
"Pak...maaf yang se-malam" ucap Adis tergagap sambil membawa satu cangkir teh dan sarapan Rizal.
"Untuk??" tanya Rizal heran
"Sikap Mia" jawab Adis pelan
Rizal menarik sudut bibirnya tipis bahkan dia tak mengingat lagi perbuatan Mia semalam, justru Rizal merasa anak seperti Mia sangat unik.
"Nanti sore siapkan jas saya karena malam ini saya akan menghadiri acara pernikahan sepupu saya" ucap Rizal
"Baik pak" jawab Adis mengangguk patuh
"Oh ya.... untuk sekolah Mia kau sudah punya rencana Dis?" tanya Rizal tiba-tiba membuat Adis kaget,dari mana majikan nya ini tau kalau Mia harus sekolah tahun ini.
"Belum pak"
"Nanti saya akan carikan sekolah terbaik untuk Mia"
"Tidak perlu pak,nanti biar saya yang tanya pada tetangga" jawab Adis cepat
"Saya yang tanggung semua biaya nya Dis,kamu tidak perlu khawatir"
"Jangan pak, dengan bekerja di sini saja saya sudah sangat berterima kasih,jadi biar saya yang membiayai Mia" tolak Adis cepat
"Kamu tau saya tidak suka di bantah Dis,biar saya..saya dan Mia sudah berteman" ucap Rizal membuat Adis tak bisa menjawab lagi
Adis segera pamit untuk membersihkan rumah.
****
"Zal..mama sudah katakan pada Vania kalau kamu akan menghadiri pernikahan Dina nanti malam dan Vania mau ikut" Ucap Bu Ayu saat masuk ke ruangan Rizal, awalnya Rizal ingin mengajak Olive tapi karena mama nya sudah membuat keputusan Vania yang di bawa mau tak mau Rizal tidak bisa membantah lagi.
"Nanti kamu jemput Vania,Zal sebelum magrib" lanjut bu Ayu
"Oh ya, dengar-dengar calon nya Dina itu duda Ya Zal?"
"Aku tidak tau ma,setau ku dia karyawan Dina tapi jika memang dia Duda tidak masalah kan ma yang jelas dia bekerja dan bertanggung jawab pada Dina"
"Hati-hati ada sabotase Zal,mama tidak mau nanti Dina malah mengangkat nya sebagai manajer sementara tidak sesuai dengan kualifikasi nya dan kinerja nya"
"Biar papa saja ma yang menentukan nya, perusahaan itu masih dalam naungan papa,aku tidak mengenal karyawan nya secara langsung"jawab Rizal
__ADS_1
***
"Saya terima nikah dan kawin nya Dina Rosmani binti Ridwan Kairul dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
"Sah para saksi?"
"Sah....Sah...."
Dina tersenyum manis saat Heru menyematkan cincin kawin pada jari nya,lalu mencium puncak kepala Dina.
"Selamat ya Din"ucap Rizal
"Kamu kapan Zal, seperti nya bakalan nyusul nih" goda Dina karena melihat Vania yang bergelayut manja di lengan Rizal
"Do'a kan saja yang terbaik " jawab Rizal
"Gimana Yu,Rizal kapan menyusul seperti nya Rizal lebih terurus sekarang sejak bercerai dari Olive,apa ini karena si cantik di sebelah nya ini?" tanya Maria ibu Dina
"Secepat nya Mbak,Vania sekarang sedang ada kontrak pemotretan di Bali, mungkin akan selesai dalam beberapa bulan ini dan mereka akan segera melangsungkan pernikahan nya"
"Waah kalau begitu selamat ya Zal, akhirnya lepas juga dari anak Bu Anis itu,tante nggak suka lo Zal sama Si Olive itu,anak nya angkuh" cerocos Bu Maria tapi tak di tanggapi Rizal
***
"Saya harus segera pulang karena masih ada pekerjaan" ucap Rizal
"Mas bisa ngobrol dulu sama papa" ujar Vania lagi berusaha menahan Rizal tapi tetap di tolak oleh lelaki tampan ini,Rizal sedang tidak ingin bicara pada siapapun saat ini karena dari tadi ponsel nya berbunyi dan itu Olive yang mengetahui kepergian nya dengan Vania,Olive pasti marah besar saat ini pikir Rizal.
Sesampainya di rumah Rizal berusaha menghubungi Olive tapi ponsel Olive malah mati..
Sudah pukul 11 malam Rizal tidak bisa tidur dia memilih untuk bekerja di ruang keluarga.
Adis yang merasa kehausan keluar kamar untuk mengambil minum dan melihat lampu di ruang keluarga masih menyala,dia mendekat dan melihat sosok Rizal yang sedang bekerja mengenakan kacamata, terlihat sekali berwibawa menurut Adis, sudah sebulan dia bekerja Adis dan Rizal tidak pernah bicara jika tidak ada keperluan.
Rizal sesekali menguap dan membuka kacamata baca nya lalu mengucek mata nya perlahan dan memasang nya lagi,Adis yang melihat nya terasa kasihan mungkin majikan nya ini butuh kopi untuk menemani nya lembur karena dulu saat menikah dengan Heru,Adis pernah melihat Heru bekerja hingga larut malam.
Adis membawa kan secangkir kopi hangat.
"Pak mungkin anda butuh ini" ucap Adis lalu meletakkan nya di meja
"Belum tidur dis?" tanya Rizal
__ADS_1
"Tadi saya sudah tertidur tapi karena haus jadi keluar dan tidak sengaja melihat bapak sedang bekerja, mungkin bapak butuh kopi jadi saya buat kan" ucap Adis
"Saya pamit dulu pak" izi Adis
"Dis...." panggil Rizal membuat Adis menghentikan langkahnya
"Mia sudah tidur?" tanya Rizal
"Sudah pak"
"Dia anak baik dan manis, beruntung kamu punya dia" ujar Rizal tiba-tiba dan di angguki Adis pelan
"Saya kagum lihat cara kamu mendidik Mia,dia bisa menyesuaikan diri di sini"lanjut Rizal
"Kami sudah terbiasa bekerja pak"jawab Adis
"Di mana ayah Mia?"
Adis terdiam,sejak awal dia memang tidak bercerita pada Rizal dengan status nya,dia hanya mengatakan butuh pekerjaan saja.
"Ada di kota ini pak dan kami sudah bercerai" jawab Adis membuat Rizal terkejut, ternyata perceraian bukan terjadi pada dirinya saja.
"Maaf jika menyinggung mu"
"Tidak masalah pak, mungkin tidak berjodoh tapi semua nya saya serahkan pada yang maha kuasa, yang jelas saat ini saya hanya ingin membahagiakan Mia pak"
"Kamu punya keluarga Dis?"
"Punya pak,ibu dan ayah saya ada di kampung"
"Kenapa tidak pulang kampung saja, lebih dekat dengan orang tua mu?"
"Mereka hanya bertani pak,jika saya di sana hanya akan jadi beban mereka,saya tidak mau itu terjadi sudah seharusnya saya yang menyenangkan hati orang tua saya,biar saya dan Mia di sini,lagi pula kami betah tinggal di rumah bapak" jawab Adis sopan
"Alhamdulillah kalau begitu, saya juga suka jika ada Mia di sini,anak itu selalu membuat saya tersenyum dengan tingkah nya"
"Maaf ya pak jika Mia bertingkah yang membuat bapak kesal"
"Tidak masalah Dis,saya maklumi itu Mia masih anak-anak,anak seusianya memang butuh waktu bermain dan mengenal dunia nya,sering bawel dan bertanya" jelas Rizal dan di angguki Adis setuju
"Kalau begitu saya pamit masuk pak, sudah larut malam takut nya Mia bangun dan mencari saya" ucap Adis menundukkan kepalanya lalu pergi.
__ADS_1
Rizal menatap kepergian Adis,dia salut dengan perempuan ini, meskipun masih muda dia memiliki ambisi yang luar biasa untuk membahagiakan anak dan keluarga nya.