
"Mia....Mi...,Mia sayang" pekik Rizal saat baru pulang dari kantor
"Mana Mia bi?" tanya Rizal pada Bi Sum yang sedang di dapur
"Ada di gazebo belakang pak" jawab Bi Sum
"Adis?"
"Lagi di kamar pak" jawab Bi Sum lagi
Rizal segera mencari Mia dengan menenteng paper bag.
"Mi.....sedang apa sayang?" tanya Rizal
"Pa,,sini deh,Mia sedang mewarnai kampung" jawab Mia
"Kampung?? kampung apa?" tanya Rizal bingung
"Ini pa,Mia sedang mewarnai sawah,air,sama pohon kelapa,kata Bunda semua yang di gambar ini seperti kampung nya bunda, Cantik kan pa" celetuk Mia polos membuat Rizal tertawa kecil
"Mi,,,papa ada hadiah baru buat Mia" ujar Rizal mengeluarkan peralatan lukis untuk Mia
"Waaah.......keren pa"!!!" seru Mia girang mendapatkan hadiah yang benar-benar dia suka.
"Mia bisa tambah hebat mewarnainya sayang,ini ada kuas nya langsung lo,bisa Mia gunakan untuk berlatih melukis"
"Ini bisa Mia pakai saat di kampung besok pa, melukis di pinggir sungai pasti lebih seru ya pa, sambil lihat air jernih,atau kalau nggak di sawah nya Eyang" ceplos Mia
__ADS_1
"Kampung???"
"Iya pa,bunda bilang saat papa ke kantor besok Mia dan Bunda pulang kampung,tapi kita bakalan balik lagi kok pa cuma sebentar" jelas Mia membuat Rizal terdiam
Adis tak mengatakan lanjutan permintaan nya kemarin,apa Adis ingin pergi diam-diam meninggalkan nya.
"Semua barang-barang sudah bunda kumpulkan sayang?" tanya Rizal menyelidiki
"Sudah pa,besok kami berangkat,nanti juga bunda akan bilang ke Papa, pasti Mia rindu papa"
"Biar Mia nggak rindu papa bagaimana kalau papa ikut?" tanya Rizal
"Beneran pa?" tanya balik bocah itu tak percaya
"Iya Sayang,boleh??"
Rizal menarik sudut bibirnya tipis mendengar Mia memujinya.
"Oke kalau begitu besok papa ikut,Mia jangan mau di ajak bunda kalau tanpa papa ya" ujar Rizal dan di angguki Mia patuh
"Satu lagi sayang,Mia jangan bilang sama bunda kalau papa akan ikut" lagi-lagi Mia mengangguk patuh
"Anak pintar" puji Rizal sambil menggosok lembut kepala Mia
"Papa masuk dulu ke dalam,Mia terusin mewarnai nya ya,nanti papa turun lagi"
Rizal segera berjalan menuju kamar nya.
__ADS_1
"Kenapa Adis hanya diam saja,apa benar dia tidak menyukai ku hingga dia tidak berniat mengajak ku pergi" gumam Rizal pelan
Puas berpikir dengan pemikiran nya sendiri Rizal segera menurunkan kopernya,dia menyusun baju nya sendiri.
"Kemana pun kamu pergi dis aku akan ikut,boleh atau tidak besok aku tetap akan pergi" oceh Rizal di dalam kamar nya
Tekad Rizal justru kuat saat ini,dia bahkan memikirkan akan melamar Adis pada orang tua nya nanti di kampung.
****
"Mi.....ayo mandi sayang?" panggil Adis
"Bunda lihat ini bagus kan" ujar Mia menunjukkan peralatan lukis nya
"Wah.... cantik sekali sayang, seperti pelukis beneran kalau punya ini" jawab Adis sambil tersenyum
"Bun,ini papa yang belikan semua nya,Dulu Mia pernah lihat ini lo bun saat kita ke mall bareng nenek dan ayah tapi Mia nggak berani bilang kalau Mia mau" jelas Mia pelan membuat Adis merasa bersalah dan memeluk anak perempuan nya ini.
"Tapi sekarang Mia udah punya bun dari papa,jadi Mia nggak perlu sedih lagi"
"Sayang, semua ini Mia yang minta?" tanya Adis dan di jawab gelengan oleh Mia
"Bun,papa itu seperti ibu peri dia tau apa yang Mia mau" jawab Mia membuat Adis tertawa kecil
"Memang nya Mia tau ibu peri itu seperti apa?" tanya Adis gemas
"Kalau datang sering pakai baju putih bun kaya di dongeng-dongeng,Mau ini ada,mau itu ada" cerita Mia sambil terkekeh geli dan Adis pun ikut tersenyum.
__ADS_1
Adis sendiri juga merasakan kasih sayang Rizal pada Mia tapi mau bagaimana lagi mereka hanya orang biasa sedangkan Rizal sangat luar biasa, menikah dengan Rizal akan makin memperburuk keadaan pikir Adis.