Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
menikah


__ADS_3

"Ayo,diminum dulu tehnya nak Rizal" ibu Adis mempersilakan dengan ramah.


"Terima kasih, Bu," jawab Rizal tak kalah lembu


"Maaf tidak ada makanan kota nak,di sini hanya kue ini yang tersedia"


"Justru di sini liburan yang di inginkan orang kota seperti saya dan Mia bu, hampir tiap hari dia berbicara pulang kampung" jawab Rizal sedikit terkekeh


"Iya bu,Mia selalu bicara soal kampung " sahut Adis


Mendengar kedatangan Adis dan seorang lelaki banyak keluarga besar mereka datang, karena kabar Adis menjanda sudah hampir tersebar di seluruh kampung oleh ibu Sinta.


Dita mengeluarkan beberapa kue tradisional khas kampung mereka dan pisang goreng untuk menemani minum teh kebetulan suasana sore ini sedikit dingin.


"Mas Rizal sudah kenal lama dengan nak Adis?" Tanya seorang keluarga jauh Adis, yang kebetulan bertetangga sebelah rumahnya.


Rizal mengangguk sambil tersenyum.


"Satu kerjaan dengan Adis?"


"Iya pak, kebetulan Adis bekerja di bawah naungan saya" jawab Rizal sopan


"Mas Rizal kerja di mana?" Ganti seorang bapak yang berbadan kurus bertanya.


"Saya bekerja di bidang properti dan alat berat di sebuah perusahaan Pak."jawab Rizal lagi


"Jadi Adis juga bekerja di sana?"


Rizal hanya mengangguk kecil.


"Bukan nya Adis-"


"Janda!! ya Adis sudah lama bercerai dari suaminya dahulu dan kami kenal setelah Adis berpisah bukan nya niat baik tidak boleh di tunda pak, apalagi saya dan Adis hampir bertemu tiap harinya dan takut menimbulkan fitnah" jawab Rizal membuat Laki-laki kurus itu mengangguk-angguk.


"Untuk keluarga Nak Rizal sendiri bagaimana?" tanya pakde Adis


"Insyaallah setuju pak" jawab Rizal membuat Adis terdiam,kenapa jadi kesan nya kepulangan nya ini menjadi suatu lamaran.


"Nak Rizal ayo tidur di rumah Pakdhe saja. Biar nggak timbul fitnah. Kalian kan belum menjadi suami istri." Pakde Adis yang lain ikut berkomentar.


"Bukan saya tidak mau pakde,Mia tidak bisa jika bangun tidur tidak melihat saya" tolak Rizal halus

__ADS_1


"lalu selama ini?"


"Maksud mas Rizal Mia harus melihat nya setiap hari pakde,nanti mas Rizal ke sana,ini masih sore kan" jawab Adis meluruskan dan di angguki oleh pakde Adis.


"Dis, mungkin Rizal butuh istirahat, siapkan dulu kamar nya" ucap bapak Adis dan diangguki Adis patuh


Adis yang memang sudah terbiasa menyiapkan semua keperluan Rizal sudah tidak canggung lagi membuat ibu nya benar-benar yakin jika Adis dan Rizal memang memiliki hubungan,anak nya jauh di perantauan memang harus ada yang menjaga nya,jika memang Rizal bisa mengemban tanggung jawab pada Adis dia sangat berterima kasih.


"Mas,mandi dulu, terlalu sore akan dingin"ucap Adis dan diangguki Rizal tersenyum manis


Adis bukan perempuan pembangkangan,hanya sekali dia mengatakan minta di ganti panggilan Adis langsung memenuhi nya.


***


"Dingin Mas?" tanya Adis saat melihat Rizal duduk di teras rumah nya


"Lumayan,Mia mana?"


"Di dalam lagi di siapin makan sama Eyang nya"


"Mas,,apa benar yang kamu katakan tadi?" tanya Adis


Adis hanya diam tak meneruskan ucapannya


"Mbak Adis,mas Rizal di panggil pakde Karwo" panggil Dita


Adis dan Rizal duduk bersebelahan dihadapan mereka ada tiga orang lelaki tua yang di ketahui sebagai keluarga dekat Adis.


"Saya dengar kamu ingin melamar Adis?" tanya lelaki berjanggut putih itu


"Iya pakde"jawab Rizal tegas


"Jika memang sudah mantap dan pilihan kalian tidak berubah lagi kami dari pihak keluarga akan sangat setuju, apalagi Adis seorang janda dengan satu anak akan membuat nya buruk di mata orang lain jika pergi ke kota dan ke kampung halaman dengan seorang lelaki" jelas lelaki bernama Karwo tersebut dan diangguki yang lain nya.


"Untuk itu biar kami selaku keluarga Adis bisa tenang setelah selesai hajatan besok kami minta kalian melangsungkan pernikahan siri terlebih dahulu agar terhindar dari fitnah" lanjut nya membuat Adis tercengang


"Pakde,kenapa secepat ini, semua butuh proses pakde" sanggah Adis


"Dis,ini demi kebaikan mu,kami lihat kalian sudah sangat dekat bahkan Mia sendiri tak ingin pisah dari Nak Rizal,bukan kami memaksa nak Rizal Dis tapi ini lebih segi tanggung jawab sebagai seorang lelaki apalagi status mu Janda, gampang di remehkan orang lain" jelas Pakle Jono


Adis menatap Rizal,apa mungkin Rizal mau menikah dengan nya secepat ini.

__ADS_1


"Kalau begitu saya bersedia pakde, untuk mas kawin nya saya belum membeli cincin" ucap Rizal


"Tidak masalah Nak, yang ada saja dulu yang jelas ambil sakral nya saja"


"Mas-"


"Dis, percaya aku" potong Rizal membuat Adis tak bisa berkutik lagi.


Bukan nya lari dari kehidupan Rizal tapi justru memperdalam nya tenggelam dalam kehidupan lelaki kaya raya ini, bagaimana dengan keluarga Rizal pikir Adis


"Baik lah kalau begitu besok selesai acara Syukuran akan kita langsung kan pernikahan,kalau bisa hubungi pihak keluarga mu Zal untuk menjadi saksi" ujar Keluarga Adis membuat Rizal terdiam.


Saksi??? siapa yang akan menjadi Saksi tidak mungkin dia menghubungi papa dan mama nya.


"Pakde,boleh kami bicara dulu?" tanya Adis


"Seperti nya sudah malam dis, tidak enak di lihat warga lain,besok saja ya, sekarang waktunya istirahat dan malam ini Rizal menginap di tempat pakde,besok pernikahan kita langsung kan" jawab pakde Karwo.


***


Malam ini Adis tidak bisa tidur sepejam pun,kepalanya pusing memikirkan pernikahan nya besok, pernikahan dadakan yang di rancang keluarga nya,apa keluarga Rizal akan menyetujui semua ini pikir Adis.


Tak lain di rumah sebelah Rizal juga tidak bisa tertidur karena memikirkan siapa saksi yang bisa dia bawa besok karena ini juga acara penting untuk nya,papa dan mama nya jelas tidak akan bisa.


"Dis,, sudah tidur?" tanya Rizal melalui ponsel nya


"Belum"


"Dis,aku bingung siapa yang akan menjadi saksi nya besok"


"kalau bingung di batal kan saja mas,biar aku yang menjelaskan pada keluarga ku kalau kamu sebenarnya majikan ku"


"Jangan!!!! aku benar-benar mau menikah dengan mu dis" jawab Rizal cepat


"Tapi hanya bingung siapa yang menjadi saksi nya"lanjut Rizal


"Haikal....apa Haikal akan datang juga besok Dis?" tanya Rizal lagi


"Aku tidak tau mas" jawab Adis lagi, karena memang dia tak pernah menjalin komunikasi dengan Haikal suami sepupunya itu


"Semoga besok ada petunjuk Dis" pesan Rizal lagi tapi tak di balas Adis, mungkin doa sudah tertidur.

__ADS_1


__ADS_2