Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
Ribut


__ADS_3

"Dimana pak Rizal?" tanya Olive,dia sudah bosan marah pada Rizal dan kini dia harus fokus membahas masalah rujuk mereka.


"Pak Rizal sedang keluar kota bu" jawab Sekretaris Rizal yang memang tau kalau Olive masih istri dari bos nya


"Keluar kota?" sudah berapa lama?"


"Sabtu kemarin, beliau memang izin untuk seminggu ini"


"Pekerjaan kantor?"


"Tidak bu,saya juga kurang tau banyak" jawab nya membuat Olive kesal,kenapa Rizal tidak menghubungi nya apa Rizal benar-benar memilih di jodohkan pada Vania si model genit itu pikir Olive.


Turun ke lantai bawah ternyata Bu Ayu juga mencari Rizal dan mereka saling berpapasan.


"Untuk apa lagi kamu ke mari?" tanya bi Ayu sinis


"Bu bagaimana pun saya dan Mas Rizal belum selesai"


"Belum selesai apa nya,Rizal sudah menalak kamu,jangan pura-pura lupa kamu hanya tinggal menunggu surat cerai nya saja"


"Tapi sampai detik ini Mas Rizal tidak mengurus itu bu,jadi mas Rizal masih mencintai saya" tegas Olive


Keributan antara mantan mertua dan mantan menantu ini pun terjadi membuat heboh seisi kantor ternyata Olive bukan lagi istri Rizal.


"Kamu tau kan Rizal dan Vania akan menikah jadi jangan mengejar cinta Rizal lagi" ketus Bu Ayu


"Bu,,,apa salahnya saya,saya mencintai mas Rizal bu, untuk anak mungkin memang mas Rizal yang mandul tapi saya tetap terima dia"


"Jangan salah kan anak saya ya,kamu yang mandul" tunjuk bu Ayu


karena keributan mulai tak terkontrol salah satu karyawan mengambil inisiatif untuk memisahkan mereka.


"Coba saja kamu datang lagi saya akan laporkan kamu pada polisi sudah mengganggu ketentraman keluarga saya" ancam Bu Ayu


"Bu Olive pulang saja dulu ya,bu Ayu sedang emosi, nanti di bicarakan lagi setelah pak Rizal datang" ucap sang Karyawan

__ADS_1


Olive menghentakkan kakinya pergi dari Kantor Rizal,hati nya sakit di buat Mama Rizal begini,dia akan minta pada Rizal untuk kembali saat ini juga biar mama nya tau kalau Rizal masih mencintai nya.


****


"Mia mana sayang?" tanya Rizal saat masuk kamar tidak ada Mia


"Di ajak Eyang nya ke sawah"


"Dingin ya mas" ujar Adis saat melihat bibir Rizal sedikit gemetar, lelaki ini habis mandi, biasanya kalau di rumah nya ada shower air hangat.


"Lumayan tapi seger" jawab Rizal sambil menggosok rambut nya yang masih sedikit basah


"Mas, pakaian nya sudah aku siap kan, nanti aku mau ke kebun mas,mau ambil sayuran buat makan siang"


"Kenapa tidak di beli saja?" tanya Rizal membuat Adis terkekeh kecil


"Di sini itu sayuran di tanam mas,nggak ada yang jual, mereka pada nanam sendiri sama dengan beras juga di tanam sendiri"


"Pantesan enak semua ya sayang,aku kalau di sini sebulan bisa gendut " jawab Rizal tersenyum manis sedangkan Adis menatap nya tajam,satu bulan kalau Rizal satu bulan di kampung bagaimana dengan pekerjaan nya, lalu keluarga nya.


"Bagaimana dengan keluarga mu mas?"


"Nanti aku yang akan jelaskan pada mama,kalau papa aku rasa dia bisa menerima semua nya"


"Bu Olive?"


"Sayang,aku dan Olive sudah lama berpisah dari kamu belum datang ke rumah,memang aku belum mengurus surat perceraian nya ke pengadilan tapi secara agama kami Sah bercerai" jelas Rizal membuat Adis sedikit lega kalau bukan dia dalang perceraian Olive dan Rizal


Rizal mendorong tubuh Adis ke ranjang dan menindih nya.


"Jangan pernah punya pikiran negatif Dis,aku suami mu saat ini,dan kau istriku satu-satunya"


"Perempuan yang kamu antar ke Bandara saat itu?"


"Jadi kamu tau?" tanya Rizal dan diangguki Adis

__ADS_1


"Pasti anak nakal itu bercerita"


"Bukan!!! mama mu yang datang ke rumah marah-marah hari itu"


"Marah pada mu?"


"Tidak,pada mu!! beliau mengoceh saat hendak pergi dari rumah"jelas Adis


"Siapa perempuan itu?" tanya Adis lagi


"Vania...dia model cantik,kamu bisa tanyakan pada Mia" jawab Rizal sengaja ingin melihat reaksi Adis


Adis memalingkan wajahnya dari Rizal.


"Menyingkir nanti Mia masuk"ketus Adis


"Tidak....!! kamu cemburu?" goda Rizal dan di jawab gelengan oleh Adis cepat


"Katakan jika cemburu"


"Tidak" jawab Adis


Rizal mencium seluruh wajah Adis membuat Adis kegelian..


"Mas, nanti ada yang masuk" ujar Adis sambil terkekeh kecil menahan geli


Rizal tak menghiraukan permintaan Adis, justru Rizal malah semakin gencar mencium dan mulai berani menggerayangi Adis.


Tangan nya sudah mengusap lembut paha mulus Adis membuat Adis berusaha mati-matian mengontrol nafsu nya.


"Mas....." desah Adis saat satu tangan Rizal sudah bermain lembut di bawah sana


Rizal yang sudah di bakar nafsu tak menghiraukan lagi di mana posisi mereka saat ini, bahkan Rizal menutup mulut Adis dengan bibir nya agar tak berteriak..


Malam pertama yang seharusnya semalam mereka lakukan beralih menjadi pagi yang indah.

__ADS_1


__ADS_2