Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
Kampung


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Mia dengan senyum manis yang sudah biasa di tunjukkan di rumah mewah ini.


"Bunda.....Bun" pekik Mia mencari sang bunda


"Mia... yang sopan sayang" jawab Adis memperingati putri nya itu


Mia tampak memeluk dua boneka Princess dengan wajah bahagia.


"Mirip sama Lita kan bun?" tanya Mia


"Iya Mirip Lita" jawab Adis masih dalam mode bingung


"Bun,tadi itu Mia masuk toko gede banget bun,di sana banyak baju,sepatu,tas! pokonya banyak barang bagus bun" cerita Mia


"Ini" ujar Rizal memberikan tas belanja barang-barang Mia


"Apa ini pak?" tanya Adis bertambah bingung


"Barang Mia"


"Astaghfirullah pak,Mia belanja? Mia merepotkan bapak ya?" cecar Adis


"Tidak!! lebih tepat nya saya yang belanjain buat Mia,kamu bisa simpan semua nya, itu donat,kata Mia kamu suka buat donat dulu buat dia dan kamu juga suka donat,kalau yang itu ayam goreng, tolong di bagi-bagi in sama pekerja lain" tunjuk Rizal satu persatu membuat Adis tak enak hati


"Pak,kenapa bapak belanja untuk Mia pak? saya bisa beli sendiri pak,maaf sudah merepotkan bapak,jika gaji saya harus di potong saya bersedia pak" ucap Adis


"Kenapa jadi ke sana Dis,nggak ada yang di potong itu murni kemauan saya justru Mia sudah menolak nya tadi tapi karena dia sudah bersedia menemani saya jadi itu sebagai hadiah nya"


"Tapi pak-"


"Nggak usah reaksi berlebihan gitu Dis,itu rezeki untuk Mia,kata ustadz Suki nggak ada kan do'a nolak rezeki" potong Rizal sedikit berbisik pada Adis lalu tersenyum kecil dan pergi ke arah kamar nya


"Pak terima kasih " pekik Adis dan di angguki Rizal


****


"Mi... besok-besok kalau pak Rizal mau belanjain kamu jangan mau ya nak, nggak enak jadi ngerepotin pak Rizal gitu"


"Tadi Mia juga udah tolak bunda tapi om Rizal nya maksa ya Mia ambil,kan sayang bunda kalau rezeki di tolak" jawab Mia sambil terus memandangi boneka baru nya sedangkan Adis sibuk menyusun barang belanjaan Mia dan Rizal tadi,harga yang tertera membuat Adis geleng-geleng kepala,jika di total gaji nya bulan ini pun masih 1/2 nya dari belanjaan Mia bagaimana cara dia membalas kebaikan Rizal pada anak nya.


"Dis,,pak Rizal nanya wedang jahe nya mana?" tanya Bi Sum

__ADS_1


"Astaghfirullah bi....aku lupa" jawab Adis segera berdiri, setelah makan malam tadi Rizal berpesan minta di antar kan wedang jahe ke ruang kerja nya tapi Adis malah masuk ke kamar untuk melihat Mia, karena Mia belum tidur Adis justru malah mengobrol dengan anak perempuan nya itu.


"Belum tua udah pikun Dis" ucap Bi Sum menggeleng kan kepala nya


"Maaf Bi,keasikan ngomelin Mia" jawab Adis sedikit terkekeh


Adis segera membuat kan wedang jahe permintaan Rizal,dulu Adis sering membuat kan untuk Heru saat suaminya itu kurang enak badan atau banyak beraktivitas di luar rumah, kemarin Adis mencoba membuat kan untuk Rizal saat Rizal pulang malam ternyata majikan nya ini suka jadi Rizal malah ketagihan dengan wedang jahe buatan Adis.


"Maaf pak telat,tadi saya kelupaan" aku Adis


"Mia sudah tidur Dis?" tanya Rizal


"Belum pak lagi asik main sama boneka baru nya"


"Jangan kamu marahi dia Dis,saya yang memberikan semua nya,saya suka sama Mia" ujar Rizal


"Maksud bapak?" tanya Adis bingung


"Saya suka sama Mia dia polos dan ceria,saya sering terhibur jika berdekatan dengan dia membuat stres saya hilang, seakan saya tidak memiliki beban pikiran jika bersama dia" jelas Rizal


"Mia memang begitu pak,dia selalu bisa mencairkan suasana"


"Bapak bisa saja,saya dulu suka makan belut pak saat hamil Mia" jawab Adis


"Belut!!! " gumam Rizal bergedik geli,Rizal belum pernah makan belut tapi di tau bentuk dan rupa Belut membuat nya sedikit mual


"Dulu di kampung suka makan itu pak jadi pas pindah ke kota nggak tau kenapa malah saat hamil Mia, Untung di sini juga banyak yang jual,di goreng garing justru enak lo pak,kalai nggak percaya-"


"Stop Dis,saya malah mual mendengar nya" potong Rizal


Adis segera mengambil wedang jahe nya dan memberi kan pada Rizal


"Di minum pak biar mual nya hilang" ucap Adis


"Maaf ya pak kalau ceritanya bikin bapak malah mual,tadi bapak tanya saya ngidam nya apa" lanjut Adis


"Saya pikir kamu makan makanan Korea atau Jepang gitu Dis"


"Saya nggak suka pak, maklum orang kampung" jawab Adis tersenyum kecil tapi justru Rizal melihat senyuman lepas Adis, selama bekerja baru kali ini dia memperhatikan Adis tersenyum dan sial nya itu sangat indah menurut Rizal.


"Kampung kamu pasti cantik ya dis?" tanya Rizal tiba-tiba

__ADS_1


"Dari mana bapak tau?" tanya Adis balik


"Tadi Mia cerita kalau di kampung kamu ada sungai jernih, pasti pemandangan alam nya sangat asri ya nggak sama dengan di sini banyak polusi"


"Ha-ha-ha.....Mia saja belum pernah saya bawa pulang kampung pak,dia hanya mendengar cerita saya" ucap Adis tertawa dan lagi-lagi membuat Rizal menarik sudut bibirnya tipis, dia suka melihat senyuman Adis, senyuman keibuan dan lembut.


"Tapi dari cerita Mia sudah bisa saya bayangkan kalau memang pemandangan yang indah,jadi kepingin menenangkan pikiran sejenak di sana, mungkin bisa fresh"


"Orang kampung ingin liburan ke kota pak,bapak justru ingin ke kampung,nggak ada yang menarik pak,cuma sawah,kebon sama gunung itu aja pemandangan nya,tapi kalau untuk sejuk ya lumayan dingin,kalau pagi-pagi malas bangun" jelas Adis


"Kapan-kapan kamu harus ajak saya ke sana Dis, pasti Mia senang kalau bisa pulang kampung" tebak Rizal


"Mia beberapa kali minta pulang pak tapi saya yang memang belum mau, orang kampung itu masih terlalu kuno pak,kalau kita pulang dikerubungi, yang ada dalam pemikiran mereka orang yang balik merantau itu banyak uang nya,jadi mereka bakalan perhatiin apa yang kita bawa,kalai nggak bawa apa-apa bakalan jadi gunjingan, makanya saya belum bisa pulang pak,takut buat ibu sama bapak malu di kampung" jelas Adis lagi


"Mantan suami kamu nggak pernah ngajak pulang?" tanya Rizal penasaran


"Nggak dia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya pak"


"Jadi Mia belum tau wajah nenek nya?"


"Sekarang kan udah canggih pak, meskipun kampung udah ada sinyal,jadi sudah bisa video call sama nenek nya"


"Nenek nya nggak pernah kesini Dis?" tanya Rizal lagi


"Nggak ada yang urus sawah pak,adik perempuan saya juga baru melahirkan dan tinggal di rumah ibu jadi nggak bisa di tinggal, ongkos juga mahal pak,kalau ada rezeki saya aja yang pulang nanti"


"Maaf ya Dis jadi banyak tanya"


"Nggak papa pak,saya kan pekerjaan jadi bapak wajib tau latar belakang saya,bisa saja nyamar dan sebenarnya ******* kan, semua harus di jelaskan detail pak biar nggak ada rasa saling curiga" jawab Adis dengan tersenyum kecil


"Nggak ada ******* semanis ini Dis" gumam Rizal pelan tak di dengar oleh Adis


"Apa pak?" tanya Adis


"Nggak....jadi pengen ke kampung kamu kalau ada waktu" jawab Rizal cepat


"Saya permisi dulu pak mau nidurin Mia,takut nya dia malah kemalaman tidur susah bangun pagi nya"


"Jangan terlalu di paksa Dis,kasihan Mia, biarkan dia bermain dulu,ini juga masih pukul sembilan"


"Iya pak,, permisi " ucap Adis sopan,mata Rizal tak berkedip sedikit pun melihat kepergian Adis, ntah kenapa perasaan Rizal jad tak karuan bertemu dengan pembantunya ini.

__ADS_1


__ADS_2