Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
Menjenguk


__ADS_3

"Ayo temani aku sayang" pinta Rizal membuat Adis tubuh membeku


"Aku-a-ku, kepala ku sedikit pusing mas" tolak Adis


"Kalau begitu aku ajak Mia saja ya, tidak enak sama keluarga papa kalau mas tidak melihat Dina"


"Tapi Mia-"


"Tidak masalah sayang, semua keluarga juga tau kalau kita sudah menikah jadi tidak masalah mas mengajak Mia,di sana juga ada oma dan opa nya" potong Rizal


"Ya sudah aku ikut mas" jawab Adis pelan,dia tidak mau nanti justru Rizal salah paham jika mengetahui sesuatu, lebih baik dia ikut biar dia juga bisa menjelaskan siapa Heru sebenarnya.


"Aku ganti baju dulu mas" ujar Adis dan diangguki Rizal pelan


"Kita mau ke mana pa?" tanya Mia


"Ke rumah sakit sayang, jenguk tante Dina sepupu papa,semalam dia kecelakaan dengan suaminya" jawab Rizal tersenyum manis


"Habiskan makanan Mia,biar kita bisa cepat berangkat"


Mia mengangguk patuh pada sang papa.


****


"Mas,aku akan menjelaskan sesuatu setelah pulang dari rumah sakit,jadi apapun yang kamu lihat dan dengar nanti jangan bertanya dulu" ucap Adis membuat Rizal kebingungan apa yang sedang di sembunyikan istri nya ini.

__ADS_1


"Aku tau mas bingung tapi aku akan berusaha jujur mas agar tidak ada lagi beban yang aku simpan aku ingin rumah tangga kita ini tanpa ada nya kebohongan" lanjut Adis membuat Rizal semakin penasaran tapi dia menghargai keputusan Adis untuk menceritakan setelah mereka pulang dari rumah sakit.


Rizal terus fokus pada jalanan meskipun isi kepala nya sudah tak karuan,dia ingin cepat mendengar penjelasan sang istri.


Sesampainya di rumah sakit Rizal memarkirkan kendaraan nya dan menuntun Adis serta menggendong Mia anak perempuan yang terlanjur dia sayangi ini.


"Mia sudah besar mas,jalan saja" ujar Adis


"Di sini banyak kuman sayang, nanti Mia pegang kiri kanan jadi di gendong saja"


Adis hanya menggeleng kecil melihat sang suami dan anak nya yang sangat akrab.


"Opa..." pekik Adis saat melihat papa Rizal di depan ruangan


"Cucu opa,sini peluk dulu" Mia memang lebih dekat dengan papa Rizal, apalagi lelaki paruh baya itu senang menemani nya bermain apapun yang Mia minta


"Bagaimana keadaan Dina tante?" tanya Heru


"Dina harus di operasi zal,dia mengalami cindera kepala yang cukup serius"


"Astaghfirullah...suami nya tante?" tanya Rizal lagi


"Suaminya hanya mengalami patah tulang bagian kaki,tapi masih bisa pulih kembali jika di terapis rutin"


"Kenapa bisa begitu?"

__ADS_1


"Tante juga tidak tau,kata Heru mereka sempat bertengkar, hingga Heru hilang kendali tapi sampai saat ini Dina belum sadar kan diri" jelas mama Dina membuat Adis merasa kasihan


"Bisa kami lihat Heru tante?"


"Bisa Zal, kebetulan dia sudah di operasi semalam dan kini sudah siuman, ruangan nya di ujung sana" tunjuk mama Dina pada salah satu ruangan


Rizal mengajak Adis menemui Heru, sedangkan Mia masih berada di pangkuan papa Rizal, bocah perempuan itu sangat nyaman jika sudah bermain dengan papa Rizal.


"Ayo sayang" ajak Rizal dan diangguki Adis pelan, Adis sudah siap menceritakan siapa Heru sebenarnya.


Meskipun pelan langkah kaki Adis,Rizal tetap menuntunnya.


Krek.... pintu masuk terdengar dan Rizal berjalan di iringi Adis.


Terlihat pemandangan miris,kaki Heru di balut perban karena semalam dia habis di operasi,tak ada luka serius lagi hanya memar-memar sedikit.


"Ad-is" ucap nya pelan membuat Rizal terkejut tapi Adis memeluk lengan Rizal erat.


"Ma-af" lanjut nya pelan dan diangguki Adis


"Sudah jangan banyak bicara mas kamu masih sakit, aku sudah memaafkan semua nya dan sekarang aku sudah hidup bahagia bersama mas Rizal,Mia juga bahagia dengan mas Rizal" jawab Adis membuat Rizal semakin bingung


Heru hendak menarik tangan Adis tapi perempuan itu makin merapat kan tubuh nya pada sang suami.


"Aku harus menjaga nama baik suamiku mas,kini kita hanya seorang ayah dan ibu untuk Mia bukan pasang" lanjut Adis membuat jantung Rizal berdegup kencang.

__ADS_1


Banyak pertanyaan di kepala Rizal tapi dia tahan dulu karena sekarang bukan saat yang tepat untuk bertanya.


"Kami permisi dulu,jangan pernah khawatir kan Mia karena dia berada pada ayah sambung yang tepat" ujar Adis segera mengajak Rizal keluar.


__ADS_2