Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
Ayah


__ADS_3

Adis sudah menyiapkan sarapan untuk Rizal pagi ini sedangkan Mia masih tertidur di kamar,Adis tidak tega membangunkan anak perempuan nya ini karena semalam Mia keasikan bermain boneka hingga larut malam.


"Mia mana Dis?" tanya Rizal yang tak melihat bocah yang sudah menjadi temannnya itu


"Masih tidur pak" jawab Adis


"Biasanya Mia yang akan menuangkan air putih ke dalam gelas Rizal karena mereka akan sarapan bersama,Rizal memang sudah membiasakan Mia untuk sarapan bersama nya, awalnya Adis menolak tapi Rizal yang merasa tak memiliki teman sarapan memaksa Mia dan akhirnya Adis mengalah,Adis hanya takut Mia terlalu bergantung pada Rizal dan di saat bu Olive kembali suasana akan berubah,atau mungkin Rizal akan menikah dengan perempuan yang di katakan mama nya tempo hari,dia tidak mau Mia akan kecewa dengan perubahan Rizal nanti nya.


"Katakan pada nya bangun tidur nanti hubungi saya Dis" pinta Rizal dan diangguki Adis patuh


Rizal segera pergi ke kantor karena memang sudah pukul 6:30..dia tidak mau terkena macet dan harus telat berangkat.


****


"Kapan kita bulan madu sayang?" tanya Heru


"Untuk bulan ini masih terlalu banyak pekerjaan mas, mungkin bisa akhir bulan depan,aku akan minta cuti pada om Tyo" jawab Dina


"Bagaimana dengan permintaan ku tempo hari?"


"Apa?" tanya Dina bingung dia benar-benar tidak ingat


"Jabatan!!! apa kamu sudah katakan pada om mu itu untuk mengangkatku menjadi manajer"


"Mas semua nya butuh proses,tidak bisa semudah itu apalagi Om Tyo orang nya disiplin sekali,dia tidak akan mau mengangkat seseorang tanpa melihat hasil kerja nya"


"Awal bulan ada proyek baru mas,aku akan berikan tanggung jawab pada mu jika proyek ini berhasil dan gool aku akan rekomendasi kan menjadi Manajer pemasaran pada om Tyo" ucap Dina


"Janji??"


"Janji!!!" jawab Dina tersenyum kecil membuat Heru mencium bibir istri baru nya ini


Heru dan Dina memang kerap kali pamer kemesraan di kantor, terkadang mereka berciuman tanpa tau tempat membuat karyawan lain risih dan banyak sudah gosip terdengar kalau memang mereka sebelum nya sudah berselingkuh hingga Heru menceraikan istrinya demi Dina perempuan yang di juluki perawan tua itu.


Memang usia Dina dan Heru berbeda 2 tahun,Dina lebih tua dari Heru tapi menurut Heru dia lebih kaya dan bisa di andalkan dalam urusan ekonomi.


Heru sudah bosan di hina para tetangga hidup miskin, hingga dia bermain api dengan Dina dan mendapatkan barang-barang branded serta mobil mewah yang jelas sekali tidak akan mampu Heru beli jika mengandalkan gaji karyawan biasa nya, apalagi Heru harus menghidupi ibu serta adik perempuan nya yang masih duduk di bangku SMA.


Sekarang kehidupan Heru jauh berbeda,ibu nya bisa belanja apa saja dengan uang Dina,apa pun yang di minta ibu nya pasti akan Heru berikan membuat Perempuan tua itu sangat menyayangi Dina sang menantu.


***

__ADS_1


"Mana Rizal dis?" tanya Bu Ayu yang baru datang


"Pak Rizal sudah ke kantor bu" jawab Adis gugup karena Bu Ayu seperti nya datang sedikit emosi


"Benar minggu kemarin Rizal ngajak Mia ikut ke Bandara?" tanya Bu Ayu dan diangguki Adis pelan


"Mia yang minta ikut atau Rizal yang mengajak?" tanya bu Ayu lagi


"Pak Rizal yang mengajak nyonya,saya saksi nya" sahut Bi Sumi


Bu Ayu yakin kalau Bi Sum tidak pernah berbohong,hampir separuh hidupnya dia serahkan pada keluarga ini,Bi Sum sendiri sudah menganggap Rizal seperti anak nya sendiri, dari Rizal bayi dia yang mengasuh hingga Rizal dewasa Bi Sum tidak pernah meninggalkan Rizal, setelah menikah pun Bi Sum lebih memilih tinggal bersama Rizal dari pada Bu Ayu di rumah Utama.


Bu Ayu tidak banyak bicara dia langsung pergi meninggalkan rumah Rizal.


****


"Bunda om Rizal sudah berangkat bekerja?" tanya Mia dan diangguki Adis


"Yaah.....Mia telat ya bunda" ujar bocah itu dengan nada kecewa


"Tadi om Rizal pesan untuk Mia hubungi om Rizal, memangnya kenapa Mi?" tanya Adis penasaran


Adis mengeluarkan ponsel nya dari saku dan melakukan panggilan pada Rizal


"Hallo...,"


"Assalamualaikum om Rizal" pekik Mia


Rizal segera mengalihkan panggilan nya ke Video call


"waalaikumsalam sayang om, sudah bangun?" tanya Rizal dan diangguki Mia


"Om kenapa nggak tunggu in Mia bangun katanya minta Mia anterin ke depan pintu setiap mau kerja,harus ada salam perpisahan" ucap Mia cemberut


"Tadi Mia telat bangun nya sayang,om mana bisa nunggu Mia ntar telat kerja nya,kata ustadz Suki kalau bangun siang rezeki nya di patuk ayam lo" ujar Rizal sedikit terkekeh dan di jawab dengan senyuman khas Mia yang menampilkan dua gigi kelinci nya


"Tapi kan om bisa bangunin Mia "


"Mia tidur nya pules banget om nggak tega,sampai bantal nya aja kena iler" canda Rizal


"Mana ada,Mia nggak ileran lo om,boleh di cek" jawab Mia merajuk

__ADS_1


Mia masuk kembali ke kamar nya dsn mengambil boneka yang dia beri nama Lita dan Lina.


Boneka Lita yang di bawa oleh Mia keluar.


"Om kapan pulang? Mia kangen!"


"Baru juga berangkat sayang masa sudah langsung pulang ntar nggak ada uang lagi buat kita ngemall" jawab Rizal


"Jangan lama-lama ya,uang om kan udah banyak" jawab Mia polos


Adis yang mendengar percakapan Mia dan Rizal bisa menyimpulkan jika anak perempuan nya ini haus akan kasih sayang seorang ayah,Rizal yang sangat dekat dengan nya membuat Mia menjadi terbiasa bahkan seperti nya Mia sudah banyak bergantung pada Rizal saat ini.


"Mandi dulu,terus sarapan...sore om pulang,mau di bawain apa?" tanya Rizal


"Nggak ada apa-apa mau om pulang aja" jawab Mia


"Ya udah nanti om pulang ya sayang,see you...muach......jangan lupa makan ya" pesan Rizal melambai kan tangan nya


Mia segera mengembalikan lagi ponsel nya pada bunda nya tanpa tau kalau dia belum mematikan ponsel nya,Mia hanya menekan tombol di samping ponsel tanpa mematikan panggilan.


"Nak...ingat om Rizal itu majikan bunda bukan ayah kamu jadi nggak boleh terlalu dekat,dan nggak boleh manja-manja an begitu" ingat Adis


Rizal yang hendak mematikan ponsel nya justru tidak jadi,dia tau kalau Adis pasti tidak tau kalau ponsel nya masih menyala tapi tidak ada lagi gambar yang terlihat di ponsel Rizal.


"Kenapa bun,om Rizal juga nggak keberatan bukan!"


"Sayang Om Rizal itu orang lain"


"Orang lain saja bisa baik sama kita bun kenapa ayah nggak?" pekik Mia kesal


"Mia....kenapa teriak gitu nak,nggak sopan bagaimana pun juga dia ayah kamu nak" marah Adis


"Ayah yang sering marah-marah dan suka pukul Mia sama bunda" ucap Mia


"Mia... kalau bicara yang sopan nak"


"Bun...Mia tau,Mia sering lihat bunda nangis sendirian, kepala justru saat Om Rizal datang di hidup kita bunda malah marah"


"Bunda nggak marah nak bunda cuma bilang kalau om Rizal bukan ayah kamu sayang jadi jangan manja-manja begitu,nggak baik"ucap Adis mulai melunakan suara nya


"Kenapa nggak di jadikan ayah Mia saja bu biar Mia bebas manja sama om Rizal" jawab Mia polos membuat Adis terdiam sedang kan Rizal yang mendengar nya terkejut dengan permintaan Mia.

__ADS_1


__ADS_2