
Semalaman Adis berpikir untuk pulang kampung apalagi ibu nya juga mendesak nya pulang karena ingin tau kabar Adis dan Mia saat ini, ketakutan seorang ibu itu wajar apabila mendengar kabar anak nya sudah bercerai dan sampai saat ini belum bertemu.
Adis merapikan semua pakaian nya dan Mia,dia berpikir akan pergi dari rumah Rizal karena jika terus di sini dia yakin kalau dirinya akan goyah oleh rayuan Rizal belum lagi rengekan Mia yang tiap hari memanggil Rizal papa.
Adis sudah memutuskan akan pergi di saat Rizal ke kantor,toh Rizal juga tidak tau di mana kampung nya, mungkin ini akhir semua cerita nya.Adis memutuskan untuk tinggal di kampung saja membawa Mia.
"Bum kenapa di kumpulin semua baju ny" tanya Mia heran
"Sayang,eyang uti minta kita pulang kampung dulu ya ada acara syukuran anak Bulik Dita" jelas Adis
"Pulang kampung,yeee.....Mia bisa lihat kampung bunda ya,main air di sana, pasti seru ya bun,ada Eyang Uti,mbak sama bulik Dita, anak bulik Dita laki-laki apa perempuan bun?" cecar Mia kegirangan
"Bunda juga belum tau sayang,besok kita lihat saja"
"Semoga perempuan ya bun bisa teman main boneka"
"Iya semoga saja ya sayang"
"Yeee........ pulang kampung" pekik Mia
"Ssttttt....jangan keras-keras sayang" bisik Adis
__ADS_1
"Kenapa bun?"
"Tidak ada apa-apa sayang" jawab Adis cepat
***
"Sayang,kamu yakin proyek itu bisa aku handle?"tanya Heru
"Yakin sayang,aku tau kemampuan kamu,tenang saja, setelah proyek ini selesai kita langsung cuti untuk bulan madu, setelah itu kamu akan aku rekomendasi kan menjadi manajer pemasaran"
"Apa tidak akan ada hambatan sayang?" tanya Heru sedikit takut
"Om Tyo baik sayang tenang saja aku yakin semua nya akan berjalan sesuai keinginan kita"
****
"Ma,aku jadi sedikit berpikir tentang Adis dan Mia,di mana ayah Mia ya ma? kenapa ibu dan anak itu bisa bekerja di tempat Rizal?" ujar Pak Tyo
"Mungkin di kampung pa,sakit atau kerja lain atau bisa jadi merantau keluar negeri kan banyak orang kampung yang merantau ke luar negeri"jawab Bu Ayu
"Tapi kasihan Mia ya ma,papa sampai berpikir ingin mengangkat Mia menjadi anak bungsu kita"
__ADS_1
"Ngaco papa,kita ini sudah tua,butuh cucu bukan anak lagi,Rizal tu di paksa nikah sama Vania cepetan biar kita bisa gendong cucu"
"Bukan nya Vania masih ada projects pemotretan!!"
"Iya pa, kemarin Vania sudah coba buat batalin kontrak nya tapi nggak bisa pa,Vania harus bayar denda 10 x lipat dari yang dia terima,kan rugi kalau di bayar maka nya Vania pergi ke Bali,tapi nggak lama kok pa, palingan dus bulan lagi kelar" jelas Bu Ayu
"Mama mau pernikahan Rizal lebih mewah pa dari pada pernikahan nya dulu,biar si Anis itu tau kalau Rizal bisa dapatin Model cantik"
"Ma,,,yang penting itu cantik hati nya bukan paras nya,kalau nggak bisa ngurus Rizal juga percuma ma,dulu Olive juga kamu puji cantik tapi nyata nya apa?? ribut kan!!! sekarang cari yang bikin nyaman di hati ma bukan bikin pusing kepala"jawab pak Tyo
"Kamu tau nggak ngurus perusahaan itu butuh pikiran,menguras tenaga!! kalau pulang-pulang ke rumah nggak ketemu istri juga bikin mumet ma"
"Papa ini bukan nya mendukung malah bikin down gitu, Vania itu menantu idaman pa, cantik, pintar-"
"Pinter masak nggak??" potong pak Tyo
"Percuma cantik kalau Ujung-ujungnya Rizal makan di resto kalau nggak pulang ke sini" celetuk Pak Tyo lagi.
"Rizal itu punya uang pa, kalau memang harus makan di resto ya nggak masalah"
"Ma,, sepintar-pintarnya lelaki, sekaya-kaya nya lelaki pasti tetap ingin mendambakan masakan istri nya,ada kebanggaan tersendiri bisa menceritakan enak nya masakan istri"
__ADS_1
"Kok jadi papa yang ribet sih pa, besok-besok mama akan ajak Vania masak,siapa tau lebih jago dari Si Adis, pembantu kesayangan papa itu" ketus Bu Ayu kesal
"Hahahaha....kenapa kamu jadi menyinggung Adis ma,kamu cemburu???" goda pak Tyo membuat Bu Ayu memukul lengan suaminya ini.