Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
Acara


__ADS_3

"Sayang,mama datang kemari?" tanya Rizal khawatir karena mendapat kan telpon dari bik Sum kalau sang nyonya sedang bersama nyonya besar.


"Iya mas" jawab Adis tenang


"Apa mama menyakiti mu?" tanya Rizal lagi


"Tidak! mana mungkin beliau menyakiti ku mas,ada calon cucu nya di sini" tunjuk Adis pada perut nya sambil tersenyum


"Aku hanya takut sayang"ujar Rizal menarik tangan Adis dan mencium nya


"Mas jangan berprasangka buruk pada mama mu sendiri, beliau cukup baik jadi jangan su'uzon ya"


"Lalu apa yang mama katakan?" tanya Rizal penasaran, tidak mungkin mama nya yang egois itu bisa menemui Adis dengan baik-baik.


"Hanya berkunjung biasa mas" jawab Adis melepas kan tangan nya dan beralih kembali dengan kegiatan nya merapikan pakaian di dalam lemari,Adis paling tidak suka melihat pakaian yang tidak rapi dan untuk kamar pribadi nya Adis tidak mau di bersihkan oleh orang lain.


"Sayang,jujur apa mama menyakiti mu?" tanya Rizal lagi,dia tidak puas dengan jawaban sang istri


"Tidak mas, mama hanya berkunjung biasa" jawab Adis lembut


"Jangan takut aku bisa jaga diri dan anak kita" lanjut Adis tersenyum manis sambil memegang lembut pipi sang suami membuat Rizal sedikit tenang.


***

__ADS_1


"Ya... siapkan semua nya untuk pilihan warna seperti nya gold dan Hijau lebih menarik," ucap Bu Ayu


"Iya,nanti saya akan kirimkan untuk menu makanan nya"


"Besok saya akan langsung ke butik ya,jika ada tambahan lagi nanti saya kabarkan"lanjut bu Ayu lagi


"Ada acara ma?" tanya papa Rizal yang mendengar sang istri menelpon


"Hmmm....."


"Acara apa?"


"Pernikahan" jawab bu Ayu singkat


"Pernikahan siapa ma?" tanya nya bingung


"Ma kamu jangan main-main ma,Rizal sudah menikah dengan Adis jangan membuat keputusan sendiri"


"Papa diam saja, apapun keputusan mama kalian harus turuti jangan membantah"


"Tante......" sapa Vania yang baru datang membawa banyak oleh-oleh untuk Bu Ayu


"Vania..... baru datang?"

__ADS_1


"Aku nggak ngerti jalan pikiran kamu ma!" marah sang suami meninggal kan Bu Ayu bersama Vania yang baru datang.


****


"Sayang,besok aku mau ajak Mia cek sekolah nya" ujar Rizal saat makan malam


"Untuk keperluan Mia biar aku yang beli sayang, takut nya kamu malah kelelahan nanti kalau keluar"lanjut Rizal dan diangguki Adis patuh


"Mas sekolah nya jadi di tempat kemarin?" tanya Adis


"Ya,itu salah satu sekolah favorit sayang,biar Mia bisa belanja,kamu tau kan cita-cita anak perempuan mas itu mau jadi dokter jadi mas akan berikan yang terbaik untuk Mia" jawab Rizal sambil mengunyah makanan nya


Adis terdiam sejenak,Rizal memang sangat menyayangi Mia hingga Mia sendiri tidak mau berpisah dari Rizal, bahkan ayah kandung Mia saja sampai detik ini tidak pernah bertanya keadaan Mia, sudah sepintar apa anak nya,tak terasa air mata Adis menetes membuat Rizal justru khawatir.


"Sayang,ada yang sakit?" tanya Rizal cepat


"Tidak mas"


"Kenapa menangis sayang,mas khawatir"


"Mas, terimakasih sudah memberikan banyak cinta untuk ku dan Mia,aku sangat bahagia bisa bertemu lelaki seperti kamu mas" aku Adis


Rizal segera menghapus air mata sang istri dan mencium kening Adis perlahan lalu memeluk nya.

__ADS_1


"Kamu dan Mia sudah menjadi satu dengan ku sayang,tanpa kalian hari-hari ku hambar,jangan pernah berpikir untuk pergi dari kehidupan ku karena hanya kalian yang membuat ku bahagia"


Adis mengangguk pelan di dalam pelukan sang suami.


__ADS_2