
"Mia, karena kita tinggal di rumah orang, Mia harus jaga sikap ya sayang,Mia harus rajin bantu-bantu bunda di sini,biar bunda bisa kumpulin uang buat Mia sekolah nak"ujar Adis dan di angguki bocah perempuan itu.
"Mia mau sekolah kan?" tanya Adis dan di jawab Mia dengan anggukan kecil
Beruntung nya Adis memiliki Mia,dia anak yang penurut tidak banyak tingkah,Mia juga mengerti akan kesusahan Adis,Mia bisa di jadikan teman oleh Adis.
Rizal yang baru saja pulang langsung masuk kedalam kamar untuk membersikan diri.
"Biasanya pak Rizal akan duduk di ruang keluarga nonton televisi atau baca majalah,nanti kamu bawa kan teh dan cemilan nya ya,oh ya pak Rizal tidak suka yang terlalu manis" ucap Bi Sumi pada Mia.
Benar saja tak berselang lama Rizal keluar tapi tidak duduk di ruang keluarga,Rizal memilih duduk di taman belakang,dia memikirkan ucapan mama nya siang tadi yang tidak akan mungkin dia kembali pada Olive padahal separuh hati nya masih di miliki Olive bahkan foto pernikahan mereka masih terpajang jelas di kamar mereka.
seorang gadis kecil tiba-tiba muncul di hadapannya sambil membawa baki. Baki berisi secangkir teh hangat dan satu toples kue kering, terlihat Mia berjalan perlahan mengimbangi barang bawaan nya,membuat kemunculannya terlihat sangat menggemaskan untuk Rizal.
"Ini cemilan nya Pak Rizal," cicit gadis itu membuat Rizal menggerutkan kening nya.
__ADS_1
Mia meletakkan di atas meja dan mengangkat toples tersebut lalu saat hendak mengangkat teh tapi dengan cepat Rizal mengulurkan tangannya untuk membantu.
"Terima kasih gadis manis" jawab Rizal membuat Mia tersenyum dan memamerkan giginya yang tidak rata.
"Bapak Baik" Ucap Mia polos membuat Rizal tersenyum.
Di saat melihat senyuman Rizal,Mia pun berkata berkata, "Pak Rizal ganteng kalau senyum!"
Rizal tersentak kaget. Dia bahkan tak sadar kalau wajahnya telah dihiasi dengan senyuman,Sejak kepergian Olive, Rizal hampir tidak pernah tersenyum karena selalu saja di pusingkan dengan pertengkaran sang mama dan mantan istri nya itu.
"Siap, Pak!" balas Mia dengan semangat.
"Panggil ‘om’, jangan ‘bapak’ kedengaran nya tua sekali saya" ujar Rizal sambil terkekeh kecil
"Tapi, Bunda bilang Mia harus hormat sama Pak Rizal, karena pak Rizal majikan bunda"jawab Mia polos
__ADS_1
"Memang nya Mia tau apa itu majikan?" tanya Rizal dan di jawab gelengan oleh Mia
"Om saja ya, lebih akrab"
"Kita bukan teman pak kenapa harus akrab?" tanya Mia lagi
"Jadi yang boleh akrab cuma teman saja?" tanya Rizal balik dan di angguki Mia
"Kalau begitu mulai sekarang kita jadi teman" Rizal mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Mia cepat.
"Teman....!!!" seru Mia tersenyum manis membuat hati Rizal terenyuh,anak semanis ini harus menemani ibu nya bekerja, padahal anak seusia Mia seharusnya bisa bermain dengan anak sebaya nya,andai saja dia dan Olive di berikan anak sudah pasti rumah tangga mereka tidak akan serumit ini, pasti ibu nya akan sedikit mengalah karena memiliki cucu.
"Kamu lucu" ujar Rizal
"Om juga baik"Jawab Mia membuat Rizal mencolek hidung Mia,Rizal merasa mendapat kan mainan baru di rumah nya saat ini.
__ADS_1