Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
Papa


__ADS_3

"Sedang apa Mi?" tanya Rizal yang baru selesai mandi dan turun kembali ke bawah


"Om Rizal udah pulang?" tanya balik Mia tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas yang dia warni


"Sudah,om bawa sesuatu untuk kamu" ucap Rizal tapi Mia tak juga memperdulikan kehadiran Rizal


"Mi.... kelihatan nya lebih menarik kertas itu dari pada om" ucap Rizal pura-pura merajuk


Sebenarnya ingin sekali Mia memeluk sosok lelaki tampan yang dia sudah anggap seperti ayah nya ini tapi Mia ingat pesan bunda nya jangan bermanja-manja pada Rizal karena bukan ayah nya.


"Mi....om punya sesuatu untuk kamu"ucap Rizal lagi mengeluarkan dua buku dongeng yang sengaja dia beli tadi saat pulang kantor,Rizal tau pasti Mia kecewa karena dinasehati oleh Adis tadi.


"Waah.....apa itu om?" tanya Mia dengan senyuman,dia tidak bisa membohongi diri nya sendiri untuk cuek pada sosok lelaki tampan ini.


"Ini buku dongeng Mi,mulai sekarang kalau Mia mau tidur bisa minta bacain sama bunda" jelas Rizal


Mia segera mengambil dan melihat nya, bocah itu tersenyum sumringah.


"Mia suka?" tanya Rizal dan diangguki Mia


"Kalau suka bilang apa?"


"Terima kasih om"ujar Mia masih dengan senyuman manis nya


"Di cium dong om nya" pinta Rizal

__ADS_1


Mia segera memeluk Rizal dan ingin mencium pipi lelaki itu tapi semua nya terhenti ketika Mia mengingat ucapan Bunda nya tadi.


"Kenapa?"


"Om...kata Bunda anak perempuan tidak boleh cium lelaki yang bukan keluarga nya"jawab Mia polos


"Om bukan keluarga Mia" lanjut bocah itu melepaskan pelukannya


"Bukan nya om sahabat kamu"


"Iya om,kita hanya sahabat tidak boleh lebih kata bunda kecuali jika-"


"Jika apa?" tanya Rizal penasaran


"Mia mau Om jadi Ayah Mia?" tanya Rizal serius dan di angguki Mia pelan


"Kata kan pada bunda"


"Tapi bunda bilang om milik bu Olive,Mia tidak boleh merebut milik orang lain om"


"Kata kan pada bunda kalau Om mau jadi ayah untuk Mia" jawab Rizal mantap


"Benar om??" tanya Mia tersenyum bahagia dan di angguki Mia


"Yessss.....jadi Mia bakalan punya ayah om?" tanya Mia lagi

__ADS_1


"Iya sayang,,Mia nggak perlu takut buat cium dan peluk Om lagi,mulai sekarang Mia bisa anggap om ini ayah Mia,dan katakan pada Bunda kalau Om yang akan gantikan posisi ayah Mia" ujar Rizal membuat Mia lagi-lagi senyum sumringah.


"Dan satu lagi panggilan om,papa jangan om lagi"


"Oke papa" jawab Mia cepat dan di acungi jempol oleh Rizal.


***


"Belum tau bu,nanti akan aku usahakan ya, soalnya aku sekarang sudah bekerja bu tidak bisa pergi seenaknya"


"Ibu dapat kabar dari mana?" tanya Adis


"Bu, cerita nya panjang bukan nya aku tidak mau menceritakan pada ibu dan bapak tapi aku hanya tidak ingin menambah beban pikiran ibu,tapi jika majikan ku mengizinkan untuk pulang aku akan pulang bu,aku coba izin dulu ya" jawab Adis lagi


"Iya bu,aku janji akan menjelaskan semuanya pada ibu nanti,jangan di dengar kan Bu omongan tetangga nanti ibu malah stress sendiri,ingat kesehatan itu lebih penting bu" ingat Adis lagi


"Iya.. insyaallah ya bu, Minggu depan kan?"


"Ya sudah aku mau lanjut kerja bu, assalamualaikum " tutup Adis sambil menghela nafas panjang.


Adis juga akan berpikir ini terjadi, lambat laun keluarga nya di kampung akan tau kalau dis dan Heru sudah bercerai secara dia di bantu oleh suami Sinta sepupu nya malam itu,tapi mau bagaimana lagi ibu nya memang harus tau kejadian yang sebenarnya tapi tidak sekarang apalagi dalam rangka kumpul keluarga karena akan di adakan syukuran kelahiran anak adik nya.


Apa yang harus dia cerita kan pada keluarga besar nya nanti, pulang merantau membawa anak dan bercerai.


Adis belum siap dengan semua itu.

__ADS_1


__ADS_2