Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku

Kau Lepas Aku,Di Angkat Derajat Ku
lamar


__ADS_3

"Iya bu...." jawab Sinta menutup telponnya


"Siapa yang telpon ma?" tanya Haikal pada Sinta


"Ibu pa,ibu bilang si Dini mau acara syukuran anak nya, seperti nya seru deh kalau pulang pa" ujar Sinta


"Seru bagaimana?" tanya Haikal tidak mengerti


"Ya bisa cerita kalau sekarang si Adis itu jadi pembantu karena di campakkan suaminya"


"Astaghfirullah ma, tidak boleh malah menertawakan orang yang sedang dapat musibah apalagi dia keluarga kamu sendiri"


"Alah pa,nggak usah munafik dek asal kamu tau ya sebelum aku nikah sama kamu dulu nya orang kampung pada bilang kalau aku nggak laku,kalah dari Adis padahal sama-sama merantau ke Jakarta,Adis bisa dapat suami yang kerja nya di kantoran dan aku bakalan jadi perawan tua" oceh Sinta


"Yang penting bukan Adis yang bilang ma"


"Adis atau nggak sama saja pa,kamu tau aku dulu hampir frustasi karena orang kampung selalu mengelu-elukan dia si Adis itu,dia bilang Adis sudah sukses lah,ini lah itu lah sekarang biar mereka tau kalau di Adis yang mereka bangga kan itu jadi Janda miskin" ketus Sinta


"Ya Allah udah nggak sabar pengen pulang apalagi kalau ada Adis di sana pasti seru nya nambah" lanjut Sinta dengan senyum sumringah


Haikal menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Sinta sang istri,apa mungkin karena sifat istri nya ini mereka belum di berikan keturunan.


***


"Jadi sudah dapat TPA nya?" tanya Rizal pada Mia saat mereka makan malam


"Sudah pa,bagus lo pa tempat nya ada banyak permainan di sana, Ustadz nya juga ramah " cerita Mia


Deg.....

__ADS_1


tiba-tiba Adis tersentak saat mendengar ucapan Mia memanggil Rizal dengan sebutan papa.


"Oh ya, senang ya dapat temen baru,mulai kapan Mia mengaji?" tanya Rizal


"Kapan bun?"tanya Mia tapi Adis hanya diam dalam lamunannya


"Bun....Bunda,Mia nanya" ujar Rizal membuat Adis bertambah bingung, sedang melakoni drama apa mereka saat ini, rumah-rumahan atau sedang bermain peran keluarga.


"Bun...." pekik Mia pula


"He..Iya...apa Sayang" jawab Adis tersentak


"Bunda melamun pa" ucap Mia tersenyum manis pada Rizal


"Iya... bunda nggak fokus" sahut Rizal membuat wajah Adis memerah.


Setelah makan malam Adis membuat kan teh hangat untuk Rizal dia ingin berbicara empat mata pada lelaki ini, seperti nya drama ini harus segera di selesaikan jika tidak dia akan menjadi gila dengan tingkah Mia.


"Boleh,mau di mana?" tanya Rizal


Adis tidak ingin pembicaraan nya ini di dengar oleh Bi Sum atau pun Mia.


"Di ruangan kerja bapak saja"


"Seperti nya ada hal serius" ucap Rizal tapi tak di jawab oleh Adis,Rizal segera berjalan ke arah ruangan kerja nya dan diikuti Adis yang membawa secangkir teh untuk Rizal.


"Pak saya tidak ingin bapak terlalu mendominasi Mia" ucap Adis tanpa basa-basi


"Maksud kamu?" tanya Rizal

__ADS_1


"Untuk panggilan papa,Mia punya ayah pak,dan saya tidak tau kedepannya kehidupan saya bagaimana jadi tolong pak hubungan bapak di beri jarak dengan anak saya karena Mis bukan anak bapak"terang Adis


"Kalau begitu jadikan Mia anak saya"jawab Rizal tegas membuat Adis terdiam


"Saya ingin menikahi kamu agar tidak ada celah lagi untuk saya dan Mia bisa seperti ayah dan anak"


"Menikah lah dengan saya Dis" ajak Rizal


"Bapak gila" ucap Adis emosi,kini pikiran Adis tak karuan di ajak menikah oleh majikannya sendiri dan yang Adis tau kalau pak Rizal masih berstatus suami bu Olive mana mungkin dia jadi pelakor disaat dia tau sakitnya suami di rebut pelakor.


"Dis tidak ada yang salah bukan saya melamar kamu dengan posisi saya Duda" ucap Rizal


"Jika hanya ingin dekat dengan Mia tidak perlu melamar saya pak" jawab Adis


"Bukan karena itu saja"


"Lalu apa, karena kasihan?" tanya Adis


"Jika ia tidak perlu pak, dengan bapak menampung saya bekerja di sini sudah lebih dari cukup"


Rizal jadi bingung jika mengatakan atas dasar cinta terlalu cepat itu terjadi tapi Rizal benar-benar menyukai kepribadian Adis yang lembut,Rizal berharap bisa memiliki anak dari Adis kelak.


"Maaf pak saya tidak bisa" ucap Adis


"Oh ya satu lagi saya ingin meminta izin pada bapak untuk pulang kampung Sabtu ini karena ada acara keluarga" lanjut Adis


"Saya ikut!!"


"Tidak!!!" jawab Adis cepat, tidak mungkin dia membawa Rizal ke kampung nya,selain mereka bukan suami-istri,Rizal tidak akan mungkin sanggup tinggal di kampung Adis yang masih sangat kuno.

__ADS_1


"Kalau begitu saya tidak izin kan kamu pulang" ujar Rizal tegas tak ingin dibantah.


__ADS_2