
Adis memasang wajah cemberut nya di dalam mobil sedangkan Rizal dan Mia tersenyum manis.
Saat ini mereka bak seperti keluarga sungguhan,pergi bertiga pulang kampung halaman Adis.
Adis sendiri juga tidak tau kalau Rizal sudah membawa banyak barang yang dia pesan dengan sekretaris nya untuk oleh-oleh di sana.
"Senyum dong bun,ntar wajah nya kerutan lo" goda Rizal
"Pasti kampung bunda seru ya bun,Mia mau nya kita mandi bareng di sungai bun" celetuk Mia
Saat ini Adis bingung bagaimana cara menjelaskan pada keluarga nya tentang status lelaki yang di bawa nya ini.
Tiba-tiba ponsel Adis berbunyi ternyata ibu nya yang menelpon.
"Assalamualaikum, Buk."
"Waalaikumsalam.Dis apa kamu sudah di perjalanan, Nduk?"
"Sudah bu"
"Alhamdulillah.....jadi kamu pulang nak,nanti ibu masakin makanan kesukaan kamu"
"Iya bu tapi-"
"Tapi apa nak?" tanya Ibu nya penasaran
Adis bingung cara memulai pembicaraan nya kalau dia membawa Rizal sang majikan.
"Bilang saja kalau nanti di jelas kan" ucap Rizal tiba-tiba yang seakan tau apa yang di pikiran Adis.
"Iya. Aku akan pulang hari ini, Buk, tunggu di rumah"
"Baiklah, hati-hati di jalan. Ibu tunggu ya! Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Pak,apa ini tidak merepotkan bapak?" tanya Adis tiba-tiba
"Dis.... percaya aku" ujar Rizal menggenggam satu tangan Adis erat
__ADS_1
"Bunda...papa!!!" pekik Mia yang merasa di abaikan,Adis segera melepaskan tangannya dari tangan Rizal.
****
"Kamu sudah ambil cuti pa?" tanya Sinta
"Kenapa harus cuti ma, Senin pagi juga kita akan pulang"
"Belum tentu pa,masa hanya satu hari,aku belum puas lah untuk menertawakan Adis nanti,aku masih mau keliling juga pa cerita-cerita kalau suami ku juga kerja nya di kantoran,bukan hanya mantan suami Adis aja orang kantoran" ujar Sinta ketus
"Ma,, tidak perlu sampai segitunya lah,papa cuma izin satu hari,jangan macam-macam kamu,mau kalau papa di pecat dan kita jadi gelandangan" ancam Haikal membuat Sinta cemberut
"Tidak masalah lah hanya satu hari yang jelas sudah bisa rewang besok di rumah Dita, pasti Adis ada di sana" gumam Sinta sambil tersenyum kecil
***
Rizal menatap kebelakang terlihat Mia tertidur pulas sambil memeluk dua boneka Princess nya.
"Dis, mulai sekarang biasakan panggil aku Mas"pinta Rizal
"Tapi bapak-"
"Dis,banyak hal yang memang belum aku ceritakan pada mu, mungkin itu yang membuat mu masih mempertimbangkan semua nya tapi percayalah Dis,apa yang aku lakukan karena aku sayang pada Mia dan kamu"jelas Rizal membuat Adis mengalihkan pandangannya ke arah jalan
"Apa tidak terlalu cepat?" tanya Adis
"Tidak ada yang salah Dis,aku janji sepulang nya dari kampung mu aku akan jelas kan semua nya" ujar Rizal mantap membuat Adis sedikit tenang.
Mobil Rizal memasukan pekarangan rumah sederhana milik orang tua Adis.
"Pak...Bu...ada tamu" pekik Dita yang melihat mobil mewah masuk ke halaman rumah nya.
Adis keluar dari mobil membuat Dita tercengang.
"Mbak Adis,,Bu.....mbak Adis bu,Mbak Adis datang" pekik nya
"Adis.... Astaghfirullah nak, akhirnya kamu pulang juga" ujar ibu nya memeluk tubuh Anak pertama nya ini, sekian lama Adis merantau kini dia pulang dengan kabar tak mengenakan untuk keluarga nya pikir ibu Adis.
Berkali-kali wanita tua itu mencium dan memeluk tubuh Adis.
__ADS_1
Rizal keluar dan menggendong Mia membuat Ibu dan Bapak Adis tercengang..
"Dis,,Dia-"
"Kenal kan pak,bu saya Rizal calon suami Adis" jawab Rizal lantang
"Calon suami??" ujar Dita tak percaya,baru kemarin ibu nya memberikan kabar kalau mbak nya ini janda tapi kini dia pulang membawa calon suami,apa sebegitu mudahnya mencari suami di Jakarta pikir Dita.
"Pulang Dis?" tanya tetangga Adis kepo
"Iya bu Wati,apa kabar?"
"Alhamdulillah Dis sehat! Ibu dengar kata ibu nya Sinta kamu sudah Janda ya Dis? kenapa Dis sampai janda,masih muda lo kamu Dis"cecar nya
Adis hanya menunduk malu
"Masuk dulu nak" ajak Ibu Adis,
"Oh ya,masuk dulu nak Rizal kita bicara di dalam"ajak bapak Adis pula
"Ayo mas" ajak Adis menuntun Rizal untuk masuk
"Siapa?" tanya salah satu tetangga Adis
"Calon nya mbak Adis"jawab Dita kesal karena para tetangga mereka terlalu heboh
"Ganteng, yo!" bisik ibu-ibu yang lain pada rekannya sambil melangkah pergi dan itu masih didengar oleh Adis. Membuat gadis itu jadi tidak enak hati pada Rizal.
"Sini Mas aku letakkan Mia di dalam" ucap Adis ingin mengambil Mia dari gendongan Rizal
"Biar langsung aku bawa saja Dis, kasihan nanti Mia malah terbangun,dia lelah" jawab Rizal lembut membuat ibu Adis mengamati gerak-gerik mereka,apa benar ini calon suami Adis seperti nya bukan orang sembarangan,dari mobil nya saja sangat mewah,apa ini majikan yang pernah Adis cerita kan kemarin.
"Dis....sini!" panggil ibu nya
"Dis,apa benar dia calon suami mu nak,ibu takut dis" ujar Ibu Adis
"Takut kenapa bu?"
"Seperti nya dia orang kaya"
__ADS_1
"Aku juga bingung bu, belum bisa jelasin apa-apa "jawab Adis
"Sudah bu,nanti saja nanya-nanya nya kasihan nak Rizal sendirian di luar,buatkan minum buat nak Rizal Dis" perintah bapaknya dan diangguki Adis patuh.