
"Sekali lagi saya minta maaf ya Dis karena tidak bisa mempertahankan kamu di rumah ini,kamu tau sendiri kan Sinta bagaimana keras kepala nya" ucap Haikal
"Nggak apa-apa kok Mas, saya sudah paham dengan sifat Sinta. Dibolehin menginap satu malam saja saya sudah sangat senang kok, Mas. Jadi semua ini seperti balas budi. Insyaallah saya ikhlas," Adis berucap lirih.
Haikal menarik nafas dalam-dalam demi mendengar ucapan Adis itu, "Aku nggak bisa bilang apa-apa lagi. Semoga keikhlasan kamu membawa kebaikan nantinya dan untuk saat ini hanya pembantu pekerjaan yang bisa saya carikan untuk kamu " Haikal pun melanjutkan.
"Tapi jika kiranya, kamu sudah punya rencana lain bisa di lanjut kan Dis" ucap Haikal lagi dan di jawab gelengan oleh Adis
"Atau kamu mau buat lamaran pekerjaan Dis,biar aku yang masukan" tawar Haikal lagi
Adis pun memasang senyum pahit. "Aku ini nggak lulus S1, Mas. Sejak nikah sama Mas Heru aku tidak pernah bekerja lagi, terakhir juga kerja di toko roti sama Sinta dulu.
Mendengar hal itu, Haikal pun memasang ekspresi tak berdaya. Bukan lulusan sarjana, pasti sulit menemukan pekerjaan kantoran untuk Adis,memang hanya pembantu pekerjaan yang saat ini bisa di berikan.
"Tidak masalah mas jadi pembantu yang penting halal" ucap Adis dengan senyuman kecil.
"Kalau begitu tunggu di sini sebentar ya" ucap Haikal lalu masuk ke dalam rumah
"Ma,aku berangkat ya" pamit Haikal
"Kenapa pakai di antar segala pa,biarkan dia pergi sendiri" kesal Sinta
__ADS_1
"Ma,ini rumah pak Rizal,mana mungkin papa mencarikan nya pembantu tapi tidak mengantar" alasan Haikal yang memang masuk akal
"Apa kata pak Rizal ma,itu sama saja papa seolah-olah pembangkang"
"Makanya jangan sok baik segala pa,kalau sempat Adis berbuat aneh-aneh pasti papa yang kena nanti nya, apalagi anak nya itu seperti nya nakal" tuduh Sinta
"Astaghfirullah ma, tidak baik bicara begitu " ucap Haikal lagi-lagi mengucap dengan perkataan istri nya ini
"Sudah...jangan pikiran aneh-aneh deh,papa berangkat dulu" pamit Haikal lagi membuat Sinta cemberut saat melihat Suaminya membawa sepupunya itu pergi.
Setelah suaminya pergi Sinta justru menghubungi keluarga nya di kampung.
"Iya bu dia di ceraikan sama suaminya mungkin Selingkuh kali"
"Iya bu,tenang saja lah... " jawab Sinta menutup ponselnya dan tersenyum licik,kali ini dia merasa memang dari Adis perempuan yang selalu di sanjung di kampung halaman mereka.
Sekitar satu jam perjalanan, Adis dan Haikal akhirnya sampai di tempat tujuan.
"Ini rumah atau istana? besar sekali,apa aku mampu membersihkan nya sendiri" gumam Adis pelan
"Ayo Dis,pak Rizal orang nya baik kok" ucap Haikal dan diangguki Adis
__ADS_1
Setelah pintu rumah di buka kan Haikal dan Adis di persilahkan masuk,Mia sendiri bingung melihat rumah yang begitu megah.
"Pak Rizal sudah menunggu anda di ruang kerja" ujar Bik Sumi dengan senyum ramah nya.
"Duduk...." ucap Rizal mempersilahkan,Riza sedikit mengerutkan keningnya saat melihat bocah perempuan yang dari tadi memegang lengan perempuan di sebelah nya seperti nya mereka ibu dan anak tebak Rizal.
"Maaf pak dia saudara istri saya tapi dia membawa anak pak" jelas Haikal dan di angguki Rizal
"Semua pekerjaan kamu akan di jelaskan oleh bik Sumi, untuk anak saya tidak masalah yang jelas pekerjaan kamu selesai"ucap Rizal di angguki Adis patuh
"Untuk gaji saya akan berikan lima juta perbulan nya, kamu juga bebas makan sepuasnya di sini begitu juga dengan anak kamu"lanjut Rizal
"Untuk kamar kamu bisa tanyakan pada bik Sumi,dan apa saja peraturan di rumah ini"
"Baik pak" jawab Adis patuh
"Kalau begitu kamu boleh bekerja dan saya harus ke kantor"
"Bik....Bik Sumi " pekik Rizal membuat wanita paruh baya itu langsung datang
"Jelas kan semua aturan di rumah ini bik,dan apa saja pekerjaan nya,apa yang harus di lakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan dan satu hal lagi bik yang terpenting sopan pada mama!! jika nyonya itu datang bibi tau sendiri kekacauan apa yang akan dia lakukan jika tidak di hormati" jelas Rizal lagi dan diangguki Bik Sumi patuh
__ADS_1
Rizal segera mengambil jas nya lalu memakai sambil berjalan keluar.
Rizal tipe orang yang disiplin,dia tidak ingin kesalahan sekecil apapun terjadi tapi aneh nya dia tidak bisa tegas pada Olive sang istri itu yang membuat mama nya sering marah.