
Rizal membantu Adis turun dari mobil dan menurunkan beberapa barang bawaan mereka,banyak oleh-oleh kampung yang di berikan sang mertua pada mereka.
"Mari saya bantu pak" ujar satpam di rumah Rizal
"Adis!!" pekik Bik Sum bahagia melihat rekan kerjanya pulang kembali
"Bibi kira kamu nggak akan pulang lagi lo dis kemarin,bibi kangen sama celoteh nya Mia,mana bocah itu?"
"Tidur bi di dalam mobil, mungkin kelelahan" jawab Adis tersenyum kecil
"Tapi kenapa bisa sama pak Rizal dis?"bisik Bik Sum curiga,setau nya pak Rizal hanya mengantar kan Adis ke terminal kemarin tapi pak Rizal tidak pulang-pulang setelah itu dan sekarang mereka pulang bersama.
Rizal menggendong Mia keluar dari dalam mobil
"Sayang, tolong bawa boneka nya kedalam,nanti dia bangun malah nangis" ujar Rizal membuat Bik Sum kaget sedangkan Adis hanya mengangguk pelan
"Dis,,,banyak hal yang harus kamu ceritakan pada saya" ujar Bik Sum
"Iya bi...nanti akan saya ceritakan,saya masuk dulu" pamit Adis membawa dua boneka kesayangan Mia sedangkan Bik Sum membantu membawa barang-barang mereka.
"Banyak sekali oleh-oleh kampung,apa pak Rizal ikut Adis pulang ke kampung" gumam Bik Sum
Rizal meletakkan Mia di atas ranjang kamar nya dan di ikuti Adis.
__ADS_1
"Mas mau mandi dulu?" tanya Adis
"Hmmm...gerah, kalau mandi bersama bagaimana?" ujar Rizal sambil menaikan satu alis mata nya menggoda Adis
"Mas,,masih siang!!"
"Apa bedanya siang sama malam sayang, mumpung Mia masih tertidur"
"Aku ambil barang-barang mas dulu di bawah" alasan Adis,dia masih malu jika dia ajak Rizal bermesraan,dia masih canggung dengan semua ini.
"Sayang, barang-barang kamu di bawa ke sini semua ya,kita satu kamar jangan di bawah" pekik Rizal
Adis menuruni anak tangga sambil menghela nafas panjang,apa dia benar-benar bisa menjadi nyonya di rumah sebesar ini,apa pernikahan nya dan Rizal akan bahagia, banyak pernyataan di benak Adis yang dia sendiri tak tau jawabannya apa.
"Kemarin mama pak Rizal berapa kali ke mari Dis,dia mencari pak Rizal,apa pak Rizal menemani mu ke kampung?" tanya Bik Sum menyelidiki.
"Kamu tau sendiri kan bu Ayu, selalu ngoceh nggak jelas, apalagi ponsel pak Rizal tidak bisa beliau hubungi,jangan di tanya lagi Dis, sepanjang waktu dia mengoceh"
"Masa',,,kenapa dia mematikan ponsel nya,nanti aku tanyakan bi"
"Dis,,apa kamu punya hubungan spesial sama pak Rizal? maaf sebelumnya Dis,bukan bermaksud sok tau,cuma bibi hanya takut kamu kenapa-kenapa,kita orang kampung Dis,bibi sudah menganggap kamu seperti anak sendiri" ingat Bik Sum
"Bi...bibi juga sudah saya anggap seperti ibu saya sendiri,saya senang bicara sama bibi selama ini, apalagi bibi memperlakukan saya dan Mia selama ini seperti keluarga,Saya dan pak Rizal sudah menikah bi"aku Adis
__ADS_1
"Apa??? yang benar Dis"pekik Bi Sum tak percaya membuat Adis terkejut
"Bi...pelan kan suara nya"
"Jadi kamu nyonya di rumah ini Dis,maaf!!! bibi bingung mau panggil apa!"
"Senyaman bibi saja,saya tidak memaksa harus menghormati saya bi, saya tau saya kecil dari bibi"
"Tapi jujur Dis,bibi masih syock! bagaimana kalian bisa menikah? kalau boleh jujur bibi bahagia kamu yang mendampingi pak Rizal dari pada bu Olive tapi bibi juga takut jika Bu Ayu datang menyerang kamu di sini"
"Untuk masalah ini jangan beritahu siapapun dulu bi,biar Mas Rizal yang menjelaskan pada keluarga nya nanti"
"Iya lebih baik begitu Dis,tapi bibi benar-benar bahagia semoga kamu menjadi istri terakhir pak Rizal ya"
"Amiin..."
"Sayang....." panggil Rizal membuat Adis meninggalkan bi Sum
"Ya mas"
"Kenapa lama,aku sudah menunggu di atas"
"Tadi aku bicara dulu sama bik Sum"
__ADS_1
"Bik Sum sudah tau?" tanya Rizal dan diangguki Adis pelan
"Sini aku bantu bawa" ujar Rizal menarik koper nya dan koper Adis bersamaan ke lantai atas.