Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
Sekolah


__ADS_3

Adis tak berkomentar lagi mendengar Mia dan Rizal dengan panggilan mereka karena semakin di larang Rizal semakin gencar membujuk Mia untuk menjadikan nya papa sungguhan membuat Adis pusing memikirkan nya,rasa kagum nya memang ada untuk Rizal tapi tidak dengan rasa cinta karena trauma pernikahan yang dulu saja belum hilang hingga saat ini,Adis tak pernah berpikir untuk menikah lagi setelah bercerai dari Heru.


"Bun,hari ini Mia ikut dengan ku ke kantor" ujar Rizal membuat Adis semakin bingung,apa lagi ini.


"Ada apa??"


"Kami akan lihat-lihat sekolah untuk Mia,biar dia yang pilih mau sekolah di mana"


"Jangan,biar saya saja yang membawa nya" tolak Adis, terus-terang Adis takut jika sekolah yang di pilih Mia sekolah mahal bagaimana cara dia membayar nya nanti.


"Bun.....Mia mau ikut papa" rengek Mia


"Mi...kamu harus mengaji,ini hari pertama lo nak nanti malah telat" bujuk Adis


"Kami pulang siang bun,jam makan siang sudah di rumah" sahut Rizal


"Terserah kalian saja, pusing kepala saya memikirkan nya" ujar Adis pasrah,ntah berapa lama dia sanggup bertahan dengan prinsip nya jika terus begini.


Mia dan Rizal saling menautkan telapak tangan mereka tanda berhasil,Rizal selalu mempengaruhi Mia agar semakin dekat dengan nya dan membuat Mia ketergantungan pada dirinya karena Rizal takut kalau Adis menolak nya dan membawa jauh Mia dari nya.


Setelah merapikan pakaian Mia, Adis membawa nya mendekati Rizal.

__ADS_1


"Salim bunda dulu sayang" ucap Rizal dan di angguki Mia patuh


Rizal mendekat pada Adis dan sedikit berbisik " Papa nggak di salon sekalian bun"


Wajah Adis memerah lama-lama tinggal di sini akan tidak baik untuk kesehatan jantung nya pikir Adis.


****


"Waah....... kantor nya besar ya pa" pekik Mia saat masuk ke dalam lobi kantor


"Kantor Opa lebih besar dari ini sayang kapan-kapan kita main ke sana" ucap Rizal sambil tersenyum kecil melihat tingkah Mia


"Pak Rizal punya anak?"


"Bukannya pak Rizal mandul?"


"Atau anak simpanan nya dengan perempuan lain,sudah besar" bisik-bisik para karyawan kantor nya,kabar Rizal mandul juga sudah tersebar karena bu Anis mama Olive sering mengatakan nya, apalagi Rizal tidak pernah menepis kabar tersebut.


"Mia main di sini ya,papa kerja di sana" ujar Rizal mendudukan Mia di sofa dan memberikan mainan yang sengaja di bawa dari rumah.


Rizal mencari sekolah yang di rasa bagus untuk Mia,Rizal ingin dia yang menyiapkan semua nya.

__ADS_1


Sesekali lelaki tampan ini melirik pada Mia yang tengah asik bermain,Rizal menarik sudut bibirnya tipis dia membayangkan jika dia benar-benar menjadi ayah sambung bagi perempuan kecil ini.


"Tok....tok...."


Ketukan pintu membuat lamunan Rizal buyar seketika.


"Masuk"


Anita sang sekretaris masuk dengan membawa beberapa berkas yang harus dia kirimkan segera ke kantor pusat.


"Nit,,,tolong kamu belikan hadiah untuk orang tua" ujar Rizal membuat Kening Nita mengerut


"Hadiah??? buat siapa pak?" tanya Nita


"Kamu tidak perlu tau,pesan kan beberapa bingkisan untuk orang tua dan kirim ke rumah saya lusa" perintah Rizal membuat Nita bingung,apa hadiah nya dan untuk siapa, apakah untuk bu Anis sang mertua pikir Nita.


Nita hanya mengangguk kecil lalu keluar tapi di saat hendak menutup pintu Nita melirik sekilas ke arah sofa,dia melihat anak perempuan yang tengah asik bermain boneka nya.


"Siapa anak itu??"batin nya


Rizal melirik jam tangannya sudah pukul 11,dia janji pada Adis makan siang sudah sampai di rumah.

__ADS_1


"Sayang seperti nya kita harus pergi,papa sudah mendapatkan sekolah yang bagus untuk kamu" ujar Rizal mendekat pada Mia dan membantu gadisnya ini merapikan mainan, terlihat cukup telaten Rizal mengurus Mia apalagi Mia bukan tipe anak yang rewel dan merepotkan membuat Rizal suka pada anak ini.


__ADS_2