapa kamu?" tanya Karin tepat di depan nya. Lelaki itu langsung menaruh cangkir yang baru saja ia minum, tersenyum senang. "ANA!!!" dengan senonoh Pria itu memeluk Karin dengan sengaja,Tiba-tiba saja.


Karin langsung melepaskan pelukan yang begitu erat menempel di tubuh nya.


"Tunggu... Tunggu... Stop, siapa kamu!".


Tapi ia memeluk Karin sekali lagi, ini langsung membuat Karin sedikit malu dengan Laki-Laki aneh ini. Tapi disini Karin membiarkan nya dulu sebentar, yah walau ia sudah bersumpah tak ingin berhubungan dengan pria manapun lagi.


Ia mendongak, melihat ke arah Karin dengan kedua mata yang seakan dibuat buat. "Ana... Kamu beneran gak ingat sama aku? aku akan sahabatmu dulu. Kamu juga tahu kan kalau hanya ada 1 anak yang memanggil mu Ana"


Tringg- sekilat Flashback terputar dalam memori nya.


"ANA! MAIN YUKK..." ajak anak seorang laki-laki, menunggu seorang Perempuan untuk diajak nya bermain.


Karin yang masa itu masih berumur 7 Tahun langsung berlari sekencang kencang nya. Membuat para pembantu mengejar Karin yang begitu kencang.


"Karin!" Mama langsung menggendong Karin yang mau membuka pintu depan. "Mau kemana kamu?" ketus Mama, berniat mengembalikan Karin masuk ke dalam kamar lagi.


Tak tinggal diam, Karin berteriak sekencang mungkin "MAMA AKU GAK MAU KE KAMAR!!! AKU MAU BERMAIN SAMA TEMAN TEMAN!!!" teriak Karin menggerak kan tubuh nya sana sini.


Mama membungkuk kan badan, melepaskan gendongan nya, "Kenapa kamu gak bilang dari tadi... Mama kan bisa menyuruh mereka masuk. Kamu ini ya..." Mama memperlihatkan kepalan tangan, ke arah Karin. Tapi karena ini sudah menjadi kebiasaan, Karin hanya pura pura takut saja.


"Tunggu sini Mama akan membawa mereka masuk ke dalam" suruh Mama berjalan pergi keluar, menyuruh Karin tetap berdiri di tempat. Dan jangan sampai Karin keluar, karena saat itu Karin anak nya agak bandel. Untung saja ada para pembantu di sisi nya.

__ADS_1


Terlihat kelima teman nya masuk ke dalam, segera Karin memeluk teman perempuan nya lalu dibarengi yang lain. Apalagi dengan Anak Lelaki dengan rambut pirang. Yang dimana salam nya bukan salam biasa, dipenuhi kode kode untuk masuk ke dalam, namanya anak kecil. Selalu berbuat hal yang tak masuk akal, bahkan salam saja dibuat buat, dinyanyi nyanyikan juga.


"Silakan Tuan.... Nona..." tuntun pelayan pribadi rumah ini.


Anak Lelaki yang tadi membuat salam dengan Karin begitu banyak nya, mencekal Karin. "Ayo Ana, kita lihat dulu tanaman nya sudah besar atau belum". Mendengar ucapan Lelaki itu, yang lain langsung antusias. Karin langsung mengangguk setuju. "AYO!!! KITA KE TAMAN!!!"


Semua teman nya langsung bersorak bersama sama "AYOO!!!". Mereka ber-6 langsung menuju ke taman, yang dijadikan base camp mereka sendiri. Banyak nya lampu lampu bekelip kelip, perasaan yang dibawakan menjadi hangat. Tanaman banyak ditanam disini, ada bunga, sayuran, dan buah buahan.


Banyak nya macam, tapi yang paling menarik di tengah taman ada lingkaran kolam yang diisi beragam ikan. Tetapi diatas kolam ada jembatan yang dimana jembatan itu di diberikan ayunan yang dipastikan anak-anak tak akan jatuh kalau menaiki nya.


Mereka langsung berlari ke tengah kolam, menaiki ayunan yang bisa ditempati berapa pun bagi anak-anak. Kalau dewasa mungkin sekitar 3 orang. Ketiga teman Karin langsung menaiki ayunan nya sedangkan Karin dan kedua teman lainnya sedang melihat ikan ikan kecil dibawah.


"Ayo kita lihat tanaman nya udah tumbuh atau belum" Ajak si Lelaki, langsung Karin dan satu teman lainnya menuju ke tanaman stroberi yang baru kemarin mereka tanam. "Masih belum ada buahnya" lesu nya, karin menanggapi "Ya kan stroberi tak tumbuh semudah itu, kamu bagaimana sih!" ucap Karin.


Anak Laki-Laki yang memanggil Karin sebagai Ana menanggapi "Kalau sudah tumbuh besar juga, kita akan disini selama lama nya kan?" kata nya yang diangguki mereka berdua.


"Janji ya Ana!".


Karin yang dipanggil sebagai Ana mengangguk.


Dari situ karin tersadar, siapa yang dipeluk nya.


Pandangan mulai menampakkan lelaki yang memeluk nya sekarang ini. "kamu!".


"ALBY!".

__ADS_1


Lelaki yang dipanggil Alby itu seketika mengangguk.


"Ya aku Alby, Ana!".


__ADS_2