
"Jadi bapak ingin menikah dengan Adis sekarang?" tanya Haikal tak percaya
"Iya kal, karena tidak ada lagi waktu jika harus kembali ke Jakarta,papa dan mama saya juga sedang di luar negeri" Jawab Rizal Rizal
"Saya ingin kamu jadi saksi dari pihak saya,kamu tau sendiri kan kesibukan saya Kal, tidak mungkin bisa kembali ke sini lagi,kalau menikah do Jakarta sudah pasti persiapan nya harus matang" jawab Rizal menyakinkan Haikal
Haikal mengangguk kecil tapi setau Haikal Rizal masih memiliki istri.
"Bu Olive?"
"Saya dan Olive sudah lama pisah Zal,oleh karena itu saya minta di carikan pembantu untuk mengurus keperluan saya pada psk Sandi"jelas Rizal lagi
"Bapak yakin?"
"Saya yakin Kal,Adis perempuan baik dan saya juga sudah terlanjur menyayangi Mia seperti anak saya sendiri,kamu mungkin juga pernah mendengar lah cerita saya dan Olive,tak ada alasan juga untuk saya menunda pernikahan ini karena status kami sama-sama lajang" terang Rizal tanpa basa-basi lagi
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu pak,saya bersedia jadi saksi nya" jawab Haikal tersenyum kecil, dia juga bahagia jika Adis dan Mia ada yang menjaga nya,jujur sejak keluar dari rumah nya Haikal khawatir ipar nya itu mendapatkan perlakuan tidak baik ternyata dia salah, Adis dan Mia justru bahagia bersama Rizal.
"Alhamdulillah... terimakasih Kal"
***
Acara syukuran anak Dita sudah selesai dan saat ini pihak keluarga menyiapkan acara pernikahan Siri Adis dan Rizal yang akan di langsung kan sesudah magrib ini.
"Pulang saja kita pa,kita pulang sekarang" pinta Sinta
"Tapi sekarang cerita nya sudah beda pa,mama tidak mau kamu jadi saksi pernikahan nya pak Rizal,kenapa nggak keluarga nya langsung saja yang langsung datang"
"Keluarga pak Rizal bukan orang biasa ma, mereka pengusaha ternama dan kesibukan nya banyak,lagi pula tidak ada salahnya papa membantu mereka ma toh Adis juga keluarga kamu"
"Ya jelas salah lah pa, keenakan Adis kamu bantu terus, apalagi sekarang dia dapat bos besar seperti pak Rizal dan kamu dapat apa? tetap jadi anak buah biasa saja kan"
__ADS_1
Haikal menggelengkan kepalanya pelan mendengar ocehan Sinta.
"Ma,apa kamu mau kita pulang dan terus besok surat pemecatan papa sudah tiba di atas meja? pikiran mu pendek sekali ma,pak Rizal orang kaya siapa saja bisa beliau hubungi di kota untuk menjadi saksi nya,pak Sandi contoh nya tapi beliau lebih memilih papa yang beliau hargai masih menjadi keluarga Adis.
Tak ada pilihan lain bagi Sinta kecuali mengizinkan suaminya menjadi saksi pernikahan sang sepupu yang sangat dia benci..
Bisa-bisa nya Adis selalu maju selangkah dari dirinya.
"Minta Tolong pak keluar kan semua barang dari dalam mobil saya" pinta Rizal pada para tetangga Adis
Berbagai macam kado dan parsel di bawa oleh Rizal yang awalnya oleh-oleh kini berubah menjadi hantaran pernikahan nya,Adis sendiri tidak menyangka Rizal sudah mempersiapkan segala nya,apa memang Rizal sudah merencanakan dari awal pikir nya.
Mia yang paling bahagia menanti pernikahan bunda nya ini, karena sebentar lagi Rizal akan menjadi papa sungguhan untuk nya tak ada lagi larangan dari bunda nya untuk berdekatan dengan Rizal.
"Kamu bahagia sayang" tanya Adis pada anak perempuan nya ini dan di angguki Mia dengan senyuman manis
__ADS_1