Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
mampir


__ADS_3

"Bukan nya tidak mau mengaktifkan ponsel pa, tapi aku benar-benar sedang sibuk saat itu, emergency pa" canda Rizal sambil tersenyum kecil pada papa nya, lelaki tampan imi menyempatkan diri untuk mampir ke rumah orang tua nya sebelum pulang.


"Mama mu itu hanya takut kamu kembali pada Olive, Zal,di rumah dia terus mengoceh bahkan menuduh kamu sedang liburan bersama Olive"


"Tidak pa,aku tidak akan kembali pada Olive"


"Jika tidak ya syukurlah,papa juga pusing memikirkan nya Zal,mama mu selalu saja marah tidak jelas bahkan sampai mengigau" gelak papa Rizal


"Pa,jika aku menikah lagi bagaimana?" tanya Rizal mulai serius


"Bagus itu asalkan bukan dengan Olive,kepala papa serasa mau pecah dengar ocehan mama mu Zal, papa tidak ikut-ikutan, resiko ada di kamu jika kembali pada Olive" Keluh papa Rizal


"Sudah ada calon nya?" tanya nya lagi


"Sudah,tapi untuk saat ini jangan katakan pada mama dulu pa"


"Baiklah papa dukung semua keputusan mu zal, asalkan masih di jalan yang benar dan satu lagi asalkan bukan Olive " ingat papa nya sedikit terkekeh dan di angguki Rizal dengan senyuman.


"Kapan ada waktu kenal kan pada papa" pinta papa Rizal dan diangguki Rizal pelan

__ADS_1


Sedikit lega hati lelaki tampan ini usai bercerita dengan papa nya, kebetulan bu Ayu sedang pergi ke acara sosialita nya sore ini membuat nya dan Rizal tidak bisa bertemu.


****


"Sayang" panggil Rizal pada Mia yang sedang asik bermain boneka di depan televisi


"Papa.....bunda papa pulang" pekik Mia dengan wajah sumringah


"Mas, baru pulang?" tanya Adis sambil mengambil tas kerja Rizal dan menyalami punggung tangan suaminya ini, Rizal sedikit tertegun karena selama menikah dengan Olive dia tak pernah di perlakukan seperti ini.


"Pa,,ayo main" ajak Mia


"Tidak apa bun" ujar Rizal


"Mas, tidak boleh membiasakan anak dengan hal buruk,kamu baru pulang kerja mas,mandi dulu setelah itu baru main bersama Mia" jelas Adis lembut


Adis segera membuka sepatu Rizal,hal ini dulu sering dia lakukan pada mantan suami nya.


"Jangan sayang" tolak Rizal karena merasa hal ini berlebihan dia masih bisa membuka kan sepatu sendiri

__ADS_1


"Sudah mas duduk saja,biar aku yang membuka kan nya"kekeh Adis terus membuka sepatu dan kaos kaki Rizal


Kenapa perempuan sebaik ini bisa di sia-siakan oleh suami nya,apa yang kurang dari Adis, keibuan,penuh kasih sayang dan penyabar pikir Rizal tak ada alasan untuk marah pada perempuan ini batin nya sambil terus memperhatikan wajah Adis yang terlihat lembut dan ayu.


Lelaki yang kurang bersyukur yang bisa mencampakkan istri cantik dan anak yang menggemaskan begini menurut Rizal.


"Mau aku siapkan air hangat mas?" tawar Adis


"Tidak perlu sayang,aku bisa sendiri, kecuali kalau kamu mau mandi bersama" goda Rizal membuat Adis tersipu malu


"Aku panas kan lauk untuk makan malam ya mas" ujar Adis mengalihkan pembicaraan dia masih terlalu canggung jika berbicara ke arah sensitif.


Adis segera beranjak ke arah ruang kerja Rizal untuk meletakkan tas lalu kebelakang untuk meletakkan sepatu di rak.


"Bi,lauk yang tadi masih banyak?" tanya Adis


"Masih neng, mau di panas kan?"


"Aku saja bi,bibi teruskan saja pekerjaan nya" ujar Adis, prinsip perempuan cantik ini selagi dia bisa mengerjakan nya kenapa harus menyuruh orang lain toh dia juga menyiapkan untuk keluarga nya.

__ADS_1


Adis memang sudah terbiasa bekerja tak ada rasa malas dan canggung lagi bagi Adis.


__ADS_2