
"Selamat tinggal semua nya, selamat tinggal pak Rizal,bi Sum " gumam Adis pelan, beberapa bulan tinggal di rumah Rizal membuat Adis senang bisa bertemu bik Sum dan para pekerja lain nya tapi Adis merasa tidak bisa di sini lagi karena perasaan Rizal pada nya apalagi kini masa Iddah nya telah selesai Adis tidak yakin dirinya akan kuat.
Air mata menetes kecil melihat Mia yang masih tertidur pulas.
"Maaf kan bunda sayang,bunda menghancurkan semua impian kamu,bunda tidak bisa jadi ibu yang baik untuk kamu tapi ini semua bunda lakukan untuk kamu sayang,bunda tidak ingin kamu terpukul jika tau ya sesungguhnya,pak Rizal memiliki istri bu Olive dan kita hanya seorang pembantu di rumah ini" bisik Adis pada anak perempuan nya ini.
"Maaf.....maaf kan bunda" isak nya pelan lalu mengusap air mata nya dan mencium pipi Mia perlahan.
Adis segera keluar kamar,dia ingin menyiapkan semua keperluan Rizal untuk yang terakhir kali nya,mulai dari sarapan dan keperluan yang akan dia bawa kekantor.
Adis naik ke atas mengetuk pintu kamar Rizal,dia ingin menyiapkan pakaian Rizal pagi ini..
"Tok....tok...."
"Pak...Pak Rizal, permisi" panggil Adis tapi tak ada jawaban
"Pak...pak Rizal sudah bangun, sarapan nya sudah siap pak" pekik Adis lagi tapi tak juga ada jawaban.
Adis membuka pintu kamar Rizal perlahan dan menyembul kan kepala nya masuk,tak ada orang..
Kemana lelaki itu? mandi kah pikir Adis.
"Pak Rizal"panggil nya lagi
Adis melihat ada dua koper besar di sudut ruangan,mau ke mana majikan nya ini? apa Rizal juga akan pergi ke luar kota jika ia ini waktu yang baik untuk dirinya pergi.
"Clek....."
__ADS_1
Pinta kamar mandi terbuka menampilkan sosok lelaki tampan yang hanya mengenakan boxer sambil mengusap kepala nya dengan handuk membuat Adis menjerit..
"Aaaakkkk,pak Rizal balik badan" pekik nya membuat Rizal bingung,kenapa dia yang harus balik badan bukan nya sama saja tetap tubuh nya tampak jelas di mata Adis.
"Adis!!! bukan saya yang balik badan tapi kamu" jawab Rizal
"Iya saya!!!" seru Adis membuat Rizal membalikkan tubuhnya cepat.
"Kenapa bapak keluar begitu?"
"Seharusnya saya yang tanya Dis,kenapa kamu masuk kamar saya?" tanya Rizal sambil melingkarkan handuk di pinggang nya.
"Itu-it-u saya mau panggil bapak sarapan lalu menyiapkan pakaian bapak pa-gi ini" jawab Adis gugup dengan tangan di genggam nya,Adis benar-benar malu.
"Kalau begitu saya keluar saja pak, bapak bisa siapkan pakaian sendiri bukan" ujar Adis hendak pergi tapi secepat kilat Rizal menarik tangan perempuan itu lalu menjatuhkan tubuh mereka di ranjang membuat kedua nya saling tatap.
"Seperti nya bapak sudah bisa memilih pakaian sendiri" ujar melirik koper di sudut ruangan
"Jangan berpikir bisa lari dari saya Dis, koper itu menandakan kalau saya serius dengan kamu"
"Maksud bapak?" tanya Adis bingung
"Saya akan ikut kamu pulang ke kampung" tegas Rizal membuat Adis membelalakkan matanya, dari mana lelaki ini tau akan pelarian nya, pasti Mia....Mia telah membocorkan semua nya.
Adis menghela nafas panjang ternyata membohongi Rizal tak semudah yang dia pikirkan.
"Bun....Bunda" pekik Mia mencari Adis membuat Adis mendorong tubuh Rizal tapi Rizal menahan nya.
__ADS_1
"Pak.. lepas, Mia mencari saya nanti dia lihat kita begini pak"
"Tidak,biar Mia lihat semua nya" jawab Rizal cuek
"Pak!!!" marah Adis
"Izin kan saya ikut,kita pulang bersama"
"Bun.... bunda di mana?" pekik Mia lagi membuat Adis bingung,Rizal tak kunjung bangun dari tubuh nya,jika Mia melihat nya akan berpengaruh buruk untuk Mia,atau pun Mia bisa saja bicara pada Bi Sum.
"Bagaimana?" tanya Rizal sambil menaikan alisnya menggoda
"Iya....iya...." jawab Adis kesal,Rizal tersenyum manis dan mengecup pipi Adis sekilas lalu bangkit,kini Rizal berpikir dia harus memperjuangkan Adis untuk menjadi istri nya bagaimana pun Adis menolak Rizal tetap akan maju, masa bodoh dengan kemarahan nya,dia sudah jatuh hati pada pembantu nya ini.
"Bunda,,,Mia panggil dari tadi lo,bunda diam aja" rajuk Mia
"Cup....cup.....kenapa anak papa" bujuk Rizal
"Bunda nya diam aja pa, padahal Mia panggil"
"Maaf sayang " jawab Adis sedikit gugup karena Rizal mencium pipi nya tadi,kalau saja Mis tidak ada sudah pasti dia akan marah besar.
"Bunda lagi siapin pakaian papa,bukan nya pagi ini kita akan berangkat ke kampung"jawab Rizal menunjuk koper nya
"Jadi papa beneran ikut ya??"
"Semalaman bukan nya papa sudah bilang kalau akan ikut"
__ADS_1
Adis segera menatap tajam wajah Mia dan Rizal bergantian, ternyata benar Mia biang kerok semua ini, seperti nya memang benar Mia tak bisa di pisahkan dari Rizal.